Assalamu'alaikum WW
Mamanda Saafroedin Bahar, Pak Ahmad Ridha dan dunsanak nan lainnyo di Planta.

Kalau manuruik ambo nan polisi itu baik polisi umum maupun polisi biaso mereka 
itu adolah manusia nan samo, nan paralu bana bukanlah polisinyo nan syari'ah 
akan tetapi aturannyo nan harus dipakai aturan syariah untuak ditagakkan, 
sedangkan pemerkoasaan itu adolah sebuah tindakan kriminal nan harus dihukum, 
namun kalau polisinyo polisi syariah namun hukumnyo adolah hukum nan dibuek 
manusia mako tantu tetap tindak manyambuang juo.

Ambo sapandapek jo Pak Ahmad Ridha kalau lah hukum syariat ditagakkan dan 
managakkannyo sasuai pulo jo acara peradilan syaria't mako bagi siapo sajo nan 
malanggar tanpa tabang piliah dijatuhi hukum syariat, dan kito harus yakin 
dengan haqqul yakin bahwa didalan hukum syariat dan dalam acara peradilan 
syari'at terkandung nulai pendidikan/pengajaran nan dalam kapado sipelaku 
pelangaran dan urang nan kamambuek pelanggaran.

Didalam hukum syariat tidak hanyo menganjurkan untuak menghukum sipelaku 
kejahatan namun juo menganjurkan untuak mengantisipasi agar jangan terjadi 
peluang tidak kejahatan dan salah satunyo itulah rahasionyo agar para wanita 
menutup auratnyo.

Soal kejahatan nan mendominasi bukanlah hanyo niat akan tetapi nan labiah 
gadang adolah kesempatan, bara juo kagadang niaik tapi kalau indak ado 
kesempatan mako sesuatu itu tidak akan terjadi, dan sabaliaknyo kalau 
kesempatan ado mako niaik buruakpun datang karano ado disampiangnyo dubilih nan 
mandayonyo, makonyo kesempatan itulah nan harus dipperkecil dulu, dan kalau 
masih terjadi hukum ditegakka karano didalamnyo ado nilai pelajaran nan 
baharago baiak bagi sipelaku maupun bagi nan lainnyo.

Tks.
Afrijon Ponggok KBB
43, L, Pekanbaru



Dari: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
Kepada: Rantau Net <[email protected]>
Cc: 
Dikirim: Senin, 10 Januari 2011 20:45:11
Judul: Re: [...@ntau-net] Polisi Syariah


Menurut saya, memang perlu diadakan kajian mendalam  ttg polisi ini, baik 
polisi umum maupun polisi syariah. Dimanapun dan kapanpun, penyalahgunaan 
'wewenang diskresi' bisa terjadi.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
From:  Ahmad Ridha <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Mon, 10 Jan 2011 19:57:21 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [...@ntau-net] Polisi Syariah


2011/1/10 teti murni <[email protected]>


>
>>>
>>Asslammualaikum...Wr...Wb....,
>>  

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,
 
>
>Ambo tertarik pembahasan Pak Saaf dulu tentang pemberantasan maksiat diadakan 
>polisi syariah.
>>
>>Klo ambo pelajari dan cari tau tentang polisi syariah di internet banyak 
>>wanita yang menjadi korban pemerkosaan, pelakunya justru para polisi 
>>syariah......
>>
>>Jadi ambo ingin tau apo sabananyo polisi syariah dan apo tugasnyo? 
>>
>>Jiko untuak mamperkosa anak gadih baik2 supayo jadi gadih murahan, maka......
>>laknat Tuhan yang akan diterima oleh polisi syariah tersebut.
>>  

Saya cukup yakin bahwa kalau ada orang yang mengatakan bahwa banyak polisi 
syariah yang memperkosa dan apalagi mengatakan bahwa itu bagian dari tugas 
mereka, maka orang itu pada dasarnya ingin mendiskreditkan syariah.  Kita perlu 
hati-hati dengan tipuan-tipuan yang tidak logis seperti itu.

Faktanya adalah banyak kita jumpai pula oknum polisi hukum Belanda yang 
memperkosa dan melakukan tindak kejahatan lainnya.  Jadi pada akhirnya adalah 
polisi yang menjalankan hukum syariah atau hukum kafir adalah manusia sehingga 
dapat melakukan kejahatan.  Tinggal ditindak saja dan kalau dengan hukum 
syariah, sederhana saja, pelaku pemerkosaan bisa dihukum dengan delik zina dan 
qishah.  Kalau pelakunya aparat atau terorganisir sehingga menimbulkan teror di 
masyarakat dapat dikenakan delik yang digambarkan dalam al-Maa-idah 5.33.  
Silakan bandingkan dengan hukum kafir.

-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke