112 DETIK YANG MEMATIKAN
 
Oleh : Ir. Andi Jupardi
 
Spirit ini dilakoni oleh anak-anak Manchester United (MU) ketika mereka 
menjuarai Liga Champion Tahun 1999 dengan mengkandaskan impian anak-anak Bayern 
Munchen, ketika kemenangan didepan mata lenyap seketika hanya dalam waktu 112 
DETIK !!!!!
 
Dunia Pers mencatat pertandingan yang Dramatis tersebut sebagai sebuah mukjizat 
dan 112 detik yang mematikan. Saya adalah saksi hidup pertandingan yang 
dramatis 
tersebut. Dan saya akan mencoba mengenang kembali pertandingan yang dramatis 
tersebut di tahun 1999 

 
Kamis, 27 Mei 1999 jam 1.30 Dinihari WIB, ketika Istri dan anak-anak saya 
tertidur lelap, saya telah berada didepan TV (RCTI) untuk menyaksikan secara 
lansung pertandingan Final Piala Champion yang mempertemukan dua Klub Raksasa 
Eropa yaitu “Red Devil” Manchester United dengan “FC Hollywood” Bayern Munchen.
 
Partai Puncak tersebut berlansung di stadion kebanggaan warga Barcelona yaitu 
Nou Camp.Pertandingan dipimpin oleh wasit yang disegani didunia bola si plontos 
dari Itali Pierlugi Colina.
 
Hampir 90 menit berlalu, mati-matian David Beckham, Gerry Nevile, Ryan Giggs 
dan 
kawan-kawan berjuang.Mereka tidak berhasil menyusul ketinggalan 1 gol yang 
dibuat pemain Bayern Mario Basler.Colina melirik jam tangannya tanda akan 
berakhir pertandingan Final tersebut itu artinya Bayern Munchenlah menjadi 
Juara 
Piala Champhion tahun 1999.
 
Waktu seperti berbelas kasih pada anak-anak MU, official UEFA dipinggir 
lapangan 
mengangkat papan waktu digital tertera angka 3, ya ada extra time selama 3 
menit 
diluar waktu normal.
 
”Mustahil dalam sisa waktu tiga menit itu MU akan menyusul ketinggalannya saya 
sudah bersiap-siap menerima kekalahan ini.Berulang kali saya katakana pada diri 
saya sendiri.Alex peganglah harga dirimu, tahun ini memang bukan milikmu” tutur 
Alex Ferguson Manejer MU.
 
Peter Scheimecel pun disisa menit pertandingan dengan raut wajah sedih didepan 
gawang, dalam pikirannya habis sudah harapannya mengakhiri karir delapan tahun 
bersama MU dengan juara Piala Champhion. 

 
Ketika teman-temannya memperoleh tendangan sudut. Ia berlari kedepan  “Tidak 
ada 
harapan saya akan menyentuh bola, saya hanya ingin menambah chaos di daerah 
penalty lawan” Who Know ..begitu Scheimecel membathin
 
Menit 90 : 25 tendangan sudut yang diambil oleh David Beckham dari sisi kanan 
pertahanan Bayern. Bola melambung kearah kotak penalty,  jatuh dikaki Ryan 
Giggs, lalu melesat liar dari kakinya menuju Teddy Sheringham…dengan tendangan 
kaki kanannya …tidak terlalu keras tapi bola terarah ke tiang jauh sebelah 
kanan 
penjaga gawang Bayern Munchen Oliver Kahn.,.…GOOOOLLLL 1-1 di menit 90 : 35
 
 
Pemain Bayern baik yang dilapangan maupun di bangku cadangan tertunduk 
lesu..lemah lunglai.Dibawah sorot kamera TV betapa jelas dibangku cadangan 
wajah 
pemain veteran Lothar Mattheus begitu sedih seakan tidak perjaya.
Kemenangan didepan mata hilang dalam sekecap, walaupun masih ada perpanjangan 
waktu mungkin itulah rasanya penyelesaian yang adil buat anak-anak Bayern.
 
