Sanak Wempi satria....

Klo nio di bahas lebih lanjut harus dibahas satuntas2nyo......dipaluruihkan 
bana sampai salasai.....tau ujung pangkanyo......
bia tau asal usulnyo.....ijan tanggung2.....bia indak jadi contoh nan buruak 
bagi nan lain.

Klo manuruik denai itulah mambaleh budi baik urang nan manolong secaro iklas, 
mereka baleh jo caro binatang abis! (tulisan iko akan denai pertanggung 
jawabkan)

Klo caro kumuah tu mari kito tanyo ka nan pake mamasukan urang lua solok ke 
dalam daftar otomatis harus lewat caro mereka. (klo saya tidak mau, saya 
dihancam silih berganti, dipake caro halus) alasannyo karano masalah mereka 
indak salasai mereka kambiang hitamkan orang yang jadi sasaran mereka yang 
otomatis tadi.

Anak urang lua solok nan mereka buek goreng gorengan dibolak baliak semau inyo 
se....klo latihan punyo kerajaan sikumbang zaman saisuk di nagari solok tu se 
lah....
(pelakunyo indak surang doh, ado sekelompok) (itulah kelompok 
perusak/pengontaminasi manusia baik2).

Indak sadonyo urang na bisa mereka dikte dan mereka buek boneka mereka doh.....
manuruik denai nan pernah denai tamui selamo hiduik " SARUSAK2NYO URANG MINANG 
INDAK ADO NAN SARUSAK MEREKA DOH"



Salam


Teti




--- Pada Rab, 22/12/10, Wempi Satria <[email protected]> menulis:

Dari: Wempi Satria <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] Catatan kecil tentang Solok
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 22 Desember, 2010, 1:32 AM

Haha... pengalaman pribadi kah...?

nan bisa ambo cokok mukasuik dari komen koh, bahwasonyo urang solok [oknum] 
mamintak penyelesaian / pertanggungjawaban dari wak atas kegagalan nan mereka 
adok i. padohal indak ado hubungannyo antaro kegagalan mereka samo kesuksesan 
awak [rang lua solok], seharusnyo samato-mato kegagalan tuh urusan mereka jo 
keluarga mereka.


Batua indak tuh, nan ditangkok dek banak ambo? CMIIW

Ada yang saya dengar adat kumuah mereka......
aaaa, nan iko yo ndo joleh dek ambo, toloang di pajaleh... apo tuh?

-- 
http://wempi.nokspi.com



2010/12/22 teti murni <[email protected]>



Tuk Saudara zul amri...

Menurut saya sih belum pantas......sebelum penduduk asli solok sendiri (yang 
dituakan)  seperti ninik mamak rangkulah mereka ke jalan yang 
benar.......mampaluruihkan anak kemenakan beliau yang tersesat seperti yang 
pernah saya temui membawa masalah yang ada di kampung mereka dan minta 
diselesaikan oleh saya......APA hubungannya kegagalan mereka dengan saya?



Apakah saya sukses dengan menyakiti mereka?
 Apakah saya sukses dengan sikut kanan sikut kiri mereka? 
Apakah saya menolong mereka masuk diempat kerja, jika keluar nantinya harus 
dalam keadaan kotor dan dipecat secara tidak hormat?


Apakah saya kuliah dengan biaya dari mereka atau orang tua mereka?
Apakah saya pernah merebut punya mereka?
Apakah biaya hidup saya dari mereka?
Pernahkah saya menumpang dirumah merekp?
Pernah saya punya
 utang budi pada mereka?

Semua jawabannya Alhamdulillah tidak pernah....


saya bigung itukan masalah mereka dengan keluarga mereka di kampung kok mencari 
tumbal orang luar solok sih? 

Ada yang saya dengar adat kumuah mereka......Itu nan harus dipaluruihkan lebih 
dahulu....


Mana yang Adat basandi Syarak, Syarak Basanding Kitabullah?


Salam


Teti



--- Pada Rab, 22/12/10, zul amri <[email protected]> menulis:



Dari: zul amri <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Catatan kecil tentang Solok


Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 22 Desember, 2010, 12:23 AM





Sewaktu saya pulkam  ke
Solok banyak hal yang saya amati , dan telah saya ungkapkan dalam beberapa buah
tulisan di rantaunet , namun masih ada yang tercecer seperti yang akan saya
tuliskan berikut ini : 



Kota Solok
termasuk salah satu kota
di Sumbar yang seluruh sektor riel perekonomian dikuasai dan didominasi oleh
urang awak sendiri . Dan tentunya hal ini berbeda sekali kalau kita bandingkan
dengan kota kota
lainnya di Jawa dan Bali . Kenapa hal ini bisa
terjadi ? apakah disebabkan oleh bakat orang awak yang pintar berdagang , dan
mengakibatkan orang lain ( Cina ) sulit masuk kesini . Sepanjang yang saya tahu
, semenjak saya kecil memang keberadaan orang Cina di Solok ini boleh dikata
tidak berarti , hanya ada beberapa keluarga saja , dan setelah 45 tahun berlalu
keberadaan orang cina semakin berkurang , mungkin pindah kedaerah lain atau
telah berasimilasi dengan penduduk setempat yakni melalui perkawinan . Tapi
apakah dengan dikuasainya sektor perekonomian oleh orang awak , terus konsumen
atau pembeli merasa diuntungkan . Ternyata tidak , sebab tabiat orang awak
kalau berdagang belum  meniru orang Cina . Orang kita hanya ingin menarik
keuntungan sesaat , jarang yang ingin membangun kesinambungan antara penjual dan
pembeli sebagai langganan tetap , adakalanya berlaku main tembak kalau tahu
pembelinya orang baru . Nah inilah bedanya kalau dibandingkan dengan orang Cina
. Belum lagi tidak seragamnya harga antara satu toko dengan toko lainnya .
Pengalaman saya membuktikan sewaktu saya ingin membeli sebuah lampu emergency (
maklum PLN ) sering padam . Saya diberitahu oleh seorang teman kalau harganya
antara 120.000 rb sampai 150.000 ribu rupiah . Pas saya datang kesebuah toko di
Pasar Solok , pedagang menawarkan dengan harga 200.000 rb . Saya bingung mau
menawar berapa , akhirnya tidak jadi saya tawar dan pergi ketoko berikutnya
yang hanya berjarak 4 toko dari toko pertama . Disini pedagang  langsung
membuka harga dengan 140.000 ribu setelah saya tawar akhirnya jadi 125.000 rb .
Kalau diperhatikan harga disatu toko dengan toko lainnya begitu besar beda .
Dan kalau kita tidak jeli , besar kemungkinan akan tertipu  . Sekarang
coba bandingkan dengan  toko Cina yang menjual orderdil kendaraan bermotor
misalnya , dimana pun kita beli harganya hampir sama dan kalau terjadi
perbedaan tidak terlalu banyak .

Satu lagi
yang dari dulu saya amati , sampai kini belum satupun  gereja berdiri di
Solok . Dimasa lalu sekitar tahun 1962 pernah saya dengar isu tentang 
Kristenisasi
dan pendirian gereja disuatu negari di Solok , namun hal tersebut rupanya hanya
sebatas issu , yang sampai kini belum terbukti . Dan mudahan mudahan hal ini
akan tetap bertahan  . Kalau NAD disebut dengan serambi Mekkah , apakah
pantas Kota Solok bisa dijuluki  dengan Serambi Madinah ?? Wallahualam .

 

Wassalam
: Zul Amry Piliang , Warga  Bali asal
Solok.




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~



* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet



- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.








-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~



* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet



- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.









-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke