Dinda Zultan, Isteri memang berhak menuntut perceraian kalau suaminya murtad. KUA bisa memutuskan harta gono-gini, walau semua kekayaan atasnama suami.
Jadi memang KUA adalah tempat yang tepat untuk menuntut keadilan On 1/14/11, ZulTan <[email protected]> wrote: > > Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu > > Dunsanak sa Palanta nan ambo hormati. > Numpang batanyo ambo, baa sarancaknyo maadok'i kejadian di bawahko. Minggu > muko inshaallah ambo akan bakonsultasi jo Pihak KUA. > > Adik sepupu istri saya menikah dengan seorang mualaf yang tadinya beragama > Kristen. Saat ini usia perkawinan mereka mendekati 15 tahun dan > alhamdulillah telah dikarunia tiga anak. Yang tertua duduk di SMP kelas 1, > dua lainnya masih SD dan TK. > > Tanggal 11111 yang lalu adik ini menemui istri saya dengan bercucuran air > mata. Sejak ia yatim piatu dua tahun lalu, adik ini secara tak langsung > menjadikan istri saya tempat ia mengadu. Ia seperti tidak punya siapa-siapa > lagi. > > "Teh... Aku mau cerai!" > Istriku terngangak. > > Singkat cerita keinginan ini timbul sejak suaminya terang-terangan > mengatakan bahwa ia ingin (mungkin malah sudah) kembali ke agamanya yang > lama. > > Adik kami ini curiga jangan-jangan suaminya sudah murtad karena setiap > minggu pagi sang suami keluar dengan dalih main golf. > > Sudah sebulan ini, ia tidak lagi tidur di tempat tidur yang sama dengan > suaminya. Ia merasa berzina bila tetap "melayani" suami. > Istri saya kaget ketika diberi tahu bahwa mereka sebenarnya pernah bercerai > dan adik kami meninggalkan rumah lalu mengontrak rumah yang lain. Beberapa > saat kemudian si suami menjemput dan mengajak rujuk. Ia bersedia setelah > suaminya berjanji akan kembali shalat seperti yang ia syaratkan. > > Kini tampaknya sudah klimaks. Suaminya sudah menyuruh ia pergi dari rumah > tanpa mau menceraikannya karena agamanya tidak mengenal kata cerai. > > "Pergilah dari rumah ini dan jangan bawa satu harta pun. Yang minta cerai > kan kamu", kata suaminya. > "Yang bermasalah kan kamu. Kenapa sih tidak ada toleransi buat menjalankan > agama masing-masing," tambah suaminya. > > Memang, selain isu agama, sebenarnya tidak ada masalah dalam keluarga > mereka. > > Sekarang adik kami ini bingung. Apa yang harus ia lakukan. Selama ini ia > tidak pernah "punya" uang. Semua kebutuhannya seperti HP, pakaian, dll > dibeli sendiri oleh suaminya. Uang yang diterimanya setiap bulan hanyalah > sekadar uang belanja untuk kebutuhan rumah tangga, tak lebih! > > Dulu ia punya cukup uang walau tidak banyak, ketika masih bekerja sebagai > sekretaris tapi disuruh berhenti oleh sang suami. Lalu menjadi guru juga > diminta berhenti. Istri saya nyaris tidak percaya saat adikmengaku tidak > memiliki uang sama sekali. Semua harta dibeli atas nama suami. Keluarga > ini cukup berada. Secara kasat mata, saat ini mereka memiliki satu rumah > dan tiga mobil. Dua di antaranya CRV dan Alphard. Suaminya punya kedudukan > yang lumayan di kantornya, bahkan kami dengar juga sebagai salah satu owner. > > Saat ini ia ingin cerai tapi selain suaminya tidak sudi menceraikannya juga > tidak akan ada pembagian harta. Sebenarnya ia tidak terlalu mengharapkan > harta tapi bagaimana kehidupan ia dan anak-anak kelak tanpa uang dan tanpa > pekerjaan. > > Rasanya ia ingin menjadi TKW andai saja tidak ada anak-anak. Namun ia tidak > ingin berpisah dari anak-anak karena khawatir akan diajak oleh ayahnya ke > agama yang lama. > > Mungkin ado inyiak, tantuo, buya, mamak, apak, bunda, uda, adiak, cadiak > pandai, alim ulama nan bisa magiah alternatif-alternatif nan mungkin bisa > ditampuah dek adiak kami ko. > > Alternatif nan paling kami inginkan tantu "keluarga utuh dan suami kembali > ke Islam." > > Sabalunnyo ambo yo batarimo kasih. Mohon maaf bilo tidak pado tampeknyo. > > Salam, > ZulTan, L, 50, Bogor > "Without change, we will not survive. Welcome 2011" > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ "menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi sebatang lidi" -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