Wasit Colina belum juga meniup pluit panjang, andaikan berbunyi pluit panjang 
mungkin tidak akan terjadi Absurditas…kemustahilan yang menggetarkan dan 
membuat 
orang seperti dialam mimpi.
 
Detik waktu bergerak begitu cepat, Menit 92 : 15 kembali anak MU mendapatkan 
tendangan sudut, bola kembali dilambungkan oleh David Bechkam dari pojok yang 
sama ketika gol balasan terjadi. Bola disambut oleh Teddy Seringham dan 
meneruskannya pada si “Baby Face” Ole Gunnar Solskjaer yang berada sekitar 2 
meter dimulut gawang Kahn dan itu artinya gawang didepan Solskjaer begitu 
menganga.Dengan kaki kanan Solkjaer merobek gawang Oliver Kahn  dimenit 92 : 
17….2-1
 
Stadion Nou Camp seakan mau pecah oleh teriakan gemuruh dan histeris suporter 
MU. Hanya dalam 112 detik dua gol itu terjadi, hampir tidak ada yang perjaya 
dan 
ini ibaratnya hidup di dunia dongeng, saat itu Fans MU meyakini pada final 
tersebut hadir Roh Sir Matt Busby pelatih legendaris MU yang dihormati oleh 
masyarakat Inggris bagaikan orang suci ikut bermain malam itu.
 
“Hari ini menjadi hari kelahiran kembali Sir Matt Busby, saya kira dia bermain 
dan menendang bola bagi kami disaat-saat yang dramatis tersebut “ kata Alex 
Ferguson.
 
Sementara kubu MU bersorak sorai kubu Bayern menangis, Kita bisa saksikan 
Sammuel Koffour pemaian belakang menggelepar-gelepar..meraung sepertinya dia 
telah melakukan kesalahan yang amat besar sepanjang karirnya di sepak bola.
Begitu tangguh dan gagahnya Dia di 90 menit untuk mengamankan satu gol Bayern  
dengan menjaga setiap jengkal daerah pertahanannya yang diserang habis-habisan 
oleh anak-anak MU. Tetapi nasib berkata lain,  hanya 112 detik  kemenangan yang 
didambakannya hilang begitu saja.
 
Disudut lain dibawah sorot lampu dan kamera si raksasa Plontos Carsten Jancker 
menangis seperti anak kecil, dalam hatinya mungkin menyesali mengapa bola hasil 
tendangan saltonya mental oleh tiang gawang yang dijaga Scheimeichel.
 
Omar Hitzfield pelatih kawakan di Eropa berkata : Sungguh suatu kekalahan yang 
tidak tertanggungkan, gol balasan pertama masih bisa kami terima, sudahlah kami 
berjuang lagi dalam perpanjangan waktu, Gol kedua terjadi sungguh ini hanya 
bisa 
kami terima sebagai nasib tragis
 
Kami memang tidak beruntung, selamat buat Manchester United, mereka pantas 
menang, mereka tidak menyerah dalam berjuang. Sebuah sikap sportif yang patut 
ditiru, Hitzfield tidak mengkambing hitamkan siapapun atas kekalahan yang 
diderita anak asuhnya…dan pada kenyataan kekalahan tersebut  begitu menyakitkan.
 
Menurut Ferguson kunci sukses MU terletak pada pemainnya yang tidak menyerah, 
dan tekad itu adalah SPIRIT….semangat pantang menyerah sebelum segala 
sesuatunya 
berakhir.
 
Jika kita simak kata-kata Ferguson tersebut dalam situasi penuh tekanan yang 
membuat Frustasi yang tersisa hanya sebuah Spirit yang tidak kenal lelah.
 
Bagi Ferguson kemenangan anak asuhnya adalah wujud kemenangan HUMAN SPIRIT dan 
mereka pantas dijuluki The True Champhions of Human Spirit.
 
Betapa dahsyat.dan .fenomenal kekuatan Spirit anak manusia sehingga membuat 
yang 
mustahil menjadi tidak mustahil ….Imposible is Nothing….
 
Seperti kata kolumnis bola Sindhunata “Ini bukan anugrah Cuma-Cuma nasib kepada 
anak manusia, tetapi penghargaan terhadap nasib itu sendiri, terhadap mereka 
yang telah berjuang dengan penuh susah payah”
 
The Dream Come True..ya..Mimpi menjadi kenyataan..lirik tersebut sering kita 
dengar dinyanyian cinta anak manusia yang sedang kasmaran. Malam panjang di 
Jantung kota Barcelona anak-anak MU mendendangkan lirik lagu tersebut., .malam 
itu mereka bukan bermimpi..tapi mereka berada dalam alam nyata, ..dengan Spirit 
mereka meraih Tropi Liga Champhion tahun 1999.Manajer Alex Ferguson bolehlah 
berbangga hati atas pencapaian prestasi ini,  Ratu Elisabet atas nama Kerajaan 
memberikan gelar kehormatan “Sir”. Dan  Ferguson pria asal Skotlandia ini bisa 
mensejajarkan dirinya dengan pendahulunya  Sir Mat Busby manajer yang membawa 
MU 
meraih Tropi liga Champhion tahun 1968.
 
Malam itu ada yang bersuka dan ada yang berduka, Suka bagi Peter Scheimecel 
dengan spirit….maju kedepan gawang lawan, diakhir karirnya telah mencapai 
perolehan yang paling tinggi di dunia sepak bola professional antar klub Eropa 
yaitu Juara Piala Champhion bersama Manchester United yang telah dia bela 
selama 
8 musim.
 
Duka bagi pemain veteran Lothar Matheus sebagai pemain yang malang melintang di 
Dunia Sepak bola dan telah mencicipi berbagai gelar bergengsi seperti Juara 
Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Timnas Jerman serta juara liga bersama klub 
yang dia bela diantaranya Intermilan dan Bayern Munchen diakhir karir piala 
Champhion lepas dari genggaman dengan cara yang menyakitkan dan itu menjadi 
catatan sejarah hidupnya sebagai pemain sepak bola kenamaan..ya sebuah catatan 
yang pahit…dan membekas dihatinya.
 
Televisi telah saya matikan, saya coba beranjak ke peraduan dimana anak dan 
istri saya tertidur pulas dengan mimpinya pada bulai Mei 1999 tersebut. 

 
Tadi malam ketika tulisan ini saya siapkan, saya mencoba menatap keempat anak 
saya yang tertidur nyenyak…apakah mereka nantinya mempunyai Spirit pantang 
menyerah dalam menghadapi hidup…entahlah..hanya perjalanan waktu yang akan 
menjawab.
 
Semenjak tahun 1989 (AC Milan vs Steu Bucharest) **) final liga Champion selalu 
saya tonton secara Live di Televisi sampai 2006.
 
Dari semua partai Final tersebut sungguh…Final Tahun 1999 adalah sebuah 
pertandingan Bola yang Dramatis, memmesona dan sensasional.
 
Begitulah Bola selalu ada sisi lain dari permainan yang diciptakan anak manusia 
di dunia ini.Seperti bola  yang bergerak kemana dia suka bahkan kadang-kadang 
susah dikendalikan. Bagaikan bola-bola nasib yang kadang-kadang susah dan  
sulit 
diraiah.
 
Semuanya tergantung aktor dibelakang bola-bola nasib tersebut yaitu anak 
manusia, kemana dia menggelinding nasib  dengan semangat pantang menyerah, 
berusaha keras, pasrah dan berdoa pada sang Khalik sehingga memberikan makna 
bagi hidup yang dijalani dimuka bumi ini…….atau hanya pasrah..menerima 
kenyataan 
hidup…? Kata orang bijak Nasib itu wajib kita lawan dan kalahkan…sehingga dia 
memberikan nilai bagi hidup kita.
 
 
Pekanbaru, 5 Pebruari 2007


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke