Pak Abraham jo para sanak sapalanta,
 
Ambo cubo manjawab pertanyaan pak Abraham sapanjang nan dapek dek ambo.
 
Pemberontakan PRRI ko balangsuang sajak 1959-1961. Walau adalah ado Deklarasi 
HAM PBB tanggal 10 Desember 1948, namun sifaiknyo indak mangikek sacaro hukum. 
Deklarasi tu dijabarkan dalam duo kovenan  18 tahun kamudian -- untuak hak 
sipil dan politik sarato hak ekonomi, sosial, dan budaya -- pado tahun 1966, 
nan baru kito ratifikasi tahun 2005.Undang-undang HAM kito buek tahun 1999 dan 
UU Pengadilan HAM tahun 2000. Deklarasi Cairo tu kan tahun 1990.
 
Jadi baa tantang pelanggaran HAM` wakatu PRRI ? Sasuai jo prinsip 
non-retroaktif dari undang-undang, pado dasarnyo pelanggaran HAM sabalun tahun 
2000 tu indak bisa ditangani. Namun pambantuak undang-undang maagiah satu 
pengecualian, jo mambantuak pengadilan HAM ad hoc, nan penyelidikannyo 
dilakukan dek Komnas HAM.
 
Komnas HAM baru malakukan penyelidikan kalau ado pangaduan.
 
Sasudah manarimo pangaduan, Komnas HAM mambantuak tim ad hoc penyelidikan 
pelanggaran HAM berat. biasonyo didahului jo pengkajian tentang fakta-fakta 
pendahuluan.
 
Kalau diambiak kesimpulan memang ado dugaan awal pelanggaran HAM berat, mako 
tim ad hoc tasabuik maimbau saksi-saksi, baiak saksi korban, saksi pelaku, 
maupun jiko paralu saksi ahli.
 
Sasudah takumpua fakta-fakta yuridis nan diparalukan dilakukan telaahan, kalau 
Komnas HAM yakin, hasil penyelidikan pro-yustica tu ditaruihkan ka Kejaksaan 
Agung untuk dilakukan penuntutan. Basamoan jo itu DPR RI mambantuak pengadilan 
HAM ad hoc.
 
Dalam kasus PRRI ko, mungkin para saksi alah banyak nan indak ado, sahinggo 
pengadilannyo agak susah, bisa balaruik-laruik, dan para terdakwanyo bebas.
 
Apo indak ado caro lain ? Adu duo.
 
1)   Melalui format Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), untuk mengungkap 
kebenara berdasar prinsip : 'forgiven, but not fogotten.
2)  Manuek kajian  sejarah. Nan iko basifat non yuridis.
 
Jadi kok ka baiyo bana manangani pelanggaran HAM samaso PRRI tu, bueklah 
panitia dari keluarga para korban adukan ka Komnas HAM, Jalan Latuharhari 4 B, 
Jakarta.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar.
 
From: Abraham Ilyas <[email protected]> 


Sender: [email protected] 
Date: Tue, 11 Jan 2011 04:53:58 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [...@ntau-net] The Cairo Declaration on Human Rights in Islam, 
1990.

Pak Saaf nan ambo hormati.

Mambaco kutipan curito PRRI di bawah iko, mako ambo bapandapek alah terjadi 
pelanggaran HAM di kampuang awak samaso bagolak dulu, apokoh kutiko itu alun 
ado Declaration of Human Right yang versi Islam atau internasional ? 

Cairo Declaration on Human Rights in Islam,
Aug. 5, 1990, U.N. GAOR,
World Conf. on Hum. Rts., 4th Sess., Agenda Item 5, U.N. Doc.
A/CONF.157/PC/62/Add.18 (1993) [English translation].

ARTICLE 3:

(a) In the event of the use of force and in case of armed conflict, it is not 
permissible to kill non-belligerents such as old men, women and children. The 
wounded and the sick shall have the right to medical treatment; and prisoners 
of war shall have the right to be fed, sheltered and clothed. It is prohibited 
to mutilate or dismember dead bodies. It is required to exchange prisoners of 
war and to arrange visits or reunions of families separated by circumstances of 
war.

(b) It is prohibited to cut down trees, to destroy crops or livestock, to 
destroy the enemy's civilian buildings and installations by shelling, blasting 
or any other means.

-----------

61 Ketika menunggu pondok di ladang
Di tempat sepi keadaannya lengang
Mak Cangkuah ditimpa malang
Anak beranak dibunuh orang

62 Walau Cangkuah tidak terlibat
Mendukung PRRI ataupun Pusat
Nasib sial tetap mendekat
Begitulah derita menimpa rakyat

63 Kejahatan perang perlu didaftar
Dangau Mak Cangkuah juga dibakar
Mencari pelaku sangatlah sukar
Sampai kini tak pernah terbongkar

64 Agar gerilyawan segera kembali
Isteri disuruh membujuk suami
Rumah diberi bertanda kali
Nama dituliskan jelas sekali

65 Nama ditulis di dinding rumah
Hurufnya hitam atau merah
Bukti keluarga ada yang bersalah
Menjadi pemberontak melawan pemerintah

66 Isteri juga wajib melapor
Sekali seminggu datang ke kantor
Ini bukan cerita rumor
Begitulah Soekarno menebar teror

67 Oleh tentara berwajah seram 
Pertanyaan diberikan macam macam
Di mana suami kini berdiam
Apakah pernah pulang malam

67 Di "book" istilah dari penguasa
Maksudnya isteri dijadikan sandera
Ketika malam nginap di pos jaga
Setelah pagi kembali ke keluarga

68 Peraturan kejam, aneh sekali
Perbuatan cemo di adat nagari
Perempuan tidur di dalam tangsi
Bayi di rumah ditinggal sepi

69 Karena suami belum tertangkap
Di Pos tentara isteri menginap
Tidur kedinginan di kamar gelap
Sering menangis disertai ratap

-------------- pada bgn lain sbb:

Tahun pertama ketika perang
Tentara Pusat tak berani datang
Nagari ditembak berulang-ulang
Penduduk lari tunggang langgang

Ibarat Israfil datang mendesir
Lalu meledak seperti petir
Bom pecah berbutir-butir
Itulah meriam disebut Mortir

Bom meledak serentak delapan
Kiri, kanan, belakang depan
Kampung Mandahiling jadi sasaran
Mortir ditembakkan setiap pekan


Mak Jubek kepala keluarga
Bukan parewa, tidak tentara
Beliau hanya manusia biasa
Orang sipil tak bersenjata

Jubek dibunuh di tepi batang Kalano
Oleh tentara dari Diponegoro
Dibawah pimpinan kolonel Pranoto
Militer ditugaskan rejim Soekarno

--------------------

70 Ini kejahatan luar biasa
Rezim berkuasa punya dosa
Adat nagari mereka perkosa
Perlu diingat anak bangsa

71 Datuk Soda (?) meninggalkan pesan
Untuk diingat anak kemenakan
Dosa oknum bisa dimaafkan
Kesalahan rezim tak boleh dilupakan


...dst ke bait selanjutnyo.


Salam

AI





      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke