Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
 
Saya teruskan thread dari milis tetangga, sebagai informasi.
 
Kali ini pemberian gelar adat tertinggi oleh suatu suku bangsa -- dalam hal ini 
suku bangsa Batak -- telah ditolak secara terbuka oleh keturunan Si Raja Batak, 
dengan alasan belum terlihat jasa SBY untuk tanah Batak.
 
Mengenai hal ini, untung Minangkabau tidak mempunyai 'Si Raja Minangkabau', 
sehingga pemberian gelar sangsako bisa berlangsung dengan mulus. [Btw: dengan 
alasan apa ? oleh siapa? apa manfaatnya? ]


Wassalam,
Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) 
Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.



 



@korantempo: Pemberian Gelar Raja Batak untuk SBY Ditolak 
​

TEMPO Interaktif, MEDAN - Rencana pemberian gelar Raja Batak kepada Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono ditentang ratusan pemuda dan pemudi Batak.  Para 
pemuda yang  mengklaim sebagai turunan raja-raja Batak, di Sumatera Utara ini 
mengatasnamakan Partungkuoan Naposo Bangsa Batak, memulai aksi damainya di 
Gereja HKBP Jalan Sudriman dan diakhiri di Tugu Sisingamangaraja XII, Jalan SM 
Raja, Medan, Ahad 16 Januari 2011.

Ratusan anak muda itu  menilai, SBY tidak pantas menyandang gelar raja batak 
karena tidak mampu memimpin bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Mereka 
juga menuding rencana gelar Raja Batak kepada SBY sebagai bentuk politisasi 
oleh Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. 

Riko Sihombing, salah satu pengunjukrasa kepada Tempo, Ahad  (16/1) sore, 
menduga rencana pemberian gelar itu akan dirangkai dengan peresmian Museum 
Batak di Kota Balige, Kabupaten Toba Samosir, Selasa mendatang. »Jangan Raja 
Batak ini dipolitisasi,” kata Riko melalui telepon.

Riko mengklaim massa yang melakukan aksi damai berjumlah 200 orang, juga bagian 
turunan dari raja-raja di Tanah Batak, yakni dari Kabupaten Toba, Toba Samosir, 
Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. »Aksi serupa akan kami lakukan Senin 
(besok), di DPRD Sumatera Utara dan Kota Medan,” akunya.

Menurut Riko, penentangan itu dilakukan lantaran tidak adanya bukti perbuatan 
SBY selaku presiden terhadap kesejahteraan di Tanah Batak. »Kecuali (presiden) 
telah membikin Tanah Batak ini sejahtera,” ujarnya.

Riko menegaskan, Raja Batak yang nyata itu adalah Sisingamangraja XII. 
»Karenanya kami berunjukrasa di sana (tugu),” katanya.

Soetana Monang Hasibuan

Catatan : 
Opung saya dari pihak mami sudah lahir di jakarta, walaupun papi alm masih 
lahir di balige thn 1934 tapi saya masih bisa membedakan mental 
(martabat/dignity) anak/boru seorang ”Raja” atau mental seorang ”hatoban”. 
Jadi jabatan yg melekat pada seseorang tidak samaa dg martabatnya 
Sent from my BlackBerry®504 
powered by INDOSAT
 

__,_._,___






      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke