Karano si suami Muallaf, berarti inyo menikah dahulu sacaro Islam

Jadi kalau kini inyo Murtad, langkah yang diambil  si Istri sudah tepat. Karena 
dia takut bikin dosa

Saya rasa berkonsultasi dengan BP4( Badan Penasehat Perkawinan) di Kantor Agama 
cukup tepat

Kalau memang suami,  sudah berbeda dengan kondisi awal perkawinan dan tidak mau 
kembali ke Islam lagi 

Perceraian secara Islam dapat ditempuh di KUA

Begitu juga pembagian gono-gini serta jaminan kesejahteraan untuk anak sudah 
ada aturannya

Jadi patokan tidak ada cerai dalam Kristen tidak bisa dipakai disini
Karena dia menikah dulu secara Islam
Maka cerainya juga secara Islam

Kecuali kalau ini pernikahan campuran yang dilakukan di Luar Negeri. Karena di 
Indonesia tidak ada kawin campur

---TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "ZulTan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 15 Jan 2011 03:12:51 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] OOT: Numpang Batanyo


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

Dunsanak sa Palanta nan ambo hormati.
Numpang batanyo ambo, baa sarancaknyo maadok'i kejadian di bawahko.  Minggu 
muko inshaallah ambo akan bakonsultasi jo Pihak KUA.

Adik sepupu istri saya menikah dengan seorang mualaf yang tadinya beragama 
Kristen.  Saat ini usia perkawinan mereka mendekati 15 tahun dan alhamdulillah 
telah dikarunia tiga anak.  Yang tertua duduk di SMP kelas 1, dua lainnya masih 
SD dan TK.

Tanggal 11111 yang lalu adik ini menemui istri saya dengan bercucuran air mata. 
 Sejak ia yatim piatu dua tahun lalu, adik ini secara tak langsung menjadikan 
istri saya tempat ia mengadu. Ia seperti tidak punya siapa-siapa lagi.

"Teh... Aku mau cerai!"
Istriku terngangak.  

Singkat cerita keinginan ini timbul sejak suaminya terang-terangan mengatakan 
bahwa ia ingin (mungkin malah sudah) kembali ke agamanya yang lama.

Adik kami ini curiga jangan-jangan suaminya sudah murtad karena setiap minggu 
pagi sang suami keluar dengan dalih main golf.

Sudah sebulan ini, ia tidak lagi tidur di tempat tidur yang sama dengan 
suaminya.  Ia merasa berzina bila tetap "melayani" suami.  
Istri saya kaget ketika diberi tahu bahwa mereka sebenarnya pernah bercerai dan 
adik kami meninggalkan rumah lalu mengontrak rumah yang lain.  Beberapa saat 
kemudian si suami menjemput dan mengajak rujuk.  Ia bersedia setelah suaminya 
berjanji akan kembali shalat seperti yang ia syaratkan.

Kini tampaknya sudah klimaks.  Suaminya sudah menyuruh ia pergi dari rumah 
tanpa mau menceraikannya karena agamanya tidak mengenal kata cerai.
  
"Pergilah dari rumah ini dan jangan bawa satu harta pun. Yang minta cerai kan 
kamu", kata suaminya.  
"Yang bermasalah kan kamu.  Kenapa sih tidak ada toleransi buat menjalankan 
agama masing-masing," tambah suaminya.

Memang, selain isu agama, sebenarnya tidak ada masalah dalam keluarga mereka.

Sekarang adik kami ini bingung.  Apa yang harus ia lakukan.  Selama ini ia 
tidak pernah "punya" uang. Semua kebutuhannya seperti HP, pakaian, dll dibeli 
sendiri oleh suaminya.  Uang yang diterimanya setiap bulan hanyalah sekadar 
uang belanja untuk kebutuhan rumah tangga, tak lebih!

Dulu ia punya cukup uang walau tidak banyak, ketika masih bekerja sebagai 
sekretaris tapi disuruh berhenti oleh sang suami.  Lalu menjadi guru juga 
diminta berhenti.  Istri saya nyaris tidak percaya saat adikmengaku tidak 
memiliki uang sama sekali.  Semua harta dibeli atas nama suami.  Keluarga ini 
cukup berada.  Secara kasat mata, saat ini mereka memiliki satu rumah dan tiga 
mobil.  Dua di antaranya CRV dan Alphard.  Suaminya punya kedudukan yang 
lumayan di kantornya, bahkan kami dengar juga sebagai salah satu owner.

Saat ini ia ingin cerai tapi selain suaminya tidak sudi menceraikannya juga 
tidak akan ada pembagian harta.  Sebenarnya ia tidak terlalu mengharapkan harta 
tapi bagaimana kehidupan ia dan anak-anak kelak tanpa uang dan tanpa pekerjaan.

Rasanya ia ingin menjadi TKW andai saja tidak ada anak-anak.  Namun ia tidak 
ingin berpisah dari anak-anak karena khawatir akan diajak oleh ayahnya ke agama 
yang lama.

Mungkin ado inyiak, tantuo, buya, mamak, apak, bunda, uda, adiak, cadiak 
pandai, alim ulama nan bisa magiah alternatif-alternatif nan mungkin bisa 
ditampuah dek adiak kami ko.

Alternatif nan paling kami inginkan tantu "keluarga utuh dan suami kembali ke 
Islam."

Sabalunnyo ambo yo batarimo kasih.  Mohon maaf bilo tidak pado tampeknyo.

Salam,
ZulTan, L, 50, Bogor
"Without change, we will not survive.  Welcome 2011"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke