Assalamualaikum ww

Sanak Yasrul Huda nak rang Pasaman di Leiden sarato mamak & dunsanak nan 
dirahmati Allah
Salam kenal dulu dari ambo kisanak YH, nak rang Koto Marapak Ampek Angkek 
Padusunan Pariaman (tapi gadang dirantau lho)

Sobana topek apo nan disampaikan dek kisanak tu mah, bahwa Bahaso Arab ko 
sangat 
penting terlebih ia sebagai bahasa Ilmu pengetahuan seperti juga halnya bahasa2 
lain seperti Parsi dll, insya Allah kisanak kalau di Jamaah Tarbiyah yang sudah 
berada ditingkat dewasa (lanjutan) atau advanced lai juo kok materi bahaso Arab 
ko bahkan mereka bisik2nya aja pakai bahas Arab juga kok saya nguping, banyak 
kok anggota jemaah disini yang jebolan Al Azhar Mesir maupun Timur Tengah 
lainnya, jadi ada kok subject tersebut tanpa harus pergi belajar khusus bahasa 
Arab ke tanah Arab sana

Diakui memang sih banyak para penda'wah kita tidak menguasai bahasa Arab, namun 
kalau ada kesempatan tentu mereka sangat mau juga pandai bahasa Arab ini, 
bukankanh ini bahasa yang dipilih Allah untuk Islam kita?

Sayang dinegeri kita ini kursus bahasa Arab itu sangat sangat minim bahkan 
disekolah2 formal pun tidak kita temui, paling hanya ada di-pesantren2 jadi 
tidak heran banyak orang Islam termasuk para da'i minus kemampuan bahasa Arab 
ini

Kisanak YH nan dirahmati Allah, walau minim bahkan minus bahasa Arab sekalipun 
"the game must go on" da'wah harus dilanjutkan dan tidak boleh terhenti walau 
sesaat bahkan mesti lebih banyak lagi da'i yang mesti ditelorkan mengingat 
tidak 
seimbangnya tingkat pertumbuhan da'i ini dibanding tingkat pertumbuhan anak 
manusia, da'i tumbuh satu demi satu melalui jenjang yang panjang sementara 
manusia yang terlahir tiap jamnya di Indonesia saja mungkin terbilang ribuan 
bayi, mereka perlu da'wah, bayangkan bayi yang lahir 17 tahun yang lalu 
sekarang 
siapa yang akan men-da'wahinya makanya agama kita ini sudah lama kok men-jerit2 
minta tolong kepada kita semua dan kepada sanak YH juga, tapi sayang kita2 ini 
masih juga pekak tuli dan bisu, dan belum juga tergerak hati untuk turun 
tangan, 
dalam aktifitas da'wah demi membela agama Allah ini, why...?

Untuk itu Jamaah Tarbiyah mencoba mendobrak kesenjangan ini dengan aktifitas 
terpadu Da'wah dengan Metode Tarbiyahnya, metode yang bukan metode yang biasa2 
saja.

Walaupun da'i2 dinegeri kita ini dari kalangan manapun dia baik dari NU, 
Muhammadiyah, Jamaah Tabligh, Jamaah Tarbiyah, Salafi, Hizbut Tahrir, DDI, 
LDDI, 
FPI, atau apapun lah namanya silahkan dengan metode masing2 turun kelapangan 
dan 
apapun itu gayanya harus kita hargai bahkan dengan amunisi bahasa Arab yang Nol 
Besar sekalipun, karena begitu beratnya tantangan da'wah hari ini dan hari2 
berikuitnya yang semakin bertambah berat juga

Da'i2 yang dicetak oleh kelompok2 da'wah diatas BUKAN dimaksudkan agar mereka 
bisa menjadi AHLI dalam agama kita ini, kalau ingin jadi ahli memang bukan ini 
jalurnya, silahkan ambil S2 S3 ke Mesir sana dan pastilah mereka perlu betul 
bisa bahasa Arab karena seperti yang sanak sebutkan tadi BUKU2 SEMUA BERBAHASA 
ARAB, TIDAK ADA YANG BAHASA INDONESIA, bukan?

Begitu juga dengan Metode Tarbiyah yang dipakai oleh Jamaah Tarbiyah bukanlah 
juga dimaksudkan untuk mencetak ahli2 fiqih, tidak juga ahli Ilmu Kalam, ahli 
Filsafat, Ahli Syariah, Ahli Bahasa Arab dll seperti yang kisanak sebutkan itu, 
lha kan sudah dibilang tadi kalau mau jadi ahli tentu kuliah S3 sono ke Timur 
Tengah, bukan disini dong tempatnya, lalu untuk apa orang di-suruh2 masuk 
Jamaah 
Tarbiyah, kan gitu?

Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencetak orang2 Islam menjadi orang2 
yang berma'rifat kepada Allah, hanya itu saja, lain tidak kok

Yang lain ada juga dan ini penting dan sangat penting dalam misi kita yaitu 
mentarbiyah kawan2 lain artinya da'i2 yang ada di Jamaah tarbiyah ini mencetak 
da'i2 baru dan da'i2 baru ini kelak mencetak lagi da'i2 baru berikutnya dan 
proses ini berkesinambungan tidak ada istilah pensiun, pensiunnya waktu 
dibungkus kain kafan saja nantik 


Lha sudah itu apa lagi yang diharapkan dari metode yang diterapkan Jamaah 
tarbiyah ini?
Ini juga sangat penting, kan tadi udah dibilang agar jebolan Jamaah ini menjadi 
orang2 yang berma'rifatullah, nah kalau orang itu sudah berma'rifah kepada 
Allah 
berarti orang ini sangat menyadari bahwa walau dia tidak melihat Allah tapi 
Allah melihat dia, kan gitu, sehingga dia akan kerjakan hanya apa yang disuruh 
Allah dan RasulNYA dan dia akan tinggalkan apa yang ditegah Allah dan RasulNYA, 


Insya Allah pak mancaliak contoh ka nan sudah mancaliak tuah ka nan manag, lai 
terbukti tingkat keberhasillannyo 99.99%

Kok manjadi Kepala Kantor dia tidak akan mencuri kertas kantor, kok jadi wakil 
rakyat, dia tidak akan mencuri uang rakyat, kok menjadi pejabat negara dia 
tidak 
akan maling dan korupsi uang negara, kalau beristri dia tidak akan mencuri 
istri 
orang, kalau menjadi manajer atau karyawan perusahaan dia tidak mencuri asset 
perusahaan, kalau menjadi pegawai pajak dia tidak akan mengem-plang uang pajak, 
kalau diberi wewenang, dia tidak akan menyalah gunakan wewenang dll

Hanya itu kok target masuk Jamaah Tarbiyah ini, takut atau taqwa dia kepada 
Allah sehingga sholatnya tidak cukup cuma 17 rakaat sehari semalan, tidak cukup 
bagi dia puasa 30 hari setahun, tidak cukup bagi dia kalau sholat ayat 
sumbayangnya kulhu2 ka kulhu sajo sampai gaek lah baun tanah, tidak cukup sama 
dia Khatam Quran sekali seumur hidup waktu SD dulu lalu dirayakan keliling 
kampung pakai drumband, khatamnya bisa paling sikit sekali sebulan karena 
ngajinya satu juz sehari, dan tentu saja tidak dibiarkan anak istrinya 
mempertontonkan aurat, jangan seperti kiyai yang Doktor tu, anak perempuannya 
sudahlah tak pakai jilbab rambut ba-cat pulo jo biru metalik, dan juga termasuk 
merokok tidak akan pernah tasirok darahnya kepingin lagi merokok kayak waktu 
jahilayah dulu, gitu lhoo kisanak YH di Leiden

Satu lagi sanak kalau urusan da'wah, bukankah segment pasar dari aktifitas 
da'wah ini sangat luas dan menyebar, kalau nggak bisa bahasa Arab kan banyak 
segment yang tidak minta bahasa Arab kita, untuk yang minta bahasa Arab, siapa 
takut, stok Lc kita yang jebolan Timur Tengah banyak kok, tinggal kirim mereka 
salah seorang kesana, biar di-takut2i dengan bahasa Arabnya dan kalau perlu 
suruh dia me-nenteng2 buku referensi yang paling tebal yang bertulisan Arab itu 
biar gaca paruiknya mancaliak, gampang tho? 


Namun demikian yang saya pribadi masih ingin juga kok sebelum mati ini bisa 
berbahasa Arab
mohon maaf dan wasalam
abp58


________________________________
Dari: yasrul <[email protected]>
Kepada: RantauNet <[email protected]>
Terkirim: Rab, 12 Januari, 2011 03:22:15
Judul: [...@ntau-net] Re: Metoda Dakwah islamiyah - Tarbiyah & Militansi

Assalamualaikum,

Bapak2 yang bicara soal dakwah masa kini. Saya mengerti bapak2 punya semangat 
yang menggebu-gebu untuk melakukan dakwah atau memperbaiki metode dakwah. 
Seperti perlunya militansi, meskipun tidak satupun yangmenjelaskan apa yang 
dimaksud dengan kata militasi. Kelihatannya kata
itu difahami dalam pengertian yang populer saja. Militansi itu bukan hanya 
sungguh-sungguh/jiddiyah seperti ungkapan pak Afrijon diPekanbaru. Saya tidak 
akan memberi pengertian kata itu, tapi saya
mermaksud menyampaikan pendapat saya tentang masalah dakwah yang saya anggap 
lebih serius dari yang bapak2 sampaikan.

Masalah inti: Pendakwah kita kebanyakan tidak menguasai bahasa arab; baik arab 
klasik apalagi bahasa arab modern. Alumni lembaga pendidikan yang berbasis 
agama 
tidak lagi melahirkan alumni yang menguasai bahasaarab. Coba bapak bayangkan; 
apa yang akan disampaikan para pendakwah
itu kepada ummat yang strata intelektualnya beragam, yang dia sendiritidak bisa 
mencari pengetahuan ke sumber ajaran Islam itu sendiri.

Buku apalah yang bisa dibaca kalau hanya mampu membaca bukubahasa indonesia? 
Apa? Bapak akan menjawab Tafsir Alzhar karangan Hamka, Tafsir Almizbah karangan 
qurais shihab, Terjemahan Alquran karangan mahmud yunus. Itu saja kan Pak? 
Kitab 
tafsir dalam bahasa arab lebih dari seratus judul pak...lebih dari seratus 
judul  kitab tafisr mulai yang ditulis abad pertama sampai abad ke-15 H. Belum 
kita bicara kitafiqh, tauhid, falsafah, tariqah. Tidak ada dalam bahasa 
indonesia.

Lalu: apa yang bisa disampaikan kalau hanya bisa bahasa Indonesia? Islam yang 
bagaimana yang akan disampkan kalau hanya bisa bahasaindonesia pak?
Bahasa indonesia itu bukan bahasa ilmu pengetuan islam pak. Bahasa pengetahuan 
Islam itu adalah bahasa Arab, parsi, Yunani, Prancis, Inggris, mungkin juga 
India dan Cina.Tapi setidaknya menguasai bahasaArab klasik dan modern sudah 
akan 
memadai menjadi modal juru dakwah.

Tahun 1937 Hamka menulis buku judulnya "Pedoman Muballigh Islam" terbitan 
P.Masjarakat, Afdeeling Boekhandel. Dia mengatakan "Janganjadi mubaligh kalau 
tidak bisa bahasa Arab".

Cobalah bapak2 bersilaturrhami ke rumah salah seorang juru dakwah; coba tanya 
buku tentang Islam yang dia punya. Atau bapak kepustaka sekolah/universitas 
yang 
bapak anggap baik di kota bapak tinggal, apasaja koleksi buku keislaman yang 
mereka dipajang! memprihatinkan pak!

Ulama abad ke-17- sampai pertengahan abad ke-20 di Minangkabau semua mereka 
menguasai  bahasa arab, karena hampir semuanya belajar diperguruan yang 
terkenal 
di beberapa negara Arab. Kalaupun mereka tidak pernah belajar ke tanah arab; 
mereka belajar ke guru-guru yang khusus bahasa Arab. Ketika mereka sudah mahir 
bahasa arab, mereka pindah kenegeri lain belajar tafsir,. sesudah mahir baca 
kitab tafsir pindah lagi ke guru lain belajar fiqh, susudah mahir fiqh pindah 
lagi kedaerah lain belajar falsafah dan tasawuf. Makanya mereka jago-jago pak. 
hamka Jago, Inyiak canduang Jago, Khatib Ali campin, Inyiak Rasuldisayang 
jamaah,

Wallahualam bissawab,
Thorbeckstraat, Leiden, the Netherland
Yasrul Huda, lahir di Lembah Gunung Kelabu, Pasaman.
11/1/11

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke