Sabtu, 27 November 2010 Padang, Singgalang Hampir semua khatib Jumat di Padang kemarin menyerukan agar umat tidak memercayai isu-isu. Rukun iman hanya enam, bukan tujuh. Jika larut maka yang terjadi, "gempa isu" bukan isu gempa. Ini akan melemahkan akidah. "Rumah orang sekarang kuat, tapi akidah lemah. Doeloe, rumah kayu, akidah kuatnya," kata Buya Masoed Abidin, kepada Singgalang, Jumat (25/11). Ada baiknya kata Buya, membangun kepercayaan pada imbauan ulama dan pemerintah.
Para khatib Jumat di Padang memang serempak mengingatkan umat agar takut kepada Tuhan, bukan kepada yang lainnya. Soal gempa dan tsunami, yang perlu kewaspadaan, bukan ketakutan. Di Masjid Nurussalam, Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, misalnya, khatib mengemukakan antara lain, orang yang percaya dengan ramalan manusia, berarti orang tersebut lemah imannya. Dia sendiri yang menambah rukun iman. Enam dijadikannya tujuh (percaya dengan ramalan). Orang seperti ini bisa dikatakan sudah sesat. Tidak pernah membaca Alquran. Menurut ustadz tersebut, tidak ada di dunia ini yang bisa menentukan terjadinya gempa. Gempa atau tidak, Allah yang tahu. Sekali lagi, jangan percaya dengan informasi melalui short message service (SMS) yang tak bakatantuan itu. Kafir Ustadz Hendri Gunawan, dalam khutbahnya di Masjid Mukhlisin Kurao Pagang mengatakan, pada 25 November kemarin Walikota meminta para mubaligh yang ada di Padang untuk menyampaikan kepada masyarakat, isu-isu tentang gempa besar yang belakangan sudah sangat menganggu dan meresahkan tidak benar adanya. Isu tersebut sudah terlalu mengada-ada, yang dilontarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan kemungkinan mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Lebih lanjut Hendri mengatakan, "hanya orang kafir dan musyriklah yang memercayai sesuatu hal atau benda selain dari pada Alllah." Kita, katanya, sebagai orang yang beriman dan beragama Islam hendaknya hanya percaya kepada Allah atas apapun musibah dan bencana yang akan datang kepada suatu kaum. "Allah akan senantiasa memberi azab kepada orang yang telah menduakannya, maka hendaknya kita sebagai umat manusia yang lemah hanya bisa berlindung kepadaNya,"ujarnya. Kekuasaan Allah Dalam khutbahnya, khatib Jumat di masjid Quwwatul Ummah, Purus Kebun, Kelurahan Ujung Gurun, mengatakan sebagai umat muslim tidak perlu takut dengan gempa. Segala peristiwa itu kekuasaan Allah. Lagi pula, sudah banyak dan berkali-kali pakar menyebutkan, tidak ada satu pun alat canggih di dunia ini bisa menentukan hari, jam, menit gempa terjadi. Ia menjelaskan, isu gempa kalau ditanggapi berlebihan bisa menyebabkan manusia akan dihinggapi rasa mati ketakutan. Inilah yang perlu dihindari, sehingga tidak perlu meninggalkan rumah atau kampung untuk menyelamatkan diri. Khatib mengkhawatirkan jika itu dilakukan, ada oknum yang mengail di air keruh. Rumah atau kampung yang ditinggalkan, bisa-bisa dikuasai orang yang mengambil keuntungan itu. Mereka membeli tanah dan rumah dengan harga murah. Di Masjid Al Whusta Lapai Manggis, Kuranji, khatib Sahardi Guci, mengatakan, soal SMS yang beredar, "Jawabannya mungkin. Mungkin terjadi, mungkin tidak terjadi dan mungkin belum terjadi. Tidak ada yang bisa memastikan. Hanya ada satu jawaban atas isu tersebut. Beriman pada Yang Maha Kuasa," kata dia. Sebab, sesuai dengan ayat-ayat yang diturunkan Allah dalam firmannya, musibah itu akan datang jika diundang. Undangannya adalah ketika umat manusia tidak lagi melakukan ajaran nabi dan rasul. Selain itu umat manusia banyak juga yang berbuat maksiat dan berdagang banyak yang tidak jujur. "Dari undangan bencana tersebut marilah introspeksi diri. Manakah yang sudah dilakukan oleh umat manusia saat ini. Sehingga bisa disadari untuk menghindari bencana," paparnya di hadapan jamaah . Ada di Alquran Di Masjid Nurul Sakinah, Ulak Karang Padang khatib mengajak jamaah untuk tidak terpengaruh dan percaya isu gempa yang disebarkan melalui SMS. "Gempa, tsunami sudah ada dalam Alquran. Tidak seorang pun yang bisa menebak kapan gempa atau tsunami itu akan datang," kata sang khatib. Khatib mengajak jamaah untuk selalu mengingat Allah dan meningkatkan amal ibadahnya kepada Alla SWT. "Gempa besar itu pasti akan terjadi, gunung-gunung akan berterbangan, itu semua ada dalam Alquran. Namun kapan akan terjadi, satu tahun, dua tahun atau dua ratus tahun lagi, hanya Allah yang Maha Mengetahui," kata jelasnya. Saring Di Masjid Sahara, Padang Pasir, dalam khutbah Jumatnya, khatib mengingatkan ummat Muslim untuk dapat menyaring setiap informasi yang masuk. Tidak mempercayai begitu saja, apalagi terhadap isu gempa dan tsunami dahsyat yang akan terjadi. "Kewaspadaan diperlukan, namun kekhawatiran yang berlebihan menimbulkan ketakutan. Karena ketakutan, banyak yang pindah tempat tinggal. Pegawai tidak ke kantor, pedagang tidak ke pasar, nelayan tidak melaut. Ini menimbulkan kerugian," kata khatib. Untuk itu khatib Jumat di Masjid Sahara ini mengimbau ummat Islam untuk menjahui percaya terhadap ramalan, prediksi. "Percayai saja Allah, jalan perintahnya, hidup siapa pun akan akan tenang dan damai," katanya. (017/004/008/018/Yose/ndy) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=2106 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
