Tanggap Darurat Mentawai Akhirnya Diulang Lagi
PadangKini.com | Kamis, 16/12/2010, 9:03 WIB
PADANG--Masa tanggap darurat penanganan korban bencana tsunami Mentawai 
akhirnya diperpanjang lagi. Ini pengulangan masa tanggap darurat setelah 
ditutup 23 November 2010.


Dalam rapat koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan 
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemkab Mentawai di Rumah Dinas Gubernur, 
Rabu (15/12/2010) malam disepakati tanggap darurat diperpanjang hingga 31 
Desember mendatang.

Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan ada beberapa alasan tanggap darurat 
diperpanjang, di antaranya masih banyak pengungsi membutuhkan hunian sementara 
(huntara). Semula direncana 1.028 unit ditambah menjadi 1.632 unit.

"Awalnya huntara diprioritaskan untuk pengungsi yang rumahnya rusak berat dan 
sedang, namun mereka yang rumahnya tidak rusak juga ingin ikut mengungsi karena 
merasa tidak aman berada di dekat pantai, "Ujar Syamsul

Selanjutnya, BNPB juga ingin memastikan distribusi bantuan logistik bisa 
berjalan lancar sampai ke tempat terjauh dengan mengerahkan sejumlah angkutan.

"Stok bantuan logistik yang masih tertumpuk di beberapa gudang harus segera 
didistribusikan sampai ke tempat terjauh, kita harus kerahkan semua angkutan 
transportasi dan dalam hal ini kita dibantu oleh angkutan kapal IOM," ujarnya

Ia berharap perpanjangan masa tanggap darurat dapat mendorong dan memberi 
kemudahan bagi Pemkab Mentawai menangani korban bencana, terutama masalah 
huntara. 

Syamsul juga mengaku kecewa melihat penanganan bencana tsunami di Mentawai 
lamban. Ditambah koordinasi tingkat provinsi dan kabupaten yang lemah.

"Sebenarnya ini adalah upaya untuk memotivasi pemkab Mentawai agar leluasa 
mengejar capaian target dalam menangani korban seperti yang diharapkan, maka 
BNPB menyetujui perpanjangan masa tanggap darurat," katanya.

Penanganan bencana tsunami dalam masa tanggap darurat ke depan masih tetap 
menjadi kewenangan Pemkab Mentawai dan berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar. 
(joni)


Kepala BNPB Gusar Penanganan Mentawai Amburadul
PadangKini.com | Rabu, 15/12/2010, 22:40 WIB
PADANG--Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Syamsul Maarif 
gusar karena penanganan korban bencana tsunami Mentawai kurang lancar, lamban, 
dan terkesan amburadul.

Suara Syamsul terdengar hingga ke luar ruangan dalam rapat tertutup di Rumah 
Dinas Gubernur Sumbar yang digelar sejak pukul 22.30 WIB, Rabu (15/12/2010). 
Mantan jenderal itu terdengar menyesalkan cepatnya penutupan masa tanggap 
darurat padahal Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai belum sanggup menangani.

Ia juga menyayangkan para pihak yang menangani bencana tsunami di Mentawai 
tingkat provinsi dan kabupaten yang kurang koordinasi dan lemahnya 
kepemimpinan. Syamsul juga menyesalkan laporan dari Bupati Mentawai menyangkut 
data penaganan bencana yang kurang akurat dan sepotong-sepotong.

Syamsul mengaku khusus  datang ke Padang untuk menangani persoalan bencana 
tsunami Mentawai.

Rapat mendadak Ketua BNPB di salah satu ruang Rumah Dinas Gubernur di Jalan 
Sudirman dihadiri Wakil Gubernur Muslim Kasim, Bupati Mentawai Edison 
Saleleubaja, Ketua BPBD Sumbar Harmensyah, Kepala DInas Pemukiman dan Prasarana 
Jalan Dodi Ruswandi, dan sejumlah kepala dinas lainnya.

Rapat masih berlangsung hingga lewat pukul 22.00 WIB. Karena rapat tertutup 
sejumlah jurnalis menunggu di luar ruangan. (joni/lian)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke