Janji Allah tak mernah melesetm
Allah SWT berfirman "Inna nahnu nazzalna wainna lahu lahafizun" sesungguhnya
kami yg menurunkan Alquran itu dan sungguh kami pula yg memeliharanya.
Alquran yg sesungguhnya berada di Loh Mahfuz sana disamping 'Arasy Allah,
sementara di bumi dia berada pada kitab-kitab Alquran yg tertulis dan pada
orang-orang yang menghafalnya atau yg disebut hafiz (orang yg menjaga Alquran).
Hafiz tentu dalam arti yang sesungguhnya, menjaga bacaannya, menjaga
kesuciannya, menjaga utk melaksanakan isinya, itulah hafiz yg sesungguhnya,
tidak. Hanya sekedar hafal bacaanya.
Orang yg hafiz Alquran dia adalah kitap suci Allah yg hidup yg bergerak dan
berjalan dan orang ini sersuai janji Allah pasti akan dipelihara dunia akherat.
Kaum muslimin yg berbahagia, ada 4 kewajiban kita terhadap Alquran :
1. Wajib belajar membaca Alquran
2. Wajib membaca Alquran
3. Wajib memahami isi kandungan
Alquran
4. Wajib mengamalkan isi kandu
ngan Alquran.
Namun dalam kenyataannya sekarang yg terjadi orang sll menomor duakan
pendidikan Alquran atau pendidikan agama anaknya, untuk menyekolahkan anak
apapun akan dilakukan orang supaya berprestasi, tetapi pendidikan Alquran
hnyalah syarat sebatas bisa membacanya itupun ttp nomor dua,
Untuk membaca koran menonton tv membaca email orang punya waktu yg cukup malah
berlebih, tapi sayang utk membaca Alquran tidak punya waktu, sangatlah naif dan
memalukan ketika orang sdh berumur diatas 50 tahun ditanya sudah berapa kali
khatam Alquran dia menjawab baru 5 kali atau mungkin kurang dari itu atau belum
pernah sama sekali, tapi kita masih mengaku beriman kepada Alquran.
Untuk memahami Alquran saat ini sdh sangat gampang begitu banyaknya tafsir
Alquran bertebaran dimana-mana dengan harga yang beragam, tapi boleh kita lihat
dirumah seorang muslim entah ada entah tidak mereka menaruh tafsir ini,
kalaupun ada paling banyak 1 dari yg seharusnya masig2 satu perkepala , lalu
entah kapan pula waktu untuk memabca dan mempelajariya.
Sementara buku umum majalah, koran bahkan komik dan nofel yang mungkin bisa
menyesatkan kita bertumpuk dirumah kita.
Kalau kita tidak belajar membaca Alquran bagaimana kita akan membacanya, dan
kalau kita tidak menyediakan waktu untuk membaca dan memahaminya bagaimana bisa
kita mengamalkannya.
Salam
Afrijon Ponggok KBB
43, Sdg dlm perjalanan menuju sumbar.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Arman Bahar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 24 Dec 2010 03:45:00
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] KEMATIAN dalam ISLAM
Assalamualaikum ww
Suatu hari lebih kurang 2 minggu setelah tsunami Aceh, disekitar komplek pasar
tidak jauh dari Mesjid Raya Banda Aceh sayup2 tercium bau harum yang kadang
berganti dengan bau bangkai manusia dan hewan2 lain yang belum sempat
diketemukan atau kalau sudah diketemukan tapi belum sempat diangkat dan
diangkut
oleh petugas (biasanya Marinir atau Brimob), seorang relawan penasaran dengan
bau harum selintas2 itu sambil terus juga mengais dan mem-balik2 kayu2an dan
sampah disekitar bauan harum itu dia menemukan sesosok jenazah wanita yang
tertimbun potongan kayu2 papan bahkan pohon2 perdu yang telah tercerabut
Setelah semua kayu2 dan papan2 serta material lainnya disingkirkan jelaslah
terlihat terbujur sosok itu adalah jenazah seorang wanita, kayaknya dari
sinilah
sumber bau harum selayang2 itu dan ajaibnya tubuh tersebut masih utuh tanpa
cacat atau tanpa mengalami proses pembusukan sama sekali sebagaimana layaknya
bangkai2 manusia lainnya yang sudah membusuk dan gembung berair bahkan ada yang
sudah meletus selaput kulit perutnya galibnya mayat atau bangkai yang sudah
lebih dua minggu terlantar
Orang mulai datang berkerubung melihat jenazah tersebut, tidak beberapa lama
kemudian salah seorang dari mereka berteriak mengenal jenazah tersebut, dari
situlah keluarga atau ahlul bait jenazah wanita tersebut dijemput dan seorang
ibu mengenali jenazah tersebut sebagai anaknya dan beramai2 orang mengantar
jenazah tersebut kerumah duka
Dari sang ibu ini diketahui bahwa anak perempuannya yang sudah menjadi jenazah
yang mengeluarkan aroma tidak busuk layaknya jenazah yang masih baru ditinggal
rohnya beberapa jam yang lalu itu adalah seorang Hafidzah Alquran
Subhanallah, dia adalah seseorang yang setiap hari membaca Alquran dan
menghapalnya dan mengajarkannya kepada orang lain terutama anak2 gadis
tetangganya, tubuhnya sudah bak Alquran berjalan saja layaknya
Subhanallah, jenazahnya diselamatkan oleh Allah Yang Maha Pemurah dari
kenistaan
bahkan auratnya tertutup rapi masih lengkap dengan jilbab yang masih terpasang
utuh tidak robek tidak tergerajai tidak tersimbah sedikitpun sedikitpun
pertanda
dia memang teliti dan tidak cayah meyebeng2kan auratnya semasa hidup, Allah
menjaga auratnya sekalipun dia sudah tidak berdaya sama sekali bahkan
mengeluarkan semilir harum yang memkomunikasikan keberadaannya dibawah puing2
tsunami sehingga ada orang yang penasaran dan berusaha mencari sumber bau harum
itu
Bandingkan dengan mayat2 lain bahkan ada yang sudah tidak selembar benangpun
dijumpai dan tentu saja sangat busuk layaknya bau bangkai manusia apalagi
setelah lebih 2 minggu terlantar, masker sebaik apapun masih tidak sanggup
menahan bau menusuk hidung sampai ke benak itu
Sanak & mamak nan dirahmati Allah, mari kita yakini bahwa sebaik2 bekal untuak
kadibaok mati adalah membaca Alquran
wasalam
abp58
(Tentu saja layak terima kasih se-tinggi2nya dihaturkan kepada satuan2 khusus
yang telah ditugaskan mencari dan mengumpulkan dengan kantong2 jenazah serta
menguburkan mayat2 terlantar itu walau berupa kuburan massal)
________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: rantaunet <[email protected]>
Terkirim: Jum, 24 Desember, 2010 15:38:19
Judul: Re: Bls: Bls: [...@ntau-net] KEMATIAN dalam ISLAM
Selimut Putih,
Sebuah judul lagu qasidah nan paralu direnungkan, marindiang bulu ambo mambaco
sya'r lagu selimut putih nan Mak AB tuliskan tu, takana diambo wakatu jadi
Remaja Masjid saisuak kalau lah ado anak tim rebana malagukan lagu iko banyak
nan tuo2 manangih dek takana iduik kamati.
Tks
Afrijon Ponggok KBB
43, Pekanbaru
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: Arman Bahar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 24 Dec 2010 00:24:29 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Bls: Bls: [...@ntau-net] KEMATIAN dalam ISLAM
Nan takuik mati biasonyo nan alun ado persiapan dan cinta dunia, cameh tibo,
sagalo doso parbuatan saisuak ditayang ulang, lah tabayang ringan timbangan
amal, barek timbangan doso, baa lai wakatu lah kasip, sesal kemudian tidak
berguna
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbaring dipembaringan
Seluruh tubuh akan menggigil
Sekujur badan akan kedinginan
Biasonyo kan iyo ujuang2 kaki camaik (calon maik) mulai taraso dingin, cubolah
rosok kok alun pernah malapeh "urang ka pai"
Ka baa lai kok nan punyo tu bana datang manjapuik, nan mananam tu bana datang
mambucuik
Janganlah mau di-sanjung2
Engkau digelar manusia agung
Jikalau ada amal didunia
Itulah hanya pembela kita
Datang masanya insyaflah diri
Selimut putih pembalut badan
Tinggal semua yang dikasihi
Kanalah diri sapanjang hari
Muhasabahlah sebelum tidur, evaluasi apa yang sudah diperbuat hari ini untuk
persiapan menghadapi mati
wasalam
abp58
camaik juga
________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: rantaunet <[email protected]>
Terkirim: Jum, 24 Desember, 2010 14:51:11
Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] KEMATIAN dalam ISLAM
Wa'alaikum salam WW
"Kullu nafsin za ikatul maut", baitu baitu bunyi nyo ayat satiok nan banyao
pasti kamati indak kaka di duniya, aja sampai janjian tibo umua habih wakatu
datang indaklah sia kamanolong antah kok amal awak surang.
Kalaulah mauik nan katibo sadatik ndak dapek tundo saminik ndak bisa capek,
tibo
izrail jo umanaik datang manjapuik nyawa kito, japuik nangko japuik tabao indak
kabaliak baliak lai hanyo pertangung jawaban nan ditunggu io di mahsar
ajalullah, sasuia bana bak Firman Allah : "Izaja aajaluhum layastakhiru sa'atan
walayastaqdim"
Nan mati pasti ka datang dan kito memang ndak paralu takuik mati tapi ndak
buliah pulo mancari mati namun harus siap satiok saat untuak mati, sasuai jo
hadis mangatokan nan aratinyo : "bila kamu berada pada pagi hari ingatlah
seolah-olah kamu akan mati nanti sere, dan jika kamu berada pada sere hari
ingatlah seolah-olah kamu akan mati besok pagi.
Nan pantiang dek kito ikuiklah suruah hantian tagah pabanyak amalan jo pahalo
istighfar jan lupo tiok hari kurangi cinto kadunia.
Diujung kehidupan ada kematian sedangkan kematian itu bukanlah akhir dari
kehidupan namun dia adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Marulah kita persiapkan diri untuk menyongsong kematian yang pasti datang demi
kehidupan yang haqiqi,
Salam
Afrijon Ponggok KBB
43, Pekanbaru
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: Arman Bahar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 23 Dec 2010 22:49:54 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Bls: [...@ntau-net] KEMATIAN dalam ISLAM
Assalamualaikum ww
Suai!
Kok mandanyuik ka ubun2
Manyentak ka mato kaki
Mato ijau angok pun lapeh
Bapindah duya ka akhirat
Bacarai nyao dari badan
Sakik lah badan dalam kubua
Sangketo lapeh ka padang masha
Hangek cahayo tiang arasy
Jatuah baserak dalam narako
Dilambuik malaikat panjago
Naudzubillahi mindzaliq
Tapi samantangpun baitu
Kok lai suruah bakarajoan
Tagah lai bahantian
Alquran jo Sunnah Rasulullah jadi pidoman
Sapanjang pituah guru2 kito
Eloklah masuaknyo punco ka hulu
Bilangan duya koknyo sampai
Janji Akhiraik koknyo tibo
Pasan nagari konyo datang
Dari datiak nan sadatiak
Hinggo langkah nan salangkah
Sampai barembang hari nan patang
Bapindah bana duya ka akhirat
Bacarai banalah nyao dari badan
Sananglah badan didalam kubua
Nak sampai bana sangketo ka padang masha
Lindok cahayo tiang arasy
Sampailah kito kapintu sarugo
Disambuik Rasulullah nan sadang basandiang jo Siti Khadijah
Insya Allah
Selamat Hilang tahun bagi yang merayakan
wasalam
abp58
________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 24 Desember, 2010 12:21:53
Judul: [...@ntau-net] KEMATIAN dalam ISLAM
Khotbah Jum'at disalah-satu mesjid di Balikpapan siang ini cukup menyentuh
Karena masih banyak diantara kita yang belum menyadari dan mengaplikasikan
bahwa sesungguhnya masalah MAUT adalah Hak Prerogatif Allah
Berapa banyak kita temui,keluarga, teman dan relasi kita yang sama2 sarapan
tadi
pagi,beberapa waktu kemudian dikabarkan telah wafat
Dilain pihak sejumlah orang yang telah beberapa tahun tergeletak sakit bahkan
sampai koma, belum dijemput Allah
Dalam setiap acara Ulang Tahun, selalu kita ucapkan Semoga Panjang Umur
Padahal kenyataannya, sisa hidup yang bersangkutan makin berkurang
Oleh sebab itu hendaknya :
1. Janganlah kita TAKUT MATI, karena semua makhluk akan mengalaminya
2. Untuk itu jangan mencoba LARI dari KEMATIAN. Karena itu pekerjaan yang
sia-sia
3. Tapi jangan sia-siakan hidup dan MENCARI KEMATIAN. Karena perbuatan teledor
dan bunuh diri tidak disukai ALLAH
4. Hendaknya kita selalu mempersiapkan APA yang DIBAWA MATI
Jadi selalulah kita introspeksi dan melakukan analisa.
Bagaimana persiapan kita : " Menunggu Kematian itu"
---TR
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.