Uda Darwin, kalau buliah tolong dikopikanbuku sacaro lengkap. Kirimkan ka ambo 
di Gedung BRI lantai 5 Jl Sudirman Balikpapan.
Ongkos-ongkos di ganti.
 
Terima kasih banyak uda Darwin.
 
wassalam,
Dasriel

--- Pada Sen, 10/1/11, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:


Dari: Darwin Chalidi <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Tulisan RC KWANTES amtenar BB Hindia Belanda (1932 – 
1941) bertugas pertama kali di Sawahlunto [1]
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 10 Januari, 2011, 10:30 PM



Sanak Palanta RN yang sangaik ambo hargai. Ambo menemukan sebuah buku dari 
perpustakaan pribadi berjudul
Kenang-kenangan Pangrehpraja Belanda 1920 - 1940.
Disunting oleh SL Van der Wal
Buku terbitan Djambatan bekerja sama dengan KITLV tahun 2001


Banyak pelajaran2 yang dapat kita petik dari tulisan ini mengenai pelaksanaan 
ABS-SBK berdasarkan pandangan seorang pemuda Belanda yang memulai karirnya pada 
1932 diumur 18 tahun.


Tulisan RC KWANTES, seorang amtenar BB (Binnenlands Bestur) Hindia Belanda 
(1932 – 1941) berjudul Tagak Samo Tinggi, Duduak Samo Randah [Bagian I]
 
Apakah yang mendorong pemuda usia 17-18 tahun memilih studi Indologi di 
Universitas Leiden pada tahun-tahun 1927-1932.untuk pergi ke Hindia Belanda?, 
ternyata Daya tarik Timur yang jauh itu sangat kuat bagi pemuda2 Belanda jaman 
krisis ekonomi yang melanda dunia. Kuliah-kuliah Van Vollenhoven mengenai hukum 
adatlah yang sesuai bidang studi mendorong saya mengajukan permohonan kepada 
Departemen Pemerintahan Dalam Negeri Hindia Belanda (BB) di Batavia untuk dapat 
ditempatkan di daerah Surakarta-Yogyakarta atau di Sumatra Barat.
 
Sejak pertama kali melaksanakan kegiatan dinas, yaitu melakukan perjalanan 
menuju tempat dinas yang telah ditentukan, saya sudah belajar bahwa aturan 
perundang-undangan biasanya ditafsirkan dan dilaksanakan sesuai dengan keadaan. 
Karena percaya akan kewibawaan Sekretaris Keresidenan Medan untuk menempuh 
perjalanan melintasi Sumatra dari Medan ke Padang dengan taksi ditahun 1932. 
Dadi Medan itulah saya bersama istri memulai perjalanan menuju Sumatra Barat. 
Berarti ini menyimpang dari peraturan Dinas Perjalanan yang menganjurkan 
penggunaan kereta api dan bus (kendaraan dwiguna yang sebagian untuk mengangkut 
orang dan sebagian lagi untuk barang). Dalam hal ini saya masih selalu merasa 
berterima kasih kepada rekan saya Klaassen atas sarannya itu.
 
Sejak meninggalkan kapal di Belawan kami merasa sedang memulai suatu 
petualangan besar, yaitu melakukan perjalanan ke tujuan yang tidak dikenal, di 
mana sudah menanti lingkungan dan tugas yang juga merupakan tanda tanya besar.
 
Sesampai di Padang ternyata tujuan perjalanan saya adalah Sawah Lunto. Kota itu 
terletak di dalam lembah berbentuk mangkuk dikelilingi pegunungan. Ia ada 
berkat tambang batu bara Ombilin tak jauh dari sana. Informasi lebih lanjut 
hampir tidak saya terima dan Kantor Keresidenan. Waktu saya menghadap Residen 
Van Heuven sikapnya agak misterius mengenai “masyarakat aneh” yang menghidupi 
Sawah Lunto.

 
Pada perkenalan pertama dengan daerah itu sudah tidak begitu cocok untuk 
memberikan kesadaran pada seorang calon amtenar BB bahwa kehadiran Pemerintahan 
Dalam Negeri Belanda itu besar artinya dan bahkan mutlak. Masa perkenalan, atau 
lebih tepat disebut masa per peloncoan, pada bulan-bulan pertama itu pun tidak 
mampu meniadakan kesan saya bahwa studi universitas merupakan syarat yang 
agaknya sedikit berlebihan untuk melaksanakan tugas pemenintahan sehari-hari.
 
Berkas-berkas yang pada minggu-minggu pertama disodorkan kepada saya untuk saya 
baca tidak dapat membantu saya mencegah rasa kantuk menjelang tengah han. Hanya 
karena takut tertangkap basah oleh Kon trolir Poutsma yang seruangan kerja 
dengan saya, maka saya tidak tidur siang terlalu dini.
 
Kunjungan-kunjungan singkat bersama Poutsma ke sejumlah nagari bahkan 
memberikan kesan kepada saya bahwa Pemerintahan BB di tingkat ini dapat 
ditiadakan. 
 
Nagari adalah desa Minangkabau yang sejak zaman dahulu merupakan satuan dasar 
struktur politik Minangkabau, dan baru pada tahun 1918 dikukuhkan secara Barat 
sebagai desa praja pribumi. Penarikan pajak pendapatan yang selalu menjadi 
pokok pembicaraan pada kunjungan semacam itu pada tahun-tahun krisis itu 
besarnya tidak sampai 50 sen per jiwa. Itu kan dapat diserahkan kepada kepala 
desa dan para pembantunya, demikian pikir saya.
Tugas pertama yang setelah waktu sebulan harus saya laksanakan sendiri, menurut 
saya pun kurang berhasil memberikan kesan bahwa saya adalah mata rantai yang 
bermanfaat dalam hierarki jabatan.



Mudah2an bermanfaat untuk sanak sadonyo kalau setuju sanak Palanta akan ambo 
upload pulo sambungan caritonyo nan tambah mengesankan.
Salam, Darwin Chalidi, 61 thn, Tangerang Selatan


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke