Assalamualaikum ww

Sanak Yasrul sarato mamak & dunsanak nan dirahmati Allah
Betul apo nan disampaikan sanak Yasrul, idealnya kan iyo seorang da'i menguasai 
ilmu alat sejak dari bahasa Arab maupun lainnya sebagaimana juga seorang 
ekonom, 
insinyur ataupun arsitek harus menguasai ilmu2 alat seperti bahasa Inggris, 
matematika dan statistik dll apalagi kalau seorang da'i itu memang ingin 
memperdalam ilmunya hingga S2 atau S3, namun kisanak, tidaklah demikian halnya 
kalau seorang da'i tadi memilih sebagai praktisi yang terjun langsung 
kemasyrakat yang memang butuh pencerahan segera, yang kita sama maklum mereka 
adalah masyarakat dari segmen menengah bawah yang TIDAK PERLU DAN TIDAK MINTA 
kebolehan seorang da'i ahli dalam bahasa Arab atau ilmu2 alat lainnya, harap 
kisanak maklumi konsumen da'wah dari segment inilah yang terbesar dinegeri kita 
saat ini, jadi da'i dengan kualifikasi sedang2 saja sudah memadai kok bagi 
masyarakat kita, tidak perlu sehebat sekh Akhmad Khatib al Minangkabawi atau 
Buya Hamka ataupun DR Khuraisy Syihab dll

Apa yang disampaikan para da'i kadang memang sudah kita ketahui juga sebelumnya 
karena memang tugas para da'i itu begitu adanya yaitu MENYAMPAIKAN tidak 
pandang 
pendengarnya sudah tahu atau belum, sudah pernah dengar tau belum, bukankah 
penyampaian oleh da'i dalam cerita sanak tu bukan oleh da'i yang khusus dia 
sendiri, bukan pula dalam ruang atau kelas khusus yang jamaahnya itu2 juga 
sehingga kalau memang begitu adanya sudah bisa dipastikan sang da'i tentu akan 
tahu betul mana yang sudah dan belum disampaikan hingga tidak terjadi 
pengulangan materi, kan gitu

Lha dalam khutbah Jumat yang sanak sebut diatas kan beda situasinya, tidak oleh 
khatib yang khusus dia sendiri, tidak pula kepada jemaah yang khusus itu2 juga, 
jadi kalau terjadi pengulangan materi seperti yang sanak sebut itu, kan wajar 
saja dan sebaiknya kalau terjadi pada diri sanak sebagai jemaah harap tidak 
bosan tapi diterima sebagai sesuatu yang harus sanak laksanakan jika belum juga 
hingga saat ini sanak laksanakan, kalau belum juga sanak laksanakan memang 
tidak 
perlu sewot kalau sang da'i terkesan nyinyir 


Kisanak yang dirahmati Allah, dasar hukum ibadah shaum Ramadhan adalah ayat 183 
Al Baqarah sedangkan potongan hadist" Man shooma ramadhoona iimaanan 
wahtisaaban 
ghufira lahuu maa taqoddama min dzanbih(i) yang artinya Siapa2 yang berpuasa 
dalam bulan Ramadhan didasari IMAN dan IHTISABAN (mengharapkan pahala maka 
DIAMPUNI DOSA2NYA YANG TELAH LALU" (HR Bukhari Muslim) 


Menurut sepakat ulama dalam menafsirkan hadist ini maksudnya yang diampuni itu 
adalah dosa2 kecil tidak termasuk dosa2 besar seperti berzina, membunuh, 
korupsi 
dll apalagi syirik kepada Allah sebagaimana juga hadist shahih lain dari Muslim 
yaitu "Al-Sholawaatu al-khomsu wa al-jum’atu ilaa al-jum’ati wa ramadhoona ilaa 
ramadhoona mukaffiraatun limaa bainahunna inijtunibati al-kabaair yang artinya 
sholat 5 waktu, sholat Jumat ke Jumat berikutnya DAN RAMADHAN KE RAMADHAN 
BERIKUTNYA itu menghapus dosa2 diantara keduanya SELAMA DOSA2 BESAR DIJAUHI, 
Jadi kisanak Yasrul tidak ada yang salah kayaknya bukan

Nah untuk dosa2 besar seperti zina, membunuh, korupsi dan dosa2 besar lainnya 
kecuali memperserikatkan Allah akan diampunkan Allah karena Allah itu maha 
pengampun kalau kita mau BERTOBAT asal jangan dijadikan tobat samba lado saja, 
bukankah ini memperlihatkan betapa maha pengampunnya Allah, diberi fasilitas 
gratis untuk membakar dosa, lha kalau mada juga, tanggungkan aja nanti dibakar 
dan terbakar dalam api neraka 


Kurang tepat kalau sanak bersikap TIDAK ADIL dengan mengatakan da'i berperan 
melanggengkan korupsi dinegeri ini, urusan seseorang memang kepingin terjun 
tukik keneraka setelah bertobat itu urusan dia, didunia kalau ketangkap sama 
KPK 
mendapat hukuman, diakhirat nanti lebih parah lagi hukumannya, emangnye gue 
pikirin kata sang da'i, alah babusa(na) muncuang awak manyampaikan kok ka mada 
juo, wa'den lapeh tangan, paling2 gitu aja kok kata da'i saking geramnya

Kalau pernah sanak dengar dan lihat dengan mata kepala sendiri ada kahtib yang 
seperti yang sanak sebutkan itu, itu sifatnya kasus per kasus saja dan tidak 
salah kok kalau sanak dengan ilmu yang sanak miliki tidak segan2 ngomong dengan 
baik kepada khatib tersebut usai Jumatan, itu jauh lebih baik ketimbang sanak 
diamkan saja dalam hati yang lama2 jadi merusak hati sanak sendiri seperti saat 
ini, mending fikiran seperti itu sanak buang jauh2 dan tidak bersuozon lagi, 
bisa kan sanak berhusnuzon saja, mana tahu khatib kita tadi jam terbangnya 
masih 
rendah maklum masih baru, dan doakan saja mudah2an kedepan khatib kita itu akan 
lebih baik  


Kisanak Yasrul hamba yang dhaif, putra lembah gunung kelabu, lahir di hari ke 
duapuluh tujuh bulan puasa 1386 hijriyah yang dirahmati Allah, suai ambo dengan 
pernyataan sanak bahwa juru dakwah tidak cukup semangat saja. Takutlah sama 
Allah! 


Insya Allah kisanak para juru da'wah kita seperti itu jugalah hendaknya semuanya

Juru dakwah itu menjadi penerang dan petunjuk jalan menuju Allah, bagaimana 
mungkin orang yang tidak tahu jalan menjadi petunjuk jalan?

Insya Allah kisanak para Juru da'wah adalah penunjuk dan penerang jalan menuju 
Allah dan tentu saja lebih tahu jalan kearah itu  


Kato sanak, masyarakat muslim tak kunjung lebih baik, karena tidak ada yang 
membaikkan!

Ah... tidak begitu betul doh sanak, ada banyak kok orang2 yang telah bertungkus 
lumus berjuang dijalan Allah untuk membaikkan masyarakat Muslim menjadi lebih 
baik, hanya saja kalau sanak lihat masih belum baik semua itukan karena kisanak 
belum turun tangan saja, kalau lah sato dunsanak menerjuni jalan da'wah ini 
tentu masyarakat Muslim ini akan lebih baik, masih ditunggu kok dari kemarin2 
kehadiaran sanak dalam jalan da'wah ini, Selamat mempersiapkan diri sanak

wasalam
abp58


________________________________
Dari: yasrul <[email protected]>
Kepada: RantauNet <[email protected]>
Terkirim: Jum, 14 Januari, 2011 03:24:19
Judul: [R@ntau-Net] Re: Metoda Dakwah islamiyah - Tarbiyah & Militansi
Amboi Pak Afrijon,
Maafkan lah saya hamba allah yang dhaif ini.. Menurut saya tiadalah pantas jadi 
juru dakwah tanpa menguasai Ilmu alat, tidak hanya bahasa Arab, tapi juga ilmu 
keIslaman. Karena bisa menjermuskan ummat islam ke dalam jurang kesesatan. Dia 
akan menyampaikan apa yang dia sebenarnya tidak tahu bahkan tidak mengerti. 
Cobalah Bapak amati apa tema-tema khatib ditempat bapak sholat jumat dari jumat 
ke jumat. kalau bisa bapak catat atau rekam. nanti bapak akan sampai pada suatu 
kesimpulan bahwa  yang mereka sampaikan itu adalah yang bapak sudahtahu!

Banyaklah  contoh yang menarik dan sekaligus memalukan pak Afrjon tentang 
betapa 
juru dakwah kita bisa menyesatkan ummat. Ingatkah  dibulan ramadhan selalu 
dikumandangkann hadis  yang berbunyi "man shama ramadhanan imanan wahtisaban 
ghufira lahu ma taqaddama minzanbi" hampir seluruh juru dakwah mengatakan puasa 
mengampuni segala dosa. Karenanya ditambah pula dengan hadis lain bahwa setelah 
puasa itu orang menjadi suci seperti bayi. hadis itu tidak salah, tapi difahami 
tidak tepat! Karena tidak diconfirmasi dengan ayat Alquran, dan hadis lain.

Pertanyaannya; Apa benar puasa bisa membakar segala dosa? Sepanjang bacaan saya 
tidak semua dosa bisa diampuni karena melaksanakan puasa; dosa korupsi tidak, 
dosa mencuri tidak, dosa berzina tidak, dosa melalaikan sholat tidak, dosa 
tidak 
bayar zakat tidak, dosa tidak naik haji tidak, apalagi dosa mensekutukan Allah.

Inilah andil para juru dakwah melanggengkan korupsi dinegeri kita, karena 
menyampaikan pemahaman agama yang salah. Karenanya jangan heran korupsi tidak 
pernah berkurang bahkan semakin mejadi-jadi. Pendosa itu selalu senang bila 
ramadhan datang, karena para dai akan mengatakan dari atas mimbar bahwa dengan 
melaksanakan puasa akan mengampuni dosa mereka.

Masih banyak contoh lain yang menyedihkan hati, Pak. Ada khatib yang awal 
khutbah pertama membaca surat at-tiiin, tapi yang dibahas pilkada. Sama sekali 
tidak ada hubungannya dengan surat at-ttiin. Tak
usahlah saya tambah contoh lain yang menyedihkan. Inilah akibatkealpaan ilmu 
alat dan ilmu keislaman.

Jadi juru dakwah tidak cukup semangat saja. Takutlah sama Allah! 
Jadi juru dakwah itu menjadi penerang dan petunjuk jalan menuju Allah
Bagaimana mungkin orang yang tidak tahu jalan menjadi petunjuk jalan?
Bagaimana mungkin orang yang ditengah kegelapan mau meneranig orang lain?
Lihatlah lah Pak Afrijon masyarakat muslim tak kunjung lebih baik, karena tidak 
ada yang membaikkan!

dari hamba yang dhaif,putra lembah gunung kelabu,
lahir di hari ke duapuluh tujuh bulan puasa, 1386 hijriyah.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke