Iyo Rina Itu kekayaan nagari awak berupa keaneka ragaman flora dan fauna.
Tapi keanekaragaman ini belum/tidak dianggap kekayaan oleh masyarakat kita di kampuang. Kapatangko kutiko di kampuang ambo meliek kodok nan jauh labiah gadang daripado kodok nan bisaso diliek di tampek tingga kini. Tapi siapa yang akan peduli dengan hanyo kodok gadang di kampuang, mereka lebih peduli jo barang Jepang. Dulu kutiko di kampuang ado hamo wereng pamerintah menyemprotkan racun nan membunuh sebagian binatang dan tumbuhan. Padahal sebenarnya hama tersebut berkembang karena tehnologi pertanian yang memperkenalkan pestisida dan herbisiada. Iko dek awak kurang periksa jua, lebiah banyak mamakai rasa rasa saja. Salam Abraham Ilyas lk. 65 www.nagari.org -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
