Alaikumussalaam ww

Militansi telah banyak dicontohkan para sahabat Rasulullah dalam membela Islam 
ini, seperti misalnya betapa Ali bin Abi Talib hampir belah kepalanya oleh 
pedang yang siap ditetakkan kafir quraisy ketika mereka menyangka yang sedang 
tidur itu adalah Muhammad Rasulullah

Begitu juga adik perempuan Umar bin Khatab berkata tegar "Maaf saudaruku Ibn 
Khatab aku lebih dulu selangkah darimu" setelah mengusap darah dibibirnya yang 
pecah berdarah setelah digampar sang kakak setelah sang kakak mendengar adiknya 
bersama sang suami murajaah (menghapal/melantunkan ayat2 Alquran) yang 
diperintahkan Nabi SAW

Bilal Bin Rabbah budak Habsyi tegar disiksa petinggi kafir Quraisy dan dijemur 
diterik matahari dan dihimpitkan perut dan dadanya dengan batu besar setelah 
dengan gagah beraninya melantunkan ayat2 suci Alquran didepan petinggi Qurais 
yang sedang berkumpul di Ka'bah   



Tidak terhitung banyaknya mereka2 yang dengan gagah berani menegakkan agama 
Allah ini bahkan sampai jauh keseberang lautan dan benua baik di barat dan di 
timur 


Militansi ini juga diperlihatkan oleh mereka2 yang telah tertarbiyah dengan 
baik 
seperti da'i2 muda dari Ikatan Da'i Indonesia - IKADI (tanpa salam tempel honor 
ustadz) menerobos jalan lincir berlumpur mendaki menurun menikung dikegelapan 
malam menemui saudara2nya yang se-iman seaqidah dan membendung kristenisasi 
yang 
gencar dari kaum salibis melayu, saudara2 kita dipedesaan itu memang kering 
dari 
siraman rohani bahkan sebelumnya bulan2 Ramadahan mereka lewati dalam sepi 
tanpa 
terlihat aktifitas semarak Ramadhan bak di kota2 tempat tinggal kita, sekarang 
sunyi telah terobati tidak lagi merasa sunyi karena keterpencilannya dipelosok 
perkampungan dan desa2 Perkebunan Inti Rakyat - PIR terlebih telah berhasil 
kita 
cetak kader2 da'wah baru dikalangan mereka sendiri sehingga sebagian da'i2 kita 
bisa kita alihkan ke pelosok2 lain yang belum terjamah

Sekarang lumayan telah kita dimiliki beberapa mobil2 4x4 yang diperoleh dari 
wakaf para demawan yang juga ingin berpartisipasi meraih pahala dari aktifitas 
da'wah yang militan ini, mereka para da'i memang tidak mengharap honor ceramah 
bahkan mereka yang malah merogoh kocek untuk keperluan tarbiyah ini

Sebelum adanya mobil 4x4 ini mereka memang menggunakan kendraan2 pribadi non 
4x4 
dan bahkan ada juga dengan konvoi sepeda motor yang bensin tanggung kocek 
sendiri, mereka memang militan dalam berda'wah bahkan kinipun banyak yang siap 
meminjamkan kembali mobil2 cantiknya bila dibutuhkan 


Bagi yang asing dengan Islam agamanya sendiri kata2 MILITANSI diartikan sesuatu 
yang menakutkan mungkin ini mereka hubung2kan dengan kelompok bom bunuh diri 
yang tentu saja Kelompok Jamaah Tarbiyah sangat jauh dari nuansa tersebut


Suai ambo jo sanak Afrijon KKB "diparalukan militansi dalam melaksanakan 
syariat 
Islam dan menda'wahkannyo kapado ummat, karano tanpa militansi da'wah tidak 
akan 
berjalan dengan sungguh-sungguh dan indak akan membuahkan hasil nan maksimal"

Jadi jangan kuatir sanak, di Jamaah Tarbiyah ini militansi itu sudah melekat 
pada kader2 da'wah mereka yang sudah tertarbiyah dengan baik, bukankah hal ini 
juga salah satu materi tarbiyah yang bukan sekedar sebuah bab atau topik tapi 
setiap kader mempunyai kitab rujukannya, jadi tidak heran bagaimana orang2 
Jamaah Tarbiyah di Turki bisa mengusai parlemen dan kursi presiden begitu juga 
saudara kita ini di Republik Islam Sudan dan dibanyak tempat lain termasuk 
negeri yang berpenduduk 80% ini yang dalam proses kearah itu dan terus 
konsisten 
dengan manhaj tarbiyahnya 


Suai ambo jo sanak KBB bahwa "da'wah saat ini indak cukuik sekedar berceramah 
dengan metoda nan biaso dilakukan urang kabanyak-an namun labiah dari itu 
adolah 
untuak seluruh kehidupan nan tanpa batas untuak mewujutkan kemakmuran nan 
sejati, da'wah harus masuak ka sistim ekonomi, budaya, pendidikan, politik 
pemerintahan

Islam itu menyeluruh (summuliyah) mencakupi semua aspek kehidupan (bukan urusan 
ibadah dan mesjid saja) bahkan ahli dari Inggris HR Gibb pun berkata begitu 
"Islam is a complete civilization yang mecakupi semua aspek kehidupan......

Civilization tantu diartikan sebagai sebuah kebudayaan dan kebudayaan itu 
tercakup dalamnya semua aspek kehidupan kita se-hari2 baik sejak hal2 kecil 
seperti masuk WC, menyemprotkan benih sampai hal2 besar seperti ekonomi, 
pendidikan, senibudaya, pertahanan keamanan, politik dan pemerintahan

Makanya bila kita telah mencapai jenjang tarbiyah yang lebih tinggi (tingkat 
dewasa/advanced dan tingkat Ahli) semua aspek tersebut adalah materi harian 
wajib dalam proses tarbiyahnya, karena mereka yang telah berada ditingkat ini 
memang dipersiapkan untuk itu, seandainya suatu saat kelak insya Allah, ALLAH 
memperkenan negeri ini dipimpin oleh orang2 telah tertarbiyah, insya Allah 
Jamaah Tarbiyah sudah siap untuk itu sehingga ULAMA YANG UMARA DAN UMARA YANG 
ULAMA yang kita citakan selama ini terwujud karena mereka telah lama 
dipersiapkan untuk itu disemua lini sejak dari ketua RT/RW hingga Presiden, 
sejak dari komandan Satpam/polisi syariah sampai menhankam, sejak dari ketua 
LMD/KAN hingga anggota dewan daerah dan pusat, cuma tinggal lagi bagaimana ini 
bisa terwujud dan tentu saja ajang pesta demokrasi atau pemilu moment yang 
tepat 
untuk itu dan tentu saja agar rakyat pemilih lebih melek politik dan tidak lagi 
pragmatis dengan janji2 muluk politisi yang menggendong goni berisi amplop 
amunisi serangan fajar atau sejenisnya, jadi masih banyak lagi yang mesti kita 
benahi dan tentu saja masih menunggu dan memberi kesempatan kepada rekan2 para 
sahabat untuk berpartisipasi dan bergabung dalam barisan da'wah tarbiyah ini
wasalam
abp58


________________________________
Dari: Afrijon Afrijon <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Terkirim: Sel, 11 Januari, 2011 00:54:01
Judul: [...@ntau-net] Metoda Dakwah islamiyah - Tarbiyah &  Militansi


Assalamu'alaikum WW
Mamak Arman Bahar, Pak Ramadhoni Petopang, sanak Riyan dan dunsanak lainnyo di 
Palanta nan dirahmati Allah

Militansi Islam sangaik diparalukan oleh seorang muslim tarutamo para aktifis 
da'wah (da'i) dalam menegakkan dan mengajarkan syariat islam kepada ummat, 
walaupun banyak urang yang takukt dan alergi dengan kato-kato "militansi" ko, 
bahkan dari kalangan ummat islam sandiri, namun bagi kito militansi tetap 
diperlukan dalam arti sesuai dengan ajaran dan keperluan Islam itu sendiri.

Baa mako diparalukan militansi dalam melaksanakan syariat Islam dan 
menda'wahkannyo kapado ummat ?, karano tanpa militansi da'wah tidak akan 
berjalan dengan sungguh-sungguh dan indak akan membuahkan hasil nan maksimal.

Kito tau bahwa Islam adolah agamo rahmat, tapi untuk mewujutkan Islam manjadi 
rahmat dimuko bumi  tantu diparalukan perjuangan dan usaho nan kareh dan 
matang, 
kito tau bahwa Islam adolah agamo nan adil, tapi untuak mewujutkan keadilan 
dimuko bumi kan perlu sebuah komitmen nan kuaik dari penguaso dan agar panguaso 
namuah manjadikan islam sebagai tolak ukur keadilan kan perlu perjuangann nan 
gigih dan bijak, disikolah diperlukan millitansi (jiddiyah) kesunguh-sungguhan 
seorang muslim untuk menegakkan syariat Allah dimuko bumi Allahko, dan 
miliitansi nan kito lakukan tantu militansi nan dicontohkan oleh Rasulullah SAW 
dan para sahabatnyo sarato para ulama warisatul anbiya.

Untuak mencapai menjadi seorang da'i nan militansi (jiddiyah) sungguh-sungguh 
melalui tarbiyah tentu seorang da'i harus melakukannyo terlebih dulu sabalun 
mengajak urang lain mako inyo labiah dulu mangarajokan sahinggo manjadilah inyo 
da'i panutan, figur, uswah nan elok dimato ummat.

Apo nan Mamak Arman katokan memang sangaik batua sakali bahwa da'wah saat ini 
indak  cukuik sekedar berceramah dengan metoda nan biaso dilakukan urang 
kabanyak-an namun labiah dari itu adolah untuak seluruh kehidupan nan tanpa 
batas untuak mewujutkan kemakmuran nan sejati, da'wah harus masuak ka sistim 
ekonomi, budaya, pendidikan, politik pemerintahan dll, dan iko memang sadang 
berjalan dan akan taruih bajalan tanpa henti oleh para aktifis da'wah nan ingin 
Izzul Islam wal Muslimun tagak dimuko bumi sebagai perwujutan pengabdian kepada 
Allah Sang Kalikul 'alam.

Sejarah telah membuktikan bahwa yang selalu nan meraih kemenangan itu adolah 
urang-urang nan bersunguh-sungguh (militansi) Jiddiyah dalam setiok usahonyo 
nan 
dilakukannyo, mereka adolah para pemimpi, pemikir, pembuat gagasan namun indak 
hanyo sekedar itu mereka bausaho sakuaik tanago untuak mewujutkan impian, buah 
pikiran dan gagasan manjadi sebuah kenyatan melalui perjuangan nan "Jiddiyah" 
sunguh-sungguh/millitan.

Pangalaman Mamak Arman bahar paralu dijadikan  pedoman dan pelajaran bahwa 
dengan kesungguh-sungguhan (militansi) jiddiyah indak adao sesuatu nan indak 
mungkin, indak ado nan indak bisa terjadi "apobilo kito fokus dan 
sungguh-sungguh basi batanganpun bisa diasah manjadi jarum" AW.

Tks.
Afrijon Ponggok KBB
43, L, Pekanbaru 



Dari: Arman Bahar <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: 
Dikirim: Senin, 10 Januari 2011 13:43:57
Judul: Bls: Bls: [...@ntau-net] Metoda Dakwah islamiyah - Tarbiyah


Assalamualaikum ww
Kisanak Ryan Firdaus, Ramadhanil Pitopang, Afrijon KBB sarato mamak & dunsanak 
nan diramati Allah

Gambaran betapa militant (bahaso sanak Ryan bajibaku atau jihad dalam da'wah) 
nan alah dibukakan saketek tu sudah bukan ditahap teoritis kini lai doh tapi 
alah banyak diaplikasi urang disakuliliang kito dan hasilnya sungguh sulit 
untuk 
manggambarkan rasa sukur dan tarimo kasih kito ka pencetus da'wah metode 
tarbiyyah ko Asy Syahid Hasan al Banna al Hafidz 83 tahun lalu (Maret 1928) di 
Mesir  


Pengalaman sipiritual pribadi ambo betapa sebelum berkenalan dengan metode ko 
ditahun 2004 kutiko usia ambo masuak 52 tahun (lah  bagabung juo ambo di milis 
RN ko sajak 1999), iyo sangaik taraso bana bedanyo,  betapa jauh sangat 
kurangnyo kualitas ukhrawi ambo kutiko tu, kok sumbayang subuah lah satangah 
tujuah, kok lah takaja dek talambek jago dan takuik talambek pai karajo, lamak 
sajo indak sumbayang subuah tanpa merasa bersalah sedikitpun, luhua paliang 
capek satangah duo bisa2 ampia satangah tigo, kok asar bajulek sajo jo mugarik 
nan isya acok tingga dek mato lah panek nonton HBO baitu pulo kok ka jumaik, 
tagageh2 kok lah tadanga suaro adzan tando katib alah naiak mimbar

Kok bulan puaso sasudah babuko badan tasanda lamang dek kakanyangan, nan anak2 
jo bini dihalau supayo bagageh pai tarawiah kamusajik nan awak ma-ngalai2 
kakanyangan sambia manontoh pilem terbaru Hollywood di channel HBO, biasolah 
kakobeh nan taralah sumbayang Isya namuah pulo tingga kok indak bakarajoan 
ta-gageh2, kok tuma'ninah usah disabuik, bajakaik lai alun lai kok basidakah 
lai 
indak sampilik bana doh

Walau wakatu ketek lai juo baraja mangaji tapi dek indak tuntas dan  indak 
mamutuih namun lai indak buto aksara Alquran bana doh, kok disuruah mangaji 
pastilah ter-bata2 alias ma-ijo2 dek sajak indak lai baraja mangaji wakatu 
kelas 
4 SR saisuak sampai SMP, SMA, S1 sampai lah baranak 4 indak pernah lai doh 
mambaco Alquran, pado indak lai juo tahun 1975 ambo baco2 surek Yasin 
istilahnyo 
tapi nan ambo baco2 adolah ayat kursi nan disuruah induak ambo, itupun dek ambo 
sakaluarga dapek rancaman ka di guno2 atau sejenisnya dek gara2 keluarga kami 
manulak lamaran urang nan ka ma-ambiak ambo jadi minantunyo, buku saku nan 
banamo surek yasin istilahnyo sajak itu manjadi kawan setia ambo, namun nan 
surek yasin tu bana sangaik jarang ambo baco sahinggo ambo suatu hari kena 
batunya kutiko 1980 ado tetangga sabalah rumah dikomplek rumah perusahaan dapek 
musibah anaknyo maningga, tantu lazim urang2 bat'ziah mambaco yasin ba-samo2 
karumah duka tu, dek awak mambaco indak lancar kutiko urang alah salasai Yasin, 
nan awak baru saparo nan  sudah tapi dek jujur tantu ditaruihkan juo mambaco, 
mako tadangalah dek kawan2 tetangga nan awak tanyato indak pandai magaji, indak 
tangguang malunyo ambo kutiko tu, kasudahannyo kawan nan duduak subalah ambo 
mambacokan dan ambo iriangkan supayo capek sudah maklum dilua rumah duka alah 
manunggu pulo rombongan giliran berikut nan kamasuak pulo mambacoan yasin tu 


Walaupun ambo indak pandai mangaji, raso ingin pandai tu tatap ado, ka baa lah 
ka baraja awak lah taraso malu dek awak lah gaek juo, dek ingin juo pandai bak 
urang mako dibalilah sapaket kaset2 mangaji kok lai ka mambantu, tantu sajo 
caro 
iko indak manyalasaikan masalah terbata2 tu doh, cumo kalabiahan ambo lai suko 
mambaco buku2 agamo, batahun2 ambo balangganan majalah PANJI MASYARAKAT  Buya 
Hamka dan rajin mambali buku2 agamo

Tahun 1983 ambo malanjuikkan kuliah Fekon di Universitas Islam Riau setelah 
bangkalai kuliah di UNRI 1973-1974 dek dapek karajo Caltex, tantu kampus tu  
jauah dari Duri

Suatu hari dek hari lah dakek ka puaso kampus mengadakan "Penataran 2 hari 
Mubaligh Kampus" tantu sajo ambo sato ciek, kami ditatar dari pagi sampai 
manjalang mugarik salamo duo hari tu agar bisa terjun ka masyarakat sebagai 
da'i 
pengisi kegiatan ekstra kurikuler selama bulan Ramadhan, ruponyo indak lamo 
sudah tu dek takadia Allah musajik dakek rumah ambo di Tampan Pakanbaru, ustadz 
nan ka mambari ceramah / santapan rohani Ramadhan indak pulo tibo dek hujan 
sangaik labek katiko sadang sumbayang isya tu, mako bisiak2lah para pengurus 
musajik dan katiko protokol tagak dipodium mambari tahu ustadz nan indak datang 
tu diminta saudara kita Arman Bahar manggantikan, mungkin pengurus tu manyangko 
UIR sam jo IAIN jadi ambi dianggap bisa manggantikan ustad nan berhalangan, 
pado 
hal kuliah ambo kan Ekonomi, mako tabik paluah kuniang ambo deknyo, mandingin 
mangiok2 raso tulang sandi ambo sakutiko, dek bajak lah tibo di halaban indak 
bisa  bakilah lai, ambo kuek2an hati langsuang tabukak pangana, dek awak cako 
siang lai sempat mam-baco2 majalah Panji Masyarakat tantang Islam dunia Islam 
serta Ukhwatun Hasanah, bangkik PD ambo, indak dapek aka lai babusa(na) 
muncuang 
ambo dek sumangaik mambari ceramah, lah bak raso ustad kondang bana ambo 
rasonyo 
kutiko tu dan talabiah respon jemaah positif pulo dek ambo bumbui saketek jo 
joke2 ringan, kok indak mangana ka sumbayang tarawih lai, lupo ambo baranti, 
namun dari semua itu ado taraso kurangnyo ciek, dari sapanjang tu ceramah 
ramadhan ambo tu, indak sapotong ayaik ataupun hadist pun nan ambo kaluakan, 
bak 
kecek urang go eh "Ustadz Kontemporer, curito ustadz ba-lapia2 soal agamo tapi 
sapotong ayat pun indak ado nan kalua dari muncuangnyo 


Tahun 2002 ambo pai Haji namun dalam kondisi indak pandai juo baco Alquran 
namun 
nan pegangan ambo buku saku surek yasin tu, lai alah pandai ambo mambaco yaa 
siin  agak kancang saketek, itukan dek  acok di-baco2 tantu hapa dek ambo 
danguang dan panjang pendeknyo tapi kok di-aliah kaji ka nan lain, ha iyo bodoh 
ambo baliak alias ter-bata2 atau ma-ijo2.

Di Masjidil Haraam urang salasai sumbayang fardhu mambaco Alquran betapa iri 
hati ini maliek urang Pakistan disubalah ambo mambaco Alquran capek dan lancar 
bak ngebut dijalan tol, ambo caliak pulo urang rumah ambo, lancar habiizzz pulo 
mangaji maklum tamatan PGAN tantu ambo indak namuah kalah ambo tintiang pulo 
mambaco surek yasin buku saku ambo nan setia tu dan tantu sajo indak kalah gaya 
ambo doh, lancar abizz pulo, salamo disinan mungkin sudah ratusan kali nan 
surek 
yasin nan ciek tu nan ambo ulang2 pokoknyo jan sampai kalah jo jamaah lain, 
ngebut urang mangaji sampai khatam ber-kali2 salamo ditanah suci nan ambo pun 
baitu pulo indak namuah kalah, kok urang khatam Alquran 30 juz nan awak katam 
Yaa Siin, indak taetong kali nyo doh tapi kan iyo lai itu ka itu sajo nyo, 
jadih 
juo lah pado  indak, kecek awak mahibur diri dalam hati  


Mulo bagabuang ambo di pengajian (Halaqah) Jamaah Tarbiyah tagun 2004, iyo 
tamalu awak sakali lai karano sabalun masuak kaji materi halaqoh satiok peserta 
tarbiyah (mutarabbi) wajib mambaco Alquran (tilawah) labiah kurang 5 sampai 10 
ayat surang mako tabukaklah rahasio bahaso pak haji awak nan ba-umua 52 tahun 
ko 
alun juo pandai mangaji alias ter-bata2, apa boleh bua, the game must go on, 
dipinggirkan raso malu, mangaku awak memang indak pernah mangaji, tapi dalam 
hati baraja bana lah awak sudah ko dirumah kan bini awak lai anak PGA nan 
santiang mangaji, baa nan salamo ko awak lalai kok malu baraja ka urang, 
bukankah sang istri tercinta lai pandai, kenapa tidak berguru saja sama dia, 
emangnya gengsi, makan banalah di ang gengsi tu sudah ko

Alhamdulillah sejak bergabuang di Jamaah Tarbiyah, Arman Bahar yang dulu begok 
mangaji kini lah kancang co urang Pakistan tu, kok dulu pai haji tahun 2002  
perbendaharaan ayat2 sumbayang awak 7  surek pendek sajak dari Qula'uzubinnaas, 
Qula'uzubirabbilfalaq, Qulhuallahu ahad, Tabbattiadaa, Izzaja'aa, inna a'taina, 
walashri tidak lebih, Insya Allah kini indak co dulu lai, kok juz 30, 29, dan 
28 
alah dilua kapalo, acok indak sungkan2 didaulat urang jadi imam kok imam 
berhalangan hadir, kok ditugaskan pai ta'lim atau ceramah ka kampaung2 tamasuak 
ceramah ramadhan dan merangkap imam tarawiah alah kaji manurun (kok dikota 
tantu 
agak galiang juo awak dek dikota banyak urang nan santiang2 dari awak, bialah 
kelas awak ka kampuang2 sajo, kan urang kampuang bisa dipatakuik gai dek awak)

Alhamdulillah kutiko pai haji baliak 2009 awak lah PD bana mangaji, lai samo 
kancang jo urang Pakistan tu bahkan sajak 3 hari sabalun kabarangkek sampai 1 
jam manjalang mendarat di Bandara Madinah awak khatam Alquran lo baliak, tapi 
nan sakali ko sungguah mengesankan dalam hati, khatam diatas pesawat raksasa 
berlantai dua  SAUDI AIR diatas udara Allah Tanah Suci Kota Suci Nabi Muhammad 
SAW sang Guru/Murabbi handal awak sadunia 


Syukur Alhamdulillah, semoga Imam Asy Syahid Hasan al Banna al Hafizd dan semua 
ustadz/murabbi/naqib yang telah  membimbing dan membina sosok tua ini mendapat 
limpahan rahmat dan ditempatkan  se-mulia2nya disisi Allah SWT

mohon maaf kok talongsong
wasalaam
abp58





-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke