بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
MAMFAATKANLAH LIMA PERKARA SEBELUM DATANGNYA LIMA PERKARA
1. MUDA SEBELUM TUA
2. KUAT SEBELUM LEMAH
3. LAPANG SEBELUM SEMPIT
4. SEHAT SEBELUM SAKIT
5. HIDUP SEBELUM MATI
Hidup hanyalah merupakan jambatan untuk ke alam2 seterusnya, bagaimanapun
perjalanan hidup dari balikh hingga keliang lahat adalah merupakan waktu untuk
mendapatkan tiket bagi menentukan perjalanan seterusnya, ibarat sekolah untuk
mendapatkan buku lapor {ponten} berapa nilai yang ditulis warna biru dan berapa
pula yang ditulis dengan warna merah.
Maka masing2 kita akan dipertanggung jawabkan atas warna lapor itu. Alangkah
malangnya kita sekiranya pulang dari ujian membawa lapor yang banyak warna
merahnya.
Kita yang masih dikaruniakan kesempatan masih ada lowongan untuk menghapus atau
sekurang2nya mengurangkan warna merah itu.
Nak masuk Syurga tidak perlu belanja banyak, tapi nak masuk Neraka umumnya
harus berbiaya.
Untuk ke Sorga beribadat ke Mesjid tidak ada karcis masuk.
Tapi untuk keneraka a. Mau berjudi perlu biaya b. Mau perempuan harus biaya c.
Mau minum tuak perlu biaya d. Mau aniaya orang, dukun mau uang.
Makanya harta akan ditanya dari mana diperolehi dan kemana dibelanjakan.
Allah Subhanahuwataala maha mengetahui, barangkali karena itulah Hamba
kesayangannya yakni Nabi Muhammad Sallallahu Wasallam miskin, tidak di
karuniakan harta.
Wallahu Aklam,
Pendapat pribadi, yang salah tolong dibetulkan.
Wassalam,
Gani52
Tertipu
Oleh K Suheimi
Dalam tanya jawab dengan ustadz A Somad malam ini Minggu 9 Januari 2011 saya
tanya
”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu
luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang
memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul
pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam
melakukan amalan ketaatan. manusia yang telah tertipu (terperdaya).”
Sehat jasmani rohani, sosial dan produktif. Parameter sehat diukur dari
produktifitas seseorang.
Orang yang tak produktif , adanya sama dengan tidaknya, masuk di menggenapkan,
keluar tidak menganjilkan. Bak ketimun bungkuk. Ada Masuk karung, tapi tak
masuk hitungan.
Dari pada hhidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah.
Lalu ustadz A Somad menguraikan sebagai berikut
Allah berfirman "Bukankah aku telah sehatkan kamu,
Kesehatan yang telah diberikan Allah begitupun waktu lapang, semua diminta
Allah pertanggung jawabnya.
Berapa yang telah kau gunakan untuk kemanfaatan dirimu dan untuk kemanfaatan
orang banyak.
Orh beriman, semua gerak dan niat bernilai ibadah
Manfaat untuk kita dan orang lain
Dan saya lengkapi dengan tulisan Muhammad Abduh Tuasikal
Sehat dan Waktu Luang yang Membuat Manusia Tertipu
Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang
faqir ini-. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu
senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang
hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu
waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia
tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan.
Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap
larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah
yang tertipu.”
Ibnul Jauzi juga mengatakan nasehat yang sudah semestinya menjadi renungan
kita, “Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat
kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan
keuntungannya akan diraih di akhirat nanti. Barangsiapa yang memanfaatkan waktu
luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan
berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah
yang betul-betul tertipu. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh
kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak
menyenangkan.”[1]
‘Umar bin Khottob mengatakan,
إنِّي أَكْرَهُ الرَّجُلَ أَنْ أَرَاهُ يَمْشِي سَبَهْلَلًا أَيْ : لَا فِي أَمْرِ
الدُّنْيَا ، وَلَا فِي أَمْرِ آخِرَةٍ .
“Aku tidak suka melihat seseorang yang berjalan seenaknya tanpa mengindahkan
ini dan itu, yaitu tidak peduli penghidupan dunianya dan tidak pula sibuk
dengan urusan akhiratnya.”
Ibnu Mas’ud mengatakan,
إنِّي لَأَبْغَضُ الرَّجُلَ فَارِغًا لَا فِي عَمَلِ دُنْيَا وَلَا فِي عَمَلِ
الْآخِرَةِ
“Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk
penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”[2]
Semoga Allah selalu memberi kita taufik dan hidayah-Nya untuk memanfaatkan dua
nikmat ini dalam ketaatan. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang tertipu
dan terperdaya.
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
AlFath PMC 9 Januari 2011
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.