Iko da Jepe kan ?

Salam

andiko

Pada 28 Desember 2010 16.16, Reni Sisri Yanti <[email protected]> menulis:

> *112 DETIK YANG MEMATIKAN*
>
> *  *
>
> *Oleh : Ir. Andi Jupardi*
>
>
>
> Spirit ini dilakoni oleh anak-anak Manchester United (MU) ketika mereka
> menjuarai Liga Champion Tahun 1999 dengan mengkandaskan impian anak-anak
> Bayern Munchen, ketika kemenangan didepan mata lenyap seketika hanya dalam
> waktu 112 DETIK !!!!!
>
>
>
> Dunia Pers mencatat pertandingan yang Dramatis tersebut sebagai sebuah
> mukjizat dan 112 detik yang mematikan. Saya adalah saksi hidup pertandingan
> yang dramatis tersebut. Dan saya akan mencoba mengenang kembali pertandingan
> yang dramatis tersebut di tahun 1999
>
>
>
> Kamis, 27 Mei 1999 jam 1.30 Dinihari WIB, ketika Istri dan anak-anak saya
> tertidur lelap, saya telah berada didepan TV (RCTI) untuk menyaksikan secara
> lansung pertandingan Final Piala Champion yang mempertemukan dua Klub
> Raksasa Eropa yaitu “Red Devil” Manchester United dengan “FC Hollywood”
> Bayern Munchen.
>
>
>
> Partai Puncak tersebut berlansung di stadion kebanggaan warga Barcelona
> yaitu Nou Camp.Pertandingan dipimpin oleh wasit yang disegani didunia bola
> si plontos dari Itali Pierlugi Colina.
>
>
>
> Hampir 90 menit berlalu, mati-matian David Beckham, Gerry Nevile, Ryan
> Giggs dan kawan-kawan berjuang.Mereka tidak berhasil menyusul ketinggalan 1
> gol yang dibuat pemain Bayern Mario Basler.Colina melirik jam tangannya
> tanda akan berakhir pertandingan Final tersebut itu artinya Bayern
> Munchenlah menjadi Juara Piala Champhion tahun 1999.
>
>
>
> Waktu seperti berbelas kasih pada anak-anak MU, official UEFA dipinggir
> lapangan mengangkat papan waktu digital tertera angka 3, ya ada extra time
> selama 3 menit diluar waktu normal.
>
>
>
> ”Mustahil dalam sisa waktu tiga menit itu MU akan menyusul ketinggalannya
> saya sudah bersiap-siap menerima kekalahan ini.Berulang kali saya katakana
> pada diri saya sendiri.Alex peganglah harga dirimu, tahun ini memang bukan
> milikmu” tutur Alex Ferguson Manejer MU.
>
>
>
> Peter Scheimecel pun disisa menit pertandingan dengan raut wajah sedih
> didepan gawang, dalam pikirannya habis sudah harapannya mengakhiri karir
> delapan tahun bersama MU dengan juara Piala Champhion.
>
>
>
> Ketika teman-temannya memperoleh tendangan sudut. Ia berlari kedepan
>  “Tidak ada harapan saya akan menyentuh bola, saya hanya ingin menambah
> chaos di daerah penalty lawan” Who Know ..begitu Scheimecel membathin
>
>
>
> Menit 90 : 25 tendangan sudut yang diambil oleh David Beckham dari sisi
> kanan pertahanan Bayern. Bola melambung kearah kotak penalty,  jatuh dikaki
> Ryan Giggs, lalu melesat liar dari kakinya menuju Teddy Sheringham…dengan
> tendangan kaki kanannya …tidak terlalu keras tapi bola terarah ke tiang jauh
> sebelah kanan penjaga gawang Bayern Munchen Oliver Kahn.,.…GOOOOLLLL 1-1di 
> menit 90
> : 35
>
>
>
>
>
> Pemain Bayern baik yang dilapangan maupun di bangku cadangan tertunduk
> lesu..lemah lunglai.Dibawah sorot kamera TV betapa jelas dibangku cadangan
> wajah pemain veteran Lothar Mattheus begitu sedih seakan tidak perjaya.
>
> Kemenangan didepan mata hilang dalam sekecap, walaupun masih ada
> perpanjangan waktu mungkin itulah rasanya penyelesaian yang adil buat
> anak-anak Bayern.
>
>
>
> Wasit Colina belum juga meniup pluit panjang, andaikan berbunyi pluit
> panjang mungkin tidak akan terjadi Absurditas…kemustahilan yang menggetarkan
> dan membuat orang seperti dialam mimpi.
>
>
>
> Detik waktu bergerak begitu cepat, Menit 92 : 15 kembali anak MU
> mendapatkan tendangan sudut, bola kembali dilambungkan oleh David Bechkam
> dari pojok yang sama ketika gol balasan terjadi. Bola disambut oleh Teddy
> Seringham dan meneruskannya pada si “Baby Face” Ole Gunnar Solskjaer yang
> berada sekitar 2 meter dimulut gawang Kahn dan itu artinya gawang didepan
> Solskjaer begitu menganga.Dengan kaki kanan Solkjaer merobek gawang Oliver
> Kahn  dimenit 92 : 17….2-1
>
>
>
> Stadion Nou Camp seakan mau pecah oleh teriakan gemuruh dan histeris
> suporter MU. Hanya dalam 112 detik dua gol itu terjadi, hampir tidak ada
> yang perjaya dan ini ibaratnya hidup di dunia dongeng, saat itu Fans MU
> meyakini pada final tersebut hadir Roh Sir Matt Busby pelatih legendaris MU
> yang dihormati oleh masyarakat Inggris bagaikan orang suci ikut bermain
> malam itu.
>
>
>
> “Hari ini menjadi hari kelahiran kembali Sir Matt Busby, saya kira dia
> bermain dan menendang bola bagi kami disaat-saat yang dramatis tersebut “
> kata Alex Ferguson.
>
>
>
> Sementara kubu MU bersorak sorai kubu Bayern menangis, Kita bisa saksikan
> Sammuel Koffour pemaian belakang menggelepar-gelepar..meraung sepertinya dia
> telah melakukan kesalahan yang amat besar sepanjang karirnya di sepak bola.
>
> Begitu tangguh dan gagahnya Dia di 90 menit untuk mengamankan satu gol
> Bayern  dengan menjaga setiap jengkal daerah pertahanannya yang diserang
> habis-habisan oleh anak-anak MU. Tetapi nasib berkata lain,  hanya 112
> detik  kemenangan yang didambakannya hilang begitu saja.
>
>
>
> Disudut lain dibawah sorot lampu dan kamera si raksasa Plontos Carsten
> Jancker menangis seperti anak kecil, dalam hatinya mungkin menyesali mengapa
> bola hasil tendangan saltonya mental oleh tiang gawang yang dijaga
> Scheimeichel.
>
>
>
> Omar Hitzfield pelatih kawakan di Eropa berkata : Sungguh suatu kekalahan
> yang tidak tertanggungkan, gol balasan pertama masih bisa kami terima,
> sudahlah kami berjuang lagi dalam perpanjangan waktu, Gol kedua terjadi
> sungguh ini hanya bisa kami terima sebagai nasib tragis
>
>
>
> Kami memang tidak beruntung, selamat buat Manchester United, mereka pantas
> menang, mereka tidak menyerah dalam berjuang. Sebuah sikap sportif yang
> patut ditiru, Hitzfield tidak mengkambing hitamkan siapapun atas kekalahan
> yang diderita anak asuhnya…dan pada kenyataan kekalahan tersebut  begitu
> menyakitkan.
>
>
>
> Menurut Ferguson kunci sukses MU terletak pada pemainnya yang tidak
> menyerah, dan tekad itu adalah SPIRIT….semangat pantang menyerah sebelum
> segala sesuatunya berakhir.
>
>
>
> Jika kita simak kata-kata Ferguson tersebut dalam situasi penuh tekanan
> yang membuat Frustasi yang tersisa hanya sebuah Spirit yang tidak kenal
> lelah.
>
>
>
> Bagi Ferguson kemenangan anak asuhnya adalah wujud kemenangan HUMAN SPIRITdan 
> mereka pantas dijuluki The
> True Champhions of Human Spirit.
>
>
>
> Betapa dahsyat.dan .fenomenal kekuatan Spirit anak manusia sehingga membuat
> yang mustahil menjadi tidak mustahil ….Imposible is Nothing….
>
>
>
> Seperti kata kolumnis bola Sindhunata “Ini bukan anugrah Cuma-Cuma nasib
> kepada anak manusia, tetapi penghargaan terhadap nasib itu sendiri, terhadap
> mereka yang telah berjuang dengan penuh susah payah”
>
>
>
> The Dream Come True..ya..Mimpi menjadi kenyataan..lirik tersebut sering
> kita dengar dinyanyian cinta anak manusia yang sedang kasmaran. Malam
> panjang di Jantung kota Barcelona anak-anak MU mendendangkan lirik lagu
> tersebut., .malam itu mereka bukan bermimpi..tapi mereka berada dalam alam
> nyata, ..dengan Spirit mereka meraih Tropi Liga Champhion tahun 1999.Manajer
> Alex Ferguson bolehlah berbangga hati atas pencapaian prestasi ini,  Ratu
> Elisabet atas nama Kerajaan memberikan gelar kehormatan “Sir”. Dan  Ferguson
> pria asal Skotlandia ini bisa mensejajarkan dirinya dengan pendahulunya  Sir
> Mat Busby manajer yang membawa MU meraih Tropi liga Champhion tahun 1968.
>
>
>
> Malam itu ada yang bersuka dan ada yang berduka, Suka bagi Peter Scheimecel
> dengan spirit….maju kedepan gawang lawan, diakhir karirnya telah mencapai
> perolehan yang paling tinggi di dunia sepak bola professional antar klub
> Eropa yaitu Juara Piala Champhion bersama Manchester United yang telah dia
> bela selama 8 musim.
>
>
>
> Duka bagi pemain veteran Lothar Matheus sebagai pemain yang malang
> melintang di Dunia Sepak bola dan telah mencicipi berbagai gelar bergengsi
> seperti Juara Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Timnas Jerman serta juara
> liga bersama klub yang dia bela diantaranya Intermilan dan Bayern Munchen
> diakhir karir piala Champhion lepas dari genggaman dengan cara yang
> menyakitkan dan itu menjadi catatan sejarah hidupnya sebagai pemain sepak
> bola kenamaan..ya sebuah catatan yang pahit…dan membekas dihatinya.
>
>
>
> Televisi telah saya matikan, saya coba beranjak ke peraduan dimana anak dan
> istri saya tertidur pulas dengan mimpinya pada bulai Mei 1999 tersebut.
>
>
>
> Tadi malam ketika tulisan ini saya siapkan, saya mencoba menatap keempat
> anak saya yang tertidur nyenyak…apakah mereka nantinya mempunyai Spirit
> pantang menyerah dalam menghadapi hidup…entahlah..hanya perjalanan waktu
> yang akan menjawab.
>
>
>
> Semenjak tahun 1989 (AC Milan vs Steu Bucharest) **) final liga Champion
> selalu saya tonton secara Live di Televisi sampai 2006.
>
>
>
> Dari semua partai Final tersebut sungguh…Final Tahun 1999 adalah sebuah
> pertandingan Bola yang Dramatis, memmesona dan sensasional.
>
>
>
> Begitulah Bola selalu ada sisi lain dari permainan yang diciptakan anak
> manusia di dunia ini.Seperti bola  yang bergerak kemana dia suka bahkan
> kadang-kadang susah dikendalikan. Bagaikan bola-bola nasib yang
> kadang-kadang susah dan  sulit diraiah.
>
>
>
> Semuanya tergantung aktor dibelakang bola-bola nasib tersebut yaitu anak
> manusia, kemana dia menggelinding nasib  dengan semangat pantang menyerah,
> berusaha keras, pasrah dan berdoa pada sang Khalik sehingga memberikan makna
> bagi hidup yang dijalani dimuka bumi ini…….atau hanya pasrah..menerima
> kenyataan hidup…? Kata orang bijak Nasib itu wajib kita lawan dan
> kalahkan…sehingga dia memberikan nilai bagi hidup kita.
>
>
>
>
>
> *Pekanbaru, 5 Pebruari 2007*
>
> *
> *
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke