Assalamu'alaikum w.w Jadi ikut nimbrung , rasanya tidak adil kalau kita menyalahkan satu sisi saja, bukan saya membela siapa2. Dari pemantauan saya sehari-hari walaupun bukan penelitian, banyak pula remaja kita yg berprestasi, ikut olimpiade, lomba dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya, di zaman saya sekolah menengah belum banyak kompetisi di bidang pendidikan seni dan olahraga, namun disaat sekarang mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi, anak dan remaja di kota Padang dan sumbar diikutkan dalam pekan olahraga yang diadakan diknas maupun pemda, termasuk kegiatan religi, sept lomba tahfiz, asmaul husna dsb yg dimulai di tngkat kelurahan sampai nasional. Jadi masalahnya menurut saya tetaplah pada orang tua yang harus memantau aktifitas anak2nya. Arus informasi yg tdk bisa ditahan bahkan sampai ke kamar tidur mereka pun tidak bisa kita bendung. Masalah tawuran bukan saja masalah kebijakan, tapi ini masalah hati dan kepatuhan, kalau di rumah mereka diberi pemahaman tentang persaudaraan dan kedamaian, tdk mudah buruk sangka dan berpikir positif, saya yakin tidak ada lagi tawuran seperti ini. Dan kita harus tau juga kalau saat ini di padang sudah didatangi anak jalanan yg bukan asli minang, tapi mereka pendatang yg memang suka pindah2 dan sering diamankan satpol PP, namun ibarat pohon, setiap ditebang dia tumbuh lagi. Bisa saja mereka menjadi penarik minat beberapa remaja kita yg memang punya sifat ingin meniru sesuatu yg baru. Demikian, maaf kalau kurang berkenan, hanya ingin menyampaikan apa yg saya amati saja, Terima kasih Wassalam Arina, padang , 40 th Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 27 Jan 2011 06:30:24 To: [email protected]<[email protected]>; [email protected].<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: FW :RE: [R@ntau-Net] TAWURAN MAKIN MENGKHAWATIRKAN : Satu PelajarTewasTiga Kena Tusuk Makanya, perbanyaklah wadah kegiatan remaja di padang, spt pencinta alam, olah raga, seni,dll Jangan semua disuruh belajar tok. Padang memang minus awad beraktifitas utk pemuda dan remajanya, semuanya dicekoki cm belajar2 saja. Kalau remaja tsb sibuk beraktifitas sesuai bidangnya, pasti udah kehabisan energi buat tawuran Salam Bot sp Salam Bsp Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 27 Jan 2011 05:13:17 To: [email protected].<[email protected].> Reply-To: [email protected] Subject: FW :RE: [R@ntau-Net] TAWURAN MAKIN MENGKHAWATIRKAN : Satu Pelajar TewasTiga Kena Tusuk Sebuah pertanyaan: mengapa di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Lampung tak ada berita tawuran pelajar ini? Memang tidak ada, atau hanya karena tak diberitakan ? Apa yg salah di Padang kok terjadi tawuran, bahkan berulang ? Wassalam, -------Original Email------- Subject :RE: [R@ntau-Net] TAWURAN MAKIN MENGKHAWATIRKAN : Satu Pelajar TewasTiga Kena Tusuk >From :mailto:[email protected] Date :Thu Jan 27 12:02:18 Asia/Bangkok 2011 Kalo jagoan turun ke gelanggang resmi, banyak kejuaraan beladiri malah ada yang full body contact, 1 lawan 1. Kalah menang ada wasit nya. Ada nilai nya. Ada hadiah nya. -----Original Message----- From: Nofendri T. Lare <[email protected]> Sent: Thursday, 27 January 2011 8:47 AM To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] TAWURAN MAKIN MENGKHAWATIRKAN : Satu Pelajar Tewas Tiga Kena Tusuk Guswandi PADANG - SINGGALANG Tawuran antar pelajar di Padang kian mengkhawatirkan. Tak lagi pakai batu, tapi pakai senjata tajam. Lawan ditikam secara beringas. Bahkan, Fadilah Aifat, 19, tewas setelah tabrakan hebat di Seberang Padang. Ia mencoba lari dengan motor karena terus dikejar pelajar dari sekolah lain. Menurut teman-temannya, ia takut dianiaya. Sementara itu, tiga pelajar lainnya dilarikan ke rumah sakit karena ditusuk saat tawuran. Tawuran antar pelajar di Padang, menunjukan, pengelola pendidikan, aparat pemerintah, polisi, masyarakat luas, tidak peduli dengan anak-anaknya. Sedikit lagi, Padang akan seperti Makassar, bacakak tiok ari. Fadilah adalah contoh nestapanya anak sekolah berbaju seragam. Dibunuh, atau terbunuh karena lari. Pelajar SMK Kartika I-1 Padang ini, sebelumnya terlibat tawuran di kawasan Imam Bonjol, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (26/1). Diduga Fadilah dikejar pelajar lain yang ingin menganiayanya, karena dari penuturan saksi mata, sebelum terjadi kecelakaan, korban terlihat dikejar beberapa pelajar dengan motor yang melaju dalam kecepatan tinggi. Selain Fadilah, tiga pelajar lain juga ikut menjadi korban, yaitu Riko, Joni dan Fuad. Mereka diserang pelajar lain dengan pisau. Sehingga tangan dan dada mereka mengeluarkan darah. Riko ditikam di halte depan gedung Bagindo Aziz Chan, sedangkan Joni ditikam di Jalan Dobi. Sementara Fuad ditusuk di depan Matahari. Ketiganya kini masih di rumah sakit. Menurut penuturan korban, mereka tidak tahu apa-apa mengenai tawuran. Tiba-tiba datang beberapa orang tak dikenal menanyakan asal sekolah. Begitu mereka menyebutkan asal sekolah, pisau langsung menancap di tubuh korban. Menurut keterangan pelajar SMK 1 yang tidak mau disebutkan namanya, sebelum korban tewas, ia sempat melihat tawuran di Imam Bonjol. Selain pelajar, ia juga melihat ada preman yang ikut menyerang. "Mendengar polisi datang tawuran terhenti, beberapa pelajar yang menggunakan sepeda motor terlihat kejar-kejaran, tapi kemana arah mereka saya tidak tahu, saya tahu ada korban, setelah ada teman yang mengatakan pelajar SMK Kartika tewas di rumah sakit Reksowidiryo," ujarnya. Selain ketiga korban, masih ada pelajar yang menjadi korban, namanya Edo, 17. Ia tergeletak kritis karena terjatuh saat berboncengan saat kecelakaan terjadi. Sementara Fadilah yang tewas langsung dibawa keluarganya ke rumah duka, di kawasan Ampalu, Kecamatan Lubeg. Akibat ulah pelajar itu, Tedi, 45, warga Padang Selatan juga ikut menjadi korban. Tedi tewas karena tertabrak saat menyeberang jalan di depan rumahnya. Ia tertabrak oleh Fadilah. Tedi meninggal dunia di RS M Djamil Padang, saat akan ditolong oleh petugas medis. Ka Spk A Polresta Ipda Hendri mengatakan, kejadian itu sedang diselidiki jajaran kepolisian. Diakui Hendri, saat ini polisi masih menunggu laporan dari kelurga korban. "Kami telah mencatat keterangan dari korban di RS Resowidiryo. Kemungkinan, selanjutnya kasus itu akan diserahkan ke bagian Reskrim, untuk ditindaklanjuti," ujar Hendri kemarin (26/1). Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Kartika 1-2 Zulhan Rangkuti, mengatakan, sorotan miring mengenai adanya pelajar SMA Kartika yang ikut tawuran tidak benar. "Kami sudah cek nama-nama yang katanya berasal dari SMA Kartika, tapi tidak ada yang sesuai dengan nama pelajar yang tertangkap polisi," ungkapnya. Zul menjamin jika ada pelajar dari SMA Kartika yang terlibat, pihak sekolah akan mengembalikannya kepada orangtua. Sering Tawuran di RTH Imam Bonjol sudah sering terjadi. Untuk diketahui RTH itu letaknya diapit oleh Balaikota, Polresta Padang, kantor Satpol PP bahkan Bal Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
