Assalamualaikum wr wb
Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati,
Pulang kembali ke kampung halaman saya kira ini sebuah pilihan, dimana pilihan
itu bergantung pula dengan kapasitas diri kita masing-masing. Kapasitas yang
dimaksud adalah keilmuan, jaringan relasi, perekonomian, dan salin sebagainya.
Saya kira, bagi seorang minangkabau yang cendikiawan ataupun organisator sangat
disarankan untuk tetap bertahan di perantauan. Sebab ini demi kepentingan
minangkabau secara keseluruhan yang jauh lebih besar dari kepentingan nagari
asal semata.
Sedangkan untuk perantau yang memiliki kapasistas bukan seorang cendikiawan
ataupun organisator saya kira ada baiknya untuk kembali menetap dikampung
halaman. Ada banyak macam usaha yang bisa dilakukan ketika menetap di kampung
halaman yang tidak memerlukan lahan yang luas, seperti :
1. Penggemukan sapi simmental
2. Peternakan ayam ras & ayam petelur
3. Peternakan bebek/itik petelur
4. Budidaya ikan air tawar di kolam, saluran air, danau & telaga.
5. Budidaya ikan laut pada keramba apung di pesisir pantai berarus
tenang
(teluk)
6. Budidaya ikan laut pada tambak untuk wilayah pesisir
7. Budidaya tanaman holtikultura dengan usaha tani terpadu (green house)
8. Budidaya tanaman buah
9. Budidaya tanaman bunga
10. Homestay di lokasi pariwisata
11. Rental Mobil
12. Bisnis mobil angkutan (oto tambang)
13. Bisnis angkutan air di danau-danau (Maninjau - Singkarak - Diateh -
Dibawah) dan antar angkutan air pulau.
14. Usaha penangkapan ikan terpadu dengan Bagan Boat, Pukat Tongkol,
luka
kerapu - kakap - gabua, menggunakan fish finder & gps
15. Perniagaan songket tenunan minang ke daerah rantau
16. Perniagaan bordir & sulaman ke daerah rantau
17. Perniagaan kuliner kering seperti aneka keripik minang ke daerah
rantau
18. Usaha indekost & pavilliun kontrakan di kota-kota Sumater Barat
19. Usaha penyewaan rumah toko (ruko)
20. ..... dan masih banyak usaha yang bisa dilakukan di ranah minang
(silahkan
ditukuak jo dibilai lebih lanjut) Semua jenis usaha diatas bisa dilakukan
dengan bantuan beberapa tenaga yang bisa menambah lapangan kerja di ranah
minang. Permasalahannya yang muncul adalah dalam beberapa puluh tahun ini
banyak
perantau minangkabau bekerja sebagai employer yang memang puluhan tahun tidak
pernah terlibat dalam bidang entrepreneur yang merupakan basis awal kegiatan
merantau orang minangkabau sejak awal.
Mengenai sarana transportasi & komunikasi, dari 629 nagari yang ada di Sumbar
hanya 15 % nagari-nagari yang belum dilengkapi sarana jalan yang baik,
infrastruktur listrik & telekomunikasi seperti telepon & ponsel. Jadi saya
kira,
komunikasi internet 95 % sudah bisa dilakukan di nagari-nagari di ranah minang.
Kendalanya hanya masalah "gagap teknlogi" yang bisa diatasi dengan saling
berbagi antara satu sama lain.
wasalam
AZ - 32 th
Padang
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.