Assalammualaikum Wr r Bapak Emi Yth

Makasih tulisan dan nasehatnya..
Akan ifah kopi dan letakkan di bawah tulisan ifah
kebetulan kemaren ifah paksa-paksa juga untuk menulisnya

Ini tulisan ifah itu

USIA 50 TAHUN



Sulit bagiku menuliskan

Tentang usia 50 tahun

Tua belum

Muda terlampau



 50 tahun

Waktu yang cukup panjang untuk dilewati

Pasti telah banyak jalan yang ditempuh

Telah banyak peristiwa yang terjadi

Sudah kenyang dengan asam garam kehidupan

Sudah kaya dengan pengalaman



Masa SMA

Masa remaja yang penuh kenangan

Waktu itu belum paham

Apa itu jalan mendaki dan berliku tajam

Semua terasa mudah dan indah

Apalagi bagi cintanya yang bersemi



Terpisah 30 tahun lamanya

Ketika bertemu kembali

Baik nyata maupun maya

Hingga bisa berkomunikasi lagi

Masa 30 tahun yang terlewati

Seakan tak ada arti



Sorak sorai pertanda bahagia

Bisa bertemu teman lama

Tak ubahnya masa SMA

Mengenang kembali kisah yang pernah ada

Membuat kita merasa muda kembali



Cinta

Kasih sayang

Persahabatan

Persaudaraan

Silaturahim

Kunci kebahagiaan





Padang, 14 Januari 2011





Hanifah Damanhuri

Pada tanggal 14/01/11, [email protected] <[email protected]> menulis:
> Hanifah minta tulisan ketika kita berusia 50 tahun.
>
> Diusia seperti sekarang ini,"Gaek alun, tapi mudo talampau" Usia muda sudah.
> saya lewati dan lampaui, walaupun saya belum mau di katakan Gaek, tapi mau
> tidak mau, suka tidak suka Gaek itu akan saya tempuh
>
> Petang beranjak senja saya menatap sebuah pohon kayu yang sudah tua, daunnya
> tidak selebat dulu lagi, rantingnya sudah banyak yang patah, pohonya telah
> dihingga­pi benalu, badai yang berhembus kemarin mematahkan dahannya. Tapi
> yang saya saksikan keinginan untuk bertahan dan hidup terus masih tampak
> pada pohon tua itu, karena masih saya lihat, di sebagian rantingnya masih
> tampak daun-daun baru, tunas-tunas baru. Kalau di sebatang pohon masih
> tumbuh daun-daun baru dan tunas-tunas baru, pertanda pohon itu masih panjang
> umurnya , karena dia masih produktif menghasilkan tunas dan pucuk-pucuk
> baru. Tapi begitu dia tak bisa lagi menghasilkan tunas dan daun, maka
> sebentar lagi dia akan. layu, terkulai dan mati. Agaknya manusiapun
> demikian, setiap hari dia harus produktif, harus bisa dan mampu menghasilkan
> sesuatu. Kalau dia tidak mampu lagi, maka hidupnyapun tidak akan lama . Dan
> seseorang di nilai dari produktifitasnya. Orang yang berkualitas
> adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya, ialah oarng yang bisa
> menghasilkan sesuatu di setiap saat dan setiap waktu. Kalau tidak, maka demi
> waktu mereka akan jadi orang-orang yang merugi. Yang tidak merugi ialah
> mereka yang selalu beriman mendekat pada Tuhannya, ber amal atau selalu
> bekerja dan mengerjakan perbuatan yang baik, serta berfatwa untuk kebaikkan
> dan berfatwa dalam kesabaran. sorenya saya menatap sebuah pohon kayu yang
> sudah tua, daunnya tidak selebat dulu lagi, rantingnya sudah banyak yang
> patah, pohonya telah dihinggapi benalu, badai yang berhembus kemarin
> mematahkan dahannya. Tapi yang saya saksikan keinginan untuk bertahan dan
> hidup terus masih tampak pada pohon tua itu, karena masih saya lihat, di
> sebagian rantingnya masih tampak daun-daun baru, tunas-tunas baru. Kalau di
> sebatang pohon masih tumbuh daun-daun baru dan tunas-tunas baru, pertanda
> pohon itu masih panjang umurnya , karena dia masih produktif menghasilkan
> tunas dan pucuk-pucuk baru. Tapi begitu dia tak bisa lagi menghasilkan tunas
> dan daun, maka sebentar lagi dia akan layu, terkulai dan mati. Agaknya
> manusiapun demikian, setiap hari dia harus produktif, harus bisa dan mampu
> menghasilkan sesuatu. Kalau dia tidak mampu lagi, maka hidupnyapun tidak
> akan lama .
>
> Dan seseorang di nilai dari produktifitasnya. Orang yang berkualitas adalah
> orang yang bermanfaat bagi sesamanya, ialah oarng yang bisa menghasilkan
> sesuatu di setiap saat dan setiap waktu. Kalau tidak, maka demi waktu mereka
> akan jadi orang-orang yang merugi.
>
> Yang tidak merugi ialah mereka yang selalu beriman mendekat pada Tuhannya,
> ber amal atau selalu bekerja dan mengerjakan perbuatan yang baik, serta
> berfatwa untuk kebaikkan dan berfatwa dalam kesabaran.
>
> "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah
> Engkauberikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat
> amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikkan kepadaku dengan
> (memberi kebaikkan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada
> Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
>
> Untuk itu ingin saya geres sebuah puisi
>
> S E N J A
>
> Terima kasih ya Allah Telah Kau hantar kami ke usia sebegini
> Kusadari tak banyak yang bisa mengenyam nikmat sampai seusia ini
> Hari-hari berlalu sudah Bagaikan awan yang berarak, datang, pergi dan
> berlalu Bagaikan angin tak terasa tiba-tiba dia telah meninggalkan kita
> Silih berganti datang duka dan ceria
> Kau rasakan pahit dan kau teguk manis
> Jejak yang ditinggalkannya menggoreskan kenangan
>
> Setiap goresan di wajahmu akan berceritra
> Ada goresan di hati yang kau pendam sendiri
> Tak boleh goresan itu mencuat
> Semua tahu, burungpun tahu yang tampak hanya lapis luar
>
> Tempo-tempo engkau terjerembab, kadang-kadang kau terkesima
>
> Telah kau jalani hari nan berliku
> Kau tatap masa lalu pilu dan berbatu
> Hari esok lusa, Akankah kita bisa seperti ini lagi
>
> Teman sahabat Apa yang telah diajarkan kehidupan?
> Hidup berkata bahwa setiap detiknya berharga
> Tak ada yang tersia-sia dan muspra
>
> Tlah kau lalui jalan berliku
> Tak kau hindari krikil tajam dan berbatu
> Tlah kudaki gunung yang tinggi
> Tlah kau turuni lurah yang dalam Terseok-seok
>
>  Ya Allah
> Kau bimbing kami dalam Rahman dan Rahim Mu
>
> Jangan biarkan kami tersesat
> Kau terangi kami.dengan pelita Mu
> Dan itulah yang meluruskan jalan hidup kami
>
> Banyak godaan dan cobaan Banyak tantangan dan ujian
> Satu demi satu tlah ku lalui
>
> Hanya satu pintaku, Bimbinglah kami ke Jalan MU
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke