Mamak, tarimo kasih atas pencerahan ko, tapi ambo membutuhkan penjelasan,
apo contoh-contoh dari masing-masing jenis adat itu. Misalnyo, apokah konsep
tanah ulayat nan komunal (dijua indak dimakan bali-digadai indak dimakan
sando) dan sistem materinial itu adolah adat nan subana adat, adat nan
teradat, adat istiadat atau bagaimana?

Perdebatan soal adat Minangkabau itu salamo iko bukan pada tataran normatif,
tetapi implementasi yang diawalai dengan penafsiran.

Salam

andiko

Pada 31 Januari 2011 14.24, Afrijon Afrijon <[email protected]> menulis:

> MENGENAL ADAT MINANG KABAU
> Oleh : Afrijon Ponggok Katik Basa Batuah
>
>
> Adat Minang terbagi kepada 4 bagian desebut "Adaik nan ampek" (adat yang
> empat) yaitu :
> 1. *Adaik nan sabana Adaik* (Adat yang sebenarnya adat)
> Adat ini merupakan adat yang paling utama yang tidak dapat dirubah sampai
> kapanpun dia merupakan harga mati bagi seluruh masyarakat Minang Kabau,
> tidaklah bisa dikatakan dia orang MInang apabila tidak melak sanakan Adat
> ini dan akan dikeluarkan dia dari orang Minang apabila meninggalkan adat
> ini, adat ini yang palin perinsip adalah bahwa seorang Minag wajib beragama
>   Islam dan akan hilang Minangnya kalau keluar dari agama Islam.
> 2*. Adaik nan diadaikkan* (adat yang di adatkan)
> Adat ini adalah sebuah aturan yang telah disepakati dan diundangkan dalam
> tatanan Adat Minang Kabau dari zaman dulu melalui sebuah pengkajian dan
> penelitian yang amat dalam dan sempurna oleh para nenek moyang orang Minang
> dizaman dulu,  contohnya yang paling perinsip dalam adat ini adalah adalah
> orang minang wajib memakai kekerabatan "*Matrilinea*l" mengambil pesukuan
> dari garis ibu dan nasab keturunan dari ayah, makanya ada “*Dunsanak*”
> (persaudaraan dari keluarga ibu) dan adanya “*Bako*” (persaudaraan dari
> keluarga ayah), Memilih dan atau menetapkan Penguhulu suku dan Ninik mamak
> dari garis persaudaraan badunsanak berdasarkan dari *ampek suku *asal
> (empat suku asal) “*Koto Piliang, Bodi, Caniago*” atau berdasarkan pecahan
> suku nan ampek tsb, menetapkan dan memlihara harta pusaka tinggi yang tidak
> bisa diwariskan kepada siapapun kecuali diambil manfaatnya untuk anak
> kemenakan, seperti sawah, ladang, hutan, pandam pakuburan, rumah gadang
> dll.
> Kedua adat diatas disebut "*Adaik nan babuhua mati*" (Adat yang diikat
> mati) dan inilah disebut “*Adat*”, adat yang sudah menjadi sebuah
> ketetapan dan keputusan berdasarkan kajian dan musyawarah yang menjadi
> kesepakatan bersama antara tokoh Agama, tokoh Adat dan cadiak pandai diranah
> Minang, adat ini tidak boleh dirubah-rubah lagi oleh siapapun, sampai
> kapanpun, sehingga ia disebut “*Nan inadak lakang dek paneh nan indak
> lapuak dek hujan, dibubuik indaknyo layua dianjak indaknyo mati*” (Yang
> tidak lekang kena panas dan tidak lapuk kena hujan, dipindah tidak layu
> dicabut tidak mati).
> Kedua adat ini juga sama diseluruh daerah dalam wilayah Adat Minang Kabau
> tidak boleh ada perbedaan karena inilah yang mendasari adat Minang Kabau itu
> sendiri yang membuat keistimewaan dan perbedaannya dari adat-adat lain di
> dunia.
> *Anak sicerek  didalam padi*
> *Babuah batangkai-tangkai*
> *Salamaik buah nan mudo*
> * *
> *Kabek nan arek buhua mati*
> *Indaklah sia kamaungkai*
> *Antah kok kiamaik nan katibo*
> * *
> 3. *Adaik nan Taradaik* (adat yang teradat)
> Adat ini adanya kareana sudah teradat dari zaman dahulu dia adalah ragam
> budaya di beberapa daerah di Minang Kabau yang tidak sama masing masing
> daerah, adat ini juga disebu dalam istilah "*Adaik salingka nagari*" (adat
> selinkar daerah).
> Adat ini mengatur tatanan hidup bermasyarakat dalam suatu Nagari  dan
> iteraksi antara satu suku dan suku lainnya dalam nagari itu yang disesuaikan
> dengan kultur didaerah itu sendiri, namun tetap harus mengacu kepada ajaran
> agama Islam.
> Adat ini merupakan kesepakatan bersama antara Penguhulu Ninik mamak, Alim
> ulama, cerdik pandai, Bundo Kanduang dan pemuda dalam suatu nagari di Mianag
> Kabau, yang disesuaikan dengan perkembangan zaman memakai etika-etika dasar
> adat Minang namun tetap dilandasi ajaran Agama Islam.
>
> 4. *Adaik Istiadaik* (Adat istiadat)
> Adat ini adalah merupakan  ragam adat dalam pelaksanaan silaturrahim,
> berkomunikasi, berintegrasi, bersosialisasi dalam masyarakat suatu nagari di
> Minang Kabau seperti acara pinang meminag, pesta perkawinan dll, adat inipun
> tidak sama dalam wilayah Minang Kabau, disetiap daerah ada saja perbedaannya
> namun tetap harus mengacu kepada ajaran Agama Islam.
> Kedua adat yang terakhir ini disebut "*Adaik nan babuhua sintak*" (adat
> yang tidak diikat mati) dan inilah yang namakan ”*Istiadat”,*  karena ia
> tidak diikat mati maka ia boleh dirubah kapan saja diperlukan melalui
> kesepakatan Penghulu Ninik mamak, Alaim Ulama, Cerdik pandai, Bundo kanduang
> dan pemuda yang disesuaikan dengan perkembangan zaman namun acuannya adalah
> sepanjang tidak melanggar ajaran Adat dan ajaran Agama Islam, sehingga
> disebut dalam pepatah adat “*maso batuka musim baganti, sakali aie gadang
> sakali tapian baranjak*”
> *Masaklah padi rang singkarak*
> *Masaknyo batangkai-tangkai*
> *Dibaok urang ka malalo*
> * *
> *Kabek sabalik buhua sintak*
> *Jaranglah urang kamaungkai*
> *Tibo nan punyo rarak sajo*
> * *
> Kesimpulan :
>
> 1.                  Yang dimaksut adat di Minang Kabau adalah Ragam budaya
> dan prilaku kehidupan  masyarakat Minang kabau yang dilandasi asas minkin
> dan patut sesuai syari’at Islam.
>
> 2.                  Yang dikatakan Adat Istiadat di Minang Kabau adalah :
>
> Adat adalah Adaik nan babuhua mati sebagai anggaran dasar yang tidak boleh
> dirubah.
>
> Istiadat adalah adaik nan babuhua sintak sebagai anggaran rumah tangga yang
> dapat dirubah melalui mufakat.
> * *
> Terima kasih.
> Afrijon Ponggok Katik Basa Batuah
> 46,L,Pekanbaru
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke