Wah hebat, Bu Hanifah. Selamat lai rukun-rukun sajo.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: Hanifah Damanhuri <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 3 Jan 2011 07:29:23 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Fw: Bls: [...@ntau-net] Silaturrahmi di Kampung Batak.

Bapak Saaf...
di foto ini ada 3 orang anak kakek Djalil dari 3 ibu yang berbeda..

Wass

Hanifah

Pada 3 Januari 2011 07.22, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis:

> Setuju bapak Saaf...
>
> Kakek kami berpologami tetapi anak-anaknya yang berlainan ibu saling
> mengenal satu dengan yang lain karena bako anak-anaknya sering mengadakan
> pertemuan/ pesta.
>
> Nah..
> Kasihan kalau anak-anak bapak apalagi ncucu tidak saling kenal satu dengan
> yang lain...
>
> Wass
>
>
> Hanifah
>
> Pada 3 Januari 2011 06.12, Dr. Saafroedin BAHAR <
> [email protected]> menulis:
>
>  Setuju sekali, Prof Ramadhanil. Kalau ambo paratikan, ado duo hal nan
>> agak kurang kito lakukan, yaitu : 1) mangharagoi karajo urang lain [ kito
>> labiah suko mambantai jo manggarajaikan]; 2)  sugiro maminta maaf sacaro
>> sadar dan sukarela [hanyo sakali satahun, manunggu Idul Fithri dahulu].
>> Mungkin itulah nan manyababkan fenomena sosial di Minangkabau nan disabuik
>> dek Jeff Hadler sabagai 'sengketa tiada putus'. Padohal kito tahu bahaso
>> 'tuah sakato, cilako basilang'.
>>
>> Kalau ambo manonton film-film Barat, ado duo frasa nan salalu mengharukan
>> ambo, yaitu: 'It's my fault' dan 'I'am sorry'. Rasonyo indak ado padanannyo
>> dalam budaya awak.
>>
>> Kini ambo baniaik untuak mamulai kabiasaan itu dalam keluarga ambo, basamo
>> jo anak  cucu. Manuruik ambo, sasuai bana jo ajaran Islam tentang
>> silaturahmi.
>>
>> Wassalam,
>> Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
>> (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta)
>> Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
>>
>>
>>
>>  ------------------------------
>> *From: *Ramadhanil pitopang <[email protected]>
>> *Sender: *[email protected]
>> *Date: *Mon, 3 Jan 2011 06:11:19 +0800 (SGT)
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: *[email protected]
>> *Subject: *Bls: [...@ntau-net] Silaturrahmi di Kampung Batak.
>>
>>   Ass.ww. Pak Saaf dan dunsanak nan lainnya.
>>
>> Menuruik ambo kebiasaan untuk meminta maaf harus menjadi sebuah tradisi
>> terutama di lingkungan sesama anggota keluarga, sesuku ataupun dalam
>> komunitas yang lebih besar.
>> JANGANLAH MERASA MALU untuk meminta MAAF kepada orang lain, kendati orang
>> tersebut jauh lebih muda dari segi usia, mungkin indak bapangkaik, indak
>> kayo atau tidak memiliki status sosial yang tinggi, apabila kebiasaan ini
>> dilakukan pada saat memperingati Hari Raya Idul Fitri ataupun pada hari-hari
>> biasa.
>>
>> Tidaklah Susah ataupun HIna untuk menyatakan Permohonan Maaf kepada orang
>> lain terutama di lingkungan keluarga.
>> Nan agak barek tantu dek "Urang-urang nan Ongeh, Uju, Sombong, Kareh
>> tangkurak, Angkuh apolai Urang-urang nan maraso dirinyo nan paliang bana.
>>
>> Sakian dulu.
>>
>> Ramadhanil Pitopang
>> 47 tahun. Palu
>>
>> --- Pada *Sen, 3/1/11, Dr. Saafroedin BAHAR <
>> [email protected]>* menulis:
>>
>>
>> Dari: Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]>
>> Judul: [...@ntau-net] Silaturrahmi di Kampung Batak.
>> Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]>
>> Tanggal: Senin, 3 Januari, 2011, 4:36 AM
>>
>>    Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
>>
>> Bagaimana pendapat Sanak terhadap kebiasaan ini : mengadakan refleksi
>> tahunan, bersyukur terhadap rahmat yang telah diperoleh, dan saling meminta
>> maaf atas segala kesalahan? Bisakah kita manfaatkan kebiasaan ini --
>> misalnya pada malam menjelang Idul Fitri -- untuk lebih mendekatkan
>> silaturrahmi sesama kita, bermula sesuku [dilengkapi dengan mengundang para
>> 'anak pisang'], lalu se nagari, se kecamatan, se kabupaten, se provinsi,
>> lalu se Indonesia: ?
>>  Wassalam,
>> Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
>> (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta)
>> Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
>>
>> *TOBA SAMOSIR*
>>
>> *Silaturahim di Kampung Batak*
>>
>>  Kompas, Minggu, 2 Januari 2011 | 03:07 WIB
>>
>> Mara Siagian (72) berwajah serius ketika meminta maaf kepada istrinya,
>> Renata br Marpaung (70). ”Saya minta maaf da Inang karena sering menyuruh,
>> padahal kita sudah sama-sama tua,” kata Mara dalam bahasa Batak. Kakek 22
>> cucu itu juga meminta maaf kepada anak-anak dan cucunya karena selama ini
>> tidak bisa memberikan yang terbaik kepada mereka.
>>
>>
>>
>> Ucapan itu disampaikan Mara Sabtu (1/1) dini hari sesaat setelah tahun
>> 2011 tiba di depan istri dan sebagian anak serta cucunya yang ”pulang
>> kampung” tahun baru ini. Ia mengajak istrinya berjabat tangan yang diterima
>> hangat oleh istrinya.
>>
>>
>>
>> Seluruh anggota keluarga yang hadir, dimulai dari yang paling muda,
>> mengucapkan refleksi mereka akan tahun yang telah berlalu, meminta maaf
>> kepada seluruh anggota keluarga, terutama pada yang paling ”bermusuhan”.
>>
>>
>>
>> Acara malam itu tak hanya terjadi di rumah Mara, tetapi pada hampir semua
>> keluarga- keluarga Batak di mana pun mereka berada. Mereka berdoa bersama
>> dan melakukan refleksi atas tahun yang sudah berjalan. Tak jarang cucuran
>> air mata, tawa, kekesalan, atau senyum pahit mendera para anggota keluarga.
>>
>>
>>
>> Abang tertua pada keluarga Siagian itu misalnya. Ia berefleksi bahwa Tuhan
>> memberikan banyak kebaikan kepadanya tahun lalu. Salah satunya sebuah
>> promosi jabatan yang sudah keluar SK-nya tetapi batal terjadi. Anggota
>> keluarga yang lain tercekat sekaligus merasa bangga. ”Saya bersyukur atas
>> apa yang terjadi. Saya menghormati para atasan saya, maka saya tak mau
>> membayar kedudukan itu. Kalau saya membayar, penghormatan saya terbatas apa
>> yang dibayarkan itu,” ujarnya.
>>
>>
>>
>> Robinson Siagian (69), mantan Kepala Desa Marsangap, Kecamatan Sigumpar,
>> Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, mengatakan, seingatnya tradisi
>> bertahun baru di rumah dengan doa dan refleksi dimulai sejak 1970-an. ”Dulu
>> awalnya di gereja,” tutur Robinson.
>>
>> Lain dengan keluarga Ragam Siagian, warga asli Desa Marsangap yang
>> merantau ke Riau. Malam tahun baru ini adalah sejarah baru bagi keluarga
>> delapan bersaudara itu karena merupakan tahun baru dengan kehadiran keluarga
>> terbanyak. Enam dari delapan bersaudara berikut keturunannya yang tersebar
>> di Sumatera dan Jawa datang. Selepas doa bersama pada tengah malam,
>> pagi-pagi mereka berziarah ke makam orangtua mereka.
>>
>>
>>
>> Selain ziarah dan silaturahim, inti dari pertemuan ini untuk mengenalkan
>> kerabat kepada seluruh anggota keluarga, selain menjadi sarana orangtua
>> mengajarkan sejarah leluhurnya kepada anak-anak. ”Kami mengenalkan kepada
>> anak-anak bahwa kami ini anak petani, tetapi orangtua menyekolahkan walau
>> hanya berbekal pacul,” kata Maju Siagian.
>>
>>
>>
>> *(Aufrida Wismi Warastri)*
>>
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke