Hanifah minta tulisan ketika kita berusia 50 tahun. Diusia seperti sekarang ini,"Gaek alun, tapi mudo talampau" Usia muda sudah. saya lewati dan lampaui, walaupun saya belum mau di katakan Gaek, tapi mau tidak mau, suka tidak suka Gaek itu akan saya tempuh
Petang beranjak senja saya menatap sebuah pohon kayu yang sudah tua, daunnya tidak selebat dulu lagi, rantingnya sudah banyak yang patah, pohonya telah dihinggapi benalu, badai yang berhembus kemarin mematahkan dahannya. Tapi yang saya saksikan keinginan untuk bertahan dan hidup terus masih tampak pada pohon tua itu, karena masih saya lihat, di sebagian rantingnya masih tampak daun-daun baru, tunas-tunas baru. Kalau di sebatang pohon masih tumbuh daun-daun baru dan tunas-tunas baru, pertanda pohon itu masih panjang umurnya , karena dia masih produktif menghasilkan tunas dan pucuk-pucuk baru. Tapi begitu dia tak bisa lagi menghasilkan tunas dan daun, maka sebentar lagi dia akan. layu, terkulai dan mati. Agaknya manusiapun demikian, setiap hari dia harus produktif, harus bisa dan mampu menghasilkan sesuatu. Kalau dia tidak mampu lagi, maka hidupnyapun tidak akan lama . Dan seseorang di nilai dari produktifitasnya. Orang yang berkualitas adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya, ialah oarng yang bisa menghasilkan sesuatu di setiap saat dan setiap waktu. Kalau tidak, maka demi waktu mereka akan jadi orang-orang yang merugi. Yang tidak merugi ialah mereka yang selalu beriman mendekat pada Tuhannya, ber amal atau selalu bekerja dan mengerjakan perbuatan yang baik, serta berfatwa untuk kebaikkan dan berfatwa dalam kesabaran. sorenya saya menatap sebuah pohon kayu yang sudah tua, daunnya tidak selebat dulu lagi, rantingnya sudah banyak yang patah, pohonya telah dihinggapi benalu, badai yang berhembus kemarin mematahkan dahannya. Tapi yang saya saksikan keinginan untuk bertahan dan hidup terus masih tampak pada pohon tua itu, karena masih saya lihat, di sebagian rantingnya masih tampak daun-daun baru, tunas-tunas baru. Kalau di sebatang pohon masih tumbuh daun-daun baru dan tunas-tunas baru, pertanda pohon itu masih panjang umurnya , karena dia masih produktif menghasilkan tunas dan pucuk-pucuk baru. Tapi begitu dia tak bisa lagi menghasilkan tunas dan daun, maka sebentar lagi dia akan layu, terkulai dan mati. Agaknya manusiapun demikian, setiap hari dia harus produktif, harus bisa dan mampu menghasilkan sesuatu. Kalau dia tidak mampu lagi, maka hidupnyapun tidak akan lama . Dan seseorang di nilai dari produktifitasnya. Orang yang berkualitas adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya, ialah oarng yang bisa menghasilkan sesuatu di setiap saat dan setiap waktu. Kalau tidak, maka demi waktu mereka akan jadi orang-orang yang merugi. Yang tidak merugi ialah mereka yang selalu beriman mendekat pada Tuhannya, ber amal atau selalu bekerja dan mengerjakan perbuatan yang baik, serta berfatwa untuk kebaikkan dan berfatwa dalam kesabaran. "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkauberikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikkan kepadaku dengan (memberi kebaikkan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". Untuk itu ingin saya geres sebuah puisi S E N J A Terima kasih ya Allah Telah Kau hantar kami ke usia sebegini Kusadari tak banyak yang bisa mengenyam nikmat sampai seusia ini Hari-hari berlalu sudah Bagaikan awan yang berarak, datang, pergi dan berlalu Bagaikan angin tak terasa tiba-tiba dia telah meninggalkan kita Silih berganti datang duka dan ceria Kau rasakan pahit dan kau teguk manis Jejak yang ditinggalkannya menggoreskan kenangan Setiap goresan di wajahmu akan berceritra Ada goresan di hati yang kau pendam sendiri Tak boleh goresan itu mencuat Semua tahu, burungpun tahu yang tampak hanya lapis luar Tempo-tempo engkau terjerembab, kadang-kadang kau terkesima Telah kau jalani hari nan berliku Kau tatap masa lalu pilu dan berbatu Hari esok lusa, Akankah kita bisa seperti ini lagi Teman sahabat Apa yang telah diajarkan kehidupan? Hidup berkata bahwa setiap detiknya berharga Tak ada yang tersia-sia dan muspra Tlah kau lalui jalan berliku Tak kau hindari krikil tajam dan berbatu Tlah kudaki gunung yang tinggi Tlah kau turuni lurah yang dalam Terseok-seok Ya Allah Kau bimbing kami dalam Rahman dan Rahim Mu Jangan biarkan kami tersesat Kau terangi kami.dengan pelita Mu Dan itulah yang meluruskan jalan hidup kami Banyak godaan dan cobaan Banyak tantangan dan ujian Satu demi satu tlah ku lalui Hanya satu pintaku, Bimbinglah kami ke Jalan MU Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
