Assalamualaikum ww para sanak sapalanta, Ada khabar baik dari Yogya. Seorang sarjana filsafat UGM, urang awak, Sanak Anggun Gunawan, 26 th, ternyata juga berminat untuk mendalami ABS SBK, dan memberitahu bahwa ada beberapa temannya yang sudah atau sedang menulis disertasi tentang ABS SBK pada khususnya dan tentang orang Minangkabau pada umumnya. Sebuah disertasi mengenai subyek ini sudah diterbitkan dan bisa dipesan. . Selain dari buku yang ditulis Prof Mr M Nasrun [?} tentang filsafat Minangkabau -- yang diterbitkan beberapa puluh tahun yang lalu -- rasanya tidak ada lagi pemikiran filosofis tentang Minangkabau. Dalam hubungan ini saya teringat pesan Prof Dr Bahder Djohan [alm] agar di Sumatera Barat didirikan fakultas sastra, tentunya dengan titik pusat perhatian pada filsafat Minangkabau. Mungkin ketiadaan kajian filsafati itulah yang menyebabkan tidak mudahnya kita menghimpun, mengulas, mengembangkan, serta menyepakati dasar-dasar pemikiran filosofis yang lebih koheren dan konsisten di kalangan kita orang Minangkabau. Hal ini tentu merisaukan bagi kita-kita yang menginginkan tinjauan filosofis seperti itu. [Saya adalah salah seorang di antaranya.] Di bawah ini -- setelah meminta izin kepada beliau -- saya forward korespondensi saya dengan Sanak Anggun Gunawan. Semoga bermanfaat bagi para sanak yang bderminat pada uraian filsafati tentang keminangkabauan.
Wassalam, Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. Elaborasi filosofis terhadap ajaran Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK). Antara Anggun Gunawan dan Anda Saafroedin Bahar 15 Januari jam 2:32 Anggun, saya kurang tahu apakah Anggun -- atau alumni Fakultas Filsafat UGM lainnya -- tertarik pada ajaran ABS SBK, yang secara informal dipercaya sebagai 'jati diri Minangkabau'. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini saya sangat tertarik pada gejala inkoherensi antara adat Minangkabau dan agama Islam, khususnya dalam sistem kekerabatan dan hukum waris yang mengiringinya. Masalah ini sudah timbul sejak tahun 1832, dalam zaman Perang Paderi, dan kelihatannya tidak pernah tuntas sampai saat ini, sehingga Jeff Hadler, seorang sejarawan Amerika menyebut suasana kehidupan masyarakat Minangkabau merupakan rangkaian 'sengketa tiada putus'. Dengan keterbatasan yang ada, pengurus pusat Gebu Minang telah mencoba untuk mengadakan harmonisasi antara dua sistem nilai yang belum sepenuhnya serasi ini. Untuk itu telah diselenggarakan Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang di Padang, tanggal 12-13 Desember yang lalu. Dengan segala kekurangannya dan dalam suasana tekanan berat, bahkan teror, dari fihak-fihak yang menentangnya, seminar ini berhasil memperoleh dasar-dasar rumusan ABS SBK yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Saya percaya bahwa masyarakat Minangkabau pada umumnya -- dan saya pribadi pada khususnya -- akan sangat berterima kasih apabila Anggun bersedia melakukan telaahan filosofis terhadap kontroversi Minangkabau ini, yang sekarang sedang diupayakan untuk membenahinya oleh Gebu Minang dan para pendukung Seminar tersebut di atas. Jika Anggun berminat, akan saya kirimkan soft copy kesimpulan Seminar bulan Desember yang lalu. Wassalam, Saafroedin Bahar. Anggun Gunawan 15 Januari jam 6:59 Laporkan wa'alaikumussalam pak saaf... semoga bapak dalam keadaan sehat dan baik2 saja.. ya pak, sebagai pemuda minang yang telah 8 tahun di rantau, tentu awak butuh sebuah jawaban atas jati diri sebagai orang minang. awakpun merasakan memang belum ada sebuah penjelasan yang jelas baik secara filosofis maupun teknis bagaimana menjadi orang minang menurut abs-sbk. masih kabur menurut saya, sama seperti yang pak saaf sampaikan.. beberapa bulan ini, saya membantu membaca dan merevisi disertasi doktor ugm yang membahas tentang "Makna Menjadi Orang dalam Filsafat Adat Minang Kabau Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah", yang sekarang sudah diterbitkan menjadi buku "Manusia Minang Kabau" ( http://grepublishing.wordpress.com/2011/01/04/manusia-minangkabau/). kebetulan juga awak kenal dengan mahasiswa s3 ugm yang saat ini sedang membuat disertasi "Epistemologi Minangkabau". barusan saya kontak beliau, insya Allah beliau mau bantu untuk mendiskusikan makalah2 dan hasil kesimpulan seminar kebudayaan minang secara filsafati. beliaupun punya teman yang jg s3 di ugm yang juga menulis disertasi tentang filsafat minangkabau. kalau pak saaf memang mau mengirimkan makalah-makalah seminar kebudayaan minang kemarin dan juga hasil kesimpulannya, insya Allah kami di jogja siap untuk menyumbangkan pikiran...:) sekian dulu dari awak pak saaf...ditunggu kabar selanjutnya...:) ttd anggun gunawan alumni filsafat ugm - 26 th http://grepublishing.cjb.net/ http://anggun.cjb.net/ Manusia Minangkabau | Gre Publishing Jogja grepublishing.wordpress.com Fenomena perantau Minang yang menyewa mobil pada saat lebaran sudah menjadi rahasia umum. Semua dilakukan demi menjaga prestise bahwa “Awak sukses di rantau”. Matrilineal dan Material adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan dalam kultur Minangkabau. Bagikan Saafroedin Bahar 17 Januari jam 0:56 Alhamdulillah. Setelah dokumen-dokumen SKM GM tersebut dirapikan oleh Sekretariat SKM GM, akan saya emailkan kepada Anggun. Mohon izin untuk mendownload email Anggun ini untuk selanjutnya saya kirim ke mailing Rantau Net. Saya pesan satu buku "Manusia Minangkabau". Tolong kirim ke alamat" Dr. Saafroedin Bahar, Kompleks Sekretariat Negara Cidodol Baru, Blok E 20, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 10220. Tolong beritahu berapa harga serta ongkos kirimnya. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
