Cermin Oleh K Suheimi DI KAMAR mandi saya lihat ada cermin, waktu membuka lemari, di pintunya juga ada cermin. Waktu menyisir rambut, di atas toilet ada cermin. Waktu saya buka tas istri saya, di dalamnya ada lagi cermin, di atas meja ada lagi cermin. Sewaktu saya masuk sebuah kantor, dekat jenjang ada lagi cermin, di bawah cermin 'itu tertera, "Sudah Rapikah Anda?" Di manamana ada cermin, karena manusia butuh akan cermin. Kenapa manusia butuh cermin? Mungkin karena cermin dapat memantulkan wajah, dengan cermin kita tahu, apakah kita sudah rapi atau belum, dengan cermin kita tahu, ada rambut yang kusut, ada cabe nempel di gigi dan sebagainya.
Baru-baru ini saya pergi ke Solo, di sana. saya mampir di tempat Yayasan Pendidikan Anak Cacat. Di sini pun banyak cermin. Waktu saya tanya pelatih anak cacat itu, dia berkata bahwa cermin perlu sekali untuk anak cacat, dengan bercermin anak cacat itu tahu posisi dan postur tubuhnya. Ada anak cacat yang selalu memiring-miringkan kepalanya, sehingga tampak kepala itu teleng. Dalam anggapannya posisi seperti itu adalah wajar, tetapi sewaktu kepadanya dihadapkan cermin, barulah anak cacat itu memperbaiki posisi kepalanya. Anak cacat itu disuruh berjalan di depan. cermin, agar dia dapat berjalan lurus. Kalau yang biasa jalannya mengarah ke kiri dan ke kanan, oleng, dia menganggap itu wajar, tetapi setelah di depan cermin baru dia tahu kesalahannya. Dia berusaha memperbaiki kesalahan itu. Jadi cermin berfungsi sebagai koreksi dan sebagai guru untak latihan baginya. Mungkin pula salah satu sebab kenapa orang menyukai cermin adalah karena cermin itu jujur, dia akan berkata hitam, apabila yang dilihatnya hitam dan akan memantulkan putih apabila yang di depannya putih, dia memantulkan sebagaimana adanya. Kemudian kata teman saya, cermin itu. berkata jujur selagi dia masih datar, tetapi begitu dia bemama cermin cekung atau cermin cembung, maka bayangan yang terjadi di cermin sudah tidak benar lagi. Kata teman tadi, bayangan yang terlihat di cermin itu terbalik. Kalau kita makan dengan tangan kanan, tampaknya di cermin makan dengan tangan kiri, atau sebaliknya, di dalam cermin yang kiri kelihatannya seperti yang kanan. Saya pikir-pikir benar juga. Ternyata memang, sebagus bagusnya cermin, dia hanya bisa melihat kulit bagian permukaan saja, begitu kulit itu ditutupi selapis kain saja, cermin itu tidak sanggup lagi memantulkannya. Untuk itu. manusia membutuhkan cermin yang lebih canggih lagi yang dapat memantulkan bagian dalam dari tubuhnya. Maka manusia mencari dokter yang dengan ilmunya dapat memantulkan dan mendeteksi keadaan organ-organ tubuh manusia. Dan manusia pergi mengunjungi psikolog, untuk mengetahui bagaimana keadaan jiwanya, potensi apa yang ada dalam dirinya, serta bakat apa yang sebaiknya dikembangkannya. Jadi psikolog dan dokter adalah merupqkan cermin, yang lebih dapat memantulkan hal-hal yang selama ini pribadi itu tidak tahu. Namun ada cermin yang lebih hebat lagi, ialah Al Qur'an. Dengan kitab suci ini kita dapat bertanya, dengan Al Qur'an kita dapat mengetahui apa yang selama ini kita tidak tahu. Al Qur'anlah yang dapat banyak menjawab persoalan-persoalan hidup kita. Kepadanyalah kita sering mengadu. Agaknya Al Qur'an adalah cermin untuk kehidupan kita. Dengan Al Qur'an kita bisa lebih mendekat kepada Allah. Karena sesungguhnya Allahlah yang merupakan segala-galanya. Sebagaimana dalam sebuah firman suci-Nya: "Kitab Al Qur'an ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang taqwa,"( Surat Al-Baqarah Ayat 2). Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
