Haha... pengalaman pribadi kah...? nan bisa ambo cokok mukasuik dari komen koh, bahwasonyo urang solok [oknum] mamintak penyelesaian / pertanggungjawaban dari wak atas kegagalan nan mereka adok i. padohal indak ado hubungannyo antaro kegagalan mereka samo kesuksesan awak [rang lua solok], seharusnyo samato-mato kegagalan tuh urusan mereka jo keluarga mereka. Batua indak tuh, nan ditangkok dek banak ambo? CMIIW
*Ada yang saya dengar adat kumuah mereka......* aaaa, nan iko yo ndo joleh dek ambo, toloang di pajaleh... apo tuh? -- http://wempi.nokspi.com 2010/12/22 teti murni <[email protected]> > > Tuk Saudara zul amri... > > Menurut saya sih belum pantas......sebelum penduduk asli solok sendiri > (yang dituakan) seperti ninik mamak rangkulah mereka ke jalan yang > benar.......mampaluruihkan anak kemenakan beliau yang tersesat seperti yang > pernah saya temui membawa masalah yang ada di kampung mereka dan minta > diselesaikan oleh saya......APA hubungannya kegagalan mereka dengan saya? > > Apakah saya sukses dengan menyakiti mereka? > Apakah saya sukses dengan sikut kanan sikut kiri mereka? > Apakah saya menolong mereka masuk diempat kerja, jika keluar nantinya harus > dalam keadaan kotor dan dipecat secara tidak hormat? > Apakah saya kuliah dengan biaya dari mereka atau orang tua mereka? > Apakah saya pernah merebut punya mereka? > Apakah biaya hidup saya dari mereka? > Pernahkah saya menumpang dirumah merekp? > Pernah saya punya utang budi pada mereka? > > Semua jawabannya Alhamdulillah tidak pernah.... > > > saya bigung itukan masalah mereka dengan keluarga mereka di kampung kok > mencari tumbal orang luar solok sih? > > Ada yang saya dengar adat kumuah mereka......Itu nan harus dipaluruihkan > lebih dahulu.... > Mana yang Adat basandi Syarak, Syarak Basanding Kitabullah? > > > Salam > > > Teti > > > > --- Pada *Rab, 22/12/10, zul amri <[email protected]>* menulis: > > > Dari: zul amri <[email protected]> > Judul: [...@ntau-net] Catatan kecil tentang Solok > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > Tanggal: Rabu, 22 Desember, 2010, 12:23 AM > > > Sewaktu saya pulkam ke Solok banyak hal yang saya amati , dan telah saya > ungkapkan dalam beberapa buah tulisan di rantaunet , namun masih ada yang > tercecer seperti yang akan saya tuliskan berikut ini : > > > Kota Solok termasuk salah satu kota di Sumbar yang seluruh sektor riel > perekonomian dikuasai dan didominasi oleh urang awak sendiri . Dan tentunya > hal ini berbeda sekali kalau kita bandingkan dengan kota kota lainnya di > Jawa dan Bali . Kenapa hal ini bisa terjadi ? apakah disebabkan oleh bakat > orang awak yang pintar berdagang , dan mengakibatkan orang lain ( Cina ) > sulit masuk kesini . Sepanjang yang saya tahu , semenjak saya kecil memang > keberadaan orang Cina di Solok ini boleh dikata tidak berarti , hanya ada > beberapa keluarga saja , dan setelah 45 tahun berlalu keberadaan orang cina > semakin berkurang , mungkin pindah kedaerah lain atau telah berasimilasi > dengan penduduk setempat yakni melalui perkawinan . Tapi apakah dengan > dikuasainya sektor perekonomian oleh orang awak , terus konsumen atau > pembeli merasa diuntungkan . Ternyata tidak , sebab tabiat orang awak kalau > berdagang belum meniru orang Cina . Orang kita hanya ingin menarik > keuntungan sesaat , jarang yang ingin membangun kesinambungan antara penjual > dan pembeli sebagai langganan tetap , adakalanya berlaku main tembak kalau > tahu pembelinya orang baru . Nah inilah bedanya kalau dibandingkan dengan > orang Cina . Belum lagi tidak seragamnya harga antara satu toko dengan toko > lainnya . Pengalaman saya membuktikan sewaktu saya ingin membeli sebuah > lampu emergency ( maklum PLN ) sering padam . Saya diberitahu oleh seorang > teman kalau harganya antara 120.000 rb sampai 150.000 ribu rupiah . Pas saya > datang kesebuah toko di Pasar Solok , pedagang menawarkan dengan harga > 200.000 rb . Saya bingung mau menawar berapa , akhirnya tidak jadi saya > tawar dan pergi ketoko berikutnya yang hanya berjarak 4 toko dari toko > pertama . Disini pedagang langsung membuka harga dengan 140.000 ribu > setelah saya tawar akhirnya jadi 125.000 rb . Kalau diperhatikan harga > disatu toko dengan toko lainnya begitu besar beda . Dan kalau kita tidak > jeli , besar kemungkinan akan tertipu . Sekarang coba bandingkan dengan > toko Cina yang menjual orderdil kendaraan bermotor misalnya , dimana pun > kita beli harganya hampir sama dan kalau terjadi perbedaan tidak terlalu > banyak . > > Satu lagi yang dari dulu saya amati , sampai kini belum satupun gereja > berdiri di Solok . Dimasa lalu sekitar tahun 1962 pernah saya dengar isu > tentang Kristenisasi dan pendirian gereja disuatu negari di Solok , namun > hal tersebut rupanya hanya sebatas issu , yang sampai kini belum terbukti . > Dan mudahan mudahan hal ini akan tetap bertahan . Kalau NAD disebut dengan > serambi Mekkah , apakah pantas Kota Solok bisa dijuluki dengan Serambi > Madinah ?? Wallahualam . > > > > Wassalam : Zul Amry Piliang , Warga Bali asal Solok. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
