Setuju bapak Saaf... Kakek kami berpologami tetapi anak-anaknya yang berlainan ibu saling mengenal satu dengan yang lain karena bako anak-anaknya sering mengadakan pertemuan/ pesta.
Nah.. Kasihan kalau anak-anak bapak apalagi ncucu tidak saling kenal satu dengan yang lain... Wass Hanifah Pada 3 Januari 2011 06.12, Dr. Saafroedin BAHAR < [email protected]> menulis: > Setuju sekali, Prof Ramadhanil. Kalau ambo paratikan, ado duo hal nan agak > kurang kito lakukan, yaitu : 1) mangharagoi karajo urang lain [ kito labiah > suko mambantai jo manggarajaikan]; 2) sugiro maminta maaf sacaro sadar dan > sukarela [hanyo sakali satahun, manunggu Idul Fithri dahulu]. Mungkin itulah > nan manyababkan fenomena sosial di Minangkabau nan disabuik dek Jeff Hadler > sabagai 'sengketa tiada putus'. Padohal kito tahu bahaso 'tuah sakato, > cilako basilang'. > > Kalau ambo manonton film-film Barat, ado duo frasa nan salalu mengharukan > ambo, yaitu: 'It's my fault' dan 'I'am sorry'. Rasonyo indak ado padanannyo > dalam budaya awak. > > Kini ambo baniaik untuak mamulai kabiasaan itu dalam keluarga ambo, basamo > jo anak cucu. Manuruik ambo, sasuai bana jo ajaran Islam tentang > silaturahmi. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo > (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) > Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. > > > > ------------------------------ > *From: *Ramadhanil pitopang <[email protected]> > *Sender: *[email protected] > *Date: *Mon, 3 Jan 2011 06:11:19 +0800 (SGT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: *[email protected] > *Subject: *Bls: [...@ntau-net] Silaturrahmi di Kampung Batak. > > Ass.ww. Pak Saaf dan dunsanak nan lainnya. > > Menuruik ambo kebiasaan untuk meminta maaf harus menjadi sebuah tradisi > terutama di lingkungan sesama anggota keluarga, sesuku ataupun dalam > komunitas yang lebih besar. > JANGANLAH MERASA MALU untuk meminta MAAF kepada orang lain, kendati orang > tersebut jauh lebih muda dari segi usia, mungkin indak bapangkaik, indak > kayo atau tidak memiliki status sosial yang tinggi, apabila kebiasaan ini > dilakukan pada saat memperingati Hari Raya Idul Fitri ataupun pada hari-hari > biasa. > > Tidaklah Susah ataupun HIna untuk menyatakan Permohonan Maaf kepada orang > lain terutama di lingkungan keluarga. > Nan agak barek tantu dek "Urang-urang nan Ongeh, Uju, Sombong, Kareh > tangkurak, Angkuh apolai Urang-urang nan maraso dirinyo nan paliang bana. > > Sakian dulu. > > Ramadhanil Pitopang > 47 tahun. Palu > > --- Pada *Sen, 3/1/11, Dr. Saafroedin BAHAR < > [email protected]>* menulis: > > > Dari: Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]> > Judul: [...@ntau-net] Silaturrahmi di Kampung Batak. > Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]> > Tanggal: Senin, 3 Januari, 2011, 4:36 AM > > Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, > > Bagaimana pendapat Sanak terhadap kebiasaan ini : mengadakan refleksi > tahunan, bersyukur terhadap rahmat yang telah diperoleh, dan saling meminta > maaf atas segala kesalahan? Bisakah kita manfaatkan kebiasaan ini -- > misalnya pada malam menjelang Idul Fitri -- untuk lebih mendekatkan > silaturrahmi sesama kita, bermula sesuku [dilengkapi dengan mengundang para > 'anak pisang'], lalu se nagari, se kecamatan, se kabupaten, se provinsi, > lalu se Indonesia: ? > Wassalam, > Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo > (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) > Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. > > *TOBA SAMOSIR* > > *Silaturahim di Kampung Batak* > > Kompas, Minggu, 2 Januari 2011 | 03:07 WIB > > Mara Siagian (72) berwajah serius ketika meminta maaf kepada istrinya, > Renata br Marpaung (70). ”Saya minta maaf da Inang karena sering menyuruh, > padahal kita sudah sama-sama tua,” kata Mara dalam bahasa Batak. Kakek 22 > cucu itu juga meminta maaf kepada anak-anak dan cucunya karena selama ini > tidak bisa memberikan yang terbaik kepada mereka. > > > > Ucapan itu disampaikan Mara Sabtu (1/1) dini hari sesaat setelah tahun 2011 > tiba di depan istri dan sebagian anak serta cucunya yang ”pulang kampung” > tahun baru ini. Ia mengajak istrinya berjabat tangan yang diterima hangat > oleh istrinya. > > > > Seluruh anggota keluarga yang hadir, dimulai dari yang paling muda, > mengucapkan refleksi mereka akan tahun yang telah berlalu, meminta maaf > kepada seluruh anggota keluarga, terutama pada yang paling ”bermusuhan”. > > > > Acara malam itu tak hanya terjadi di rumah Mara, tetapi pada hampir semua > keluarga- keluarga Batak di mana pun mereka berada. Mereka berdoa bersama > dan melakukan refleksi atas tahun yang sudah berjalan. Tak jarang cucuran > air mata, tawa, kekesalan, atau senyum pahit mendera para anggota keluarga. > > > > Abang tertua pada keluarga Siagian itu misalnya. Ia berefleksi bahwa Tuhan > memberikan banyak kebaikan kepadanya tahun lalu. Salah satunya sebuah > promosi jabatan yang sudah keluar SK-nya tetapi batal terjadi. Anggota > keluarga yang lain tercekat sekaligus merasa bangga. ”Saya bersyukur atas > apa yang terjadi. Saya menghormati para atasan saya, maka saya tak mau > membayar kedudukan itu. Kalau saya membayar, penghormatan saya terbatas apa > yang dibayarkan itu,” ujarnya. > > > > Robinson Siagian (69), mantan Kepala Desa Marsangap, Kecamatan Sigumpar, > Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, mengatakan, seingatnya tradisi > bertahun baru di rumah dengan doa dan refleksi dimulai sejak 1970-an. ”Dulu > awalnya di gereja,” tutur Robinson. > > Lain dengan keluarga Ragam Siagian, warga asli Desa Marsangap yang merantau > ke Riau. Malam tahun baru ini adalah sejarah baru bagi keluarga delapan > bersaudara itu karena merupakan tahun baru dengan kehadiran keluarga > terbanyak. Enam dari delapan bersaudara berikut keturunannya yang tersebar > di Sumatera dan Jawa datang. Selepas doa bersama pada tengah malam, > pagi-pagi mereka berziarah ke makam orangtua mereka. > > > > Selain ziarah dan silaturahim, inti dari pertemuan ini untuk mengenalkan > kerabat kepada seluruh anggota keluarga, selain menjadi sarana orangtua > mengajarkan sejarah leluhurnya kepada anak-anak. ”Kami mengenalkan kepada > anak-anak bahwa kami ini anak petani, tetapi orangtua menyekolahkan walau > hanya berbekal pacul,” kata Maju Siagian. > > > > *(Aufrida Wismi Warastri)* > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
