Makanya, perbanyaklah wadah kegiatan remaja di padang, spt pencinta alam, olah 
raga, seni,dll
Jangan semua disuruh belajar tok. 
Padang memang minus awad beraktifitas utk pemuda dan remajanya, semuanya 
dicekoki cm belajar2 saja. Kalau remaja tsb sibuk beraktifitas sesuai 
bidangnya, pasti udah kehabisan energi buat tawuran

Salam
Bot sp

Salam
Bsp
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 27 Jan 2011 05:13:17 
To: [email protected].<[email protected].>
Reply-To: [email protected]
Subject: FW :RE: [R@ntau-Net] TAWURAN MAKIN MENGKHAWATIRKAN : Satu Pelajar
 TewasTiga Kena Tusuk

Sebuah pertanyaan: mengapa di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, 
Palembang, dan Lampung tak ada berita tawuran pelajar ini? Memang tidak ada, 
atau hanya karena  tak diberitakan ? Apa yg salah di Padang kok terjadi 
tawuran, bahkan berulang ?
Wassalam,


-------Original Email-------
Subject :RE: [R@ntau-Net] TAWURAN MAKIN MENGKHAWATIRKAN : Satu Pelajar 
TewasTiga Kena Tusuk
>From  :mailto:[email protected]
Date  :Thu Jan 27 12:02:18 Asia/Bangkok 2011


Kalo jagoan turun ke gelanggang resmi, banyak kejuaraan beladiri malah ada yang 
full body contact, 1 lawan 1. Kalah menang ada wasit nya. Ada nilai nya. Ada 
hadiah nya.

-----Original Message-----
From: Nofendri T. Lare <[email protected]>
Sent: Thursday, 27 January 2011 8:47 AM
To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] TAWURAN MAKIN MENGKHAWATIRKAN : Satu Pelajar Tewas Tiga 
Kena Tusuk

Guswandi 

PADANG - SINGGALANG Tawuran antar pelajar di Padang kian mengkhawatirkan.
Tak lagi pakai batu, tapi pakai senjata tajam. Lawan ditikam secara
beringas. Bahkan, Fadilah Aifat, 19, tewas setelah tabrakan hebat di
Seberang Padang. Ia mencoba lari dengan motor karena terus dikejar pelajar
dari sekolah lain. Menurut teman-temannya, ia takut dianiaya.

Sementara itu, tiga pelajar lainnya dilarikan ke rumah sakit karena ditusuk
saat tawuran. 
Tawuran antar pelajar di Padang, menunjukan, pengelola pendidikan, aparat
pemerintah, polisi, masyarakat luas, tidak peduli dengan anak-anaknya.
Sedikit lagi, Padang akan seperti Makassar, bacakak tiok ari.

Fadilah adalah contoh nestapanya anak sekolah berbaju seragam. Dibunuh, atau
terbunuh karena lari. 
Pelajar SMK Kartika I-1 Padang ini, sebelumnya terlibat tawuran di kawasan
Imam Bonjol, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (26/1). 
Diduga Fadilah dikejar pelajar lain yang ingin menganiayanya, karena dari
penuturan saksi mata, sebelum terjadi kecelakaan, korban terlihat dikejar
beberapa pelajar dengan motor yang melaju dalam kecepatan tinggi.

Selain Fadilah, tiga pelajar lain juga ikut menjadi korban, yaitu Riko, Joni
dan Fuad. Mereka diserang pelajar lain dengan pisau. Sehingga tangan dan
dada mereka mengeluarkan darah.
Riko ditikam di halte depan gedung Bagindo Aziz Chan, sedangkan Joni ditikam
di Jalan Dobi. Sementara Fuad ditusuk di depan Matahari. Ketiganya kini
masih di rumah sakit.

Menurut penuturan korban, mereka tidak tahu apa-apa mengenai tawuran.
Tiba-tiba datang beberapa orang tak dikenal menanyakan asal sekolah. Begitu
mereka menyebutkan asal sekolah, pisau langsung menancap di tubuh korban.

Menurut keterangan pelajar SMK 1 yang tidak mau disebutkan namanya, sebelum
korban tewas, ia sempat melihat tawuran di Imam Bonjol. Selain pelajar, ia
juga melihat ada preman yang ikut menyerang.
"Mendengar polisi datang tawuran terhenti, beberapa pelajar yang menggunakan
sepeda motor terlihat kejar-kejaran, tapi kemana arah mereka saya tidak
tahu, saya tahu ada korban, setelah ada teman yang mengatakan pelajar SMK
Kartika tewas di rumah sakit Reksowidiryo," ujarnya.
Selain ketiga korban, masih ada pelajar yang menjadi korban, namanya Edo,
17. Ia tergeletak kritis karena terjatuh saat berboncengan saat kecelakaan
terjadi. Sementara Fadilah yang tewas langsung dibawa keluarganya ke rumah
duka, di kawasan Ampalu, Kecamatan Lubeg.

Akibat ulah pelajar itu, Tedi, 45, warga Padang Selatan juga ikut menjadi
korban. Tedi tewas karena tertabrak saat menyeberang jalan di depan
rumahnya. Ia tertabrak oleh Fadilah.

Tedi meninggal dunia di RS M Djamil Padang, saat akan ditolong oleh petugas
medis.
Ka Spk A Polresta Ipda Hendri mengatakan, kejadian itu sedang diselidiki
jajaran kepolisian. Diakui Hendri, saat ini polisi masih menunggu laporan
dari kelurga korban.
"Kami telah mencatat keterangan dari korban di RS Resowidiryo. Kemungkinan,
selanjutnya kasus itu akan diserahkan ke bagian Reskrim, untuk
ditindaklanjuti," ujar Hendri kemarin (26/1). 
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Kartika 1-2 Zulhan Rangkuti,
mengatakan, sorotan miring mengenai adanya pelajar SMA Kartika yang ikut
tawuran tidak benar. 
"Kami sudah cek nama-nama yang katanya berasal dari SMA Kartika, tapi tidak
ada yang sesuai dengan nama pelajar yang tertangkap polisi," ungkapnya.
Zul menjamin jika ada pelajar dari SMA Kartika yang terlibat, pihak sekolah
akan mengembalikannya kepada orangtua.
Sering

Tawuran di RTH Imam Bonjol sudah sering terjadi. Untuk diketahui RTH itu
letaknya diapit oleh Balaikota, Polresta Padang, kantor Satpol PP bahkan
Bal
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke