"Padahal, jika publik Indonesia mau memakai kacamata lebih bening, khususnya menyangkut kasus nyanyian, tarian, dan tradisi budaya lain, terlihat bahwa semua itu justru mencerminkan hegemoni budaya Indonesia atas Malaysia." "Jika cara pandang ini yang dipakai, Indonesia tidak perlu ribut dengan Malaysia, malah seharusnya berbangga. Akibatnya, pada tahap ini, masuknya sentimen politik yang mengambil bentuk semacam nasionalisme yang kasar di kalangan masyarakat Indonesia ke dalam pertarungan sepak bola seolah-olah tidak lagi terelakkan."
Prof Azyumardi Azra, "Sepak Bola dan Katarsis Sosial-Politik", Kompas, Jumat, 24 Desember 2010 | 03:00 WIB http://cetak.kompas.com/read/2010/12/24/03005486/sepak.bola.dan.katarsis.sos ial-politik Wassalam, HDB-SBK (L, 67+), Depok -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
