Juni 2011 Beroperasi Kembali PADANG, HALUAN - Pemintasan jalur kereta api antara Lubuk Alung dan Padang Panjang yang sempat mati pada tahun 2010 lalu akibat jembatan ambruk, direncanakan pada akhir Juni 2011 telah bisa beroperasi.
Kepala Humas PT Kereta Api (Persero) Divisi Regional II Sumbar Romeo mengatakan, perbaikan jembatan ambruk akibat banjir bandang di daerah Kayu Tanam (jalur perlintasan) telah mulai direhab oleh pemerintah setempat. "Pertengahan tahun ini, masyarakat bisa menikmati perjalanan dengan kereta api dari Lubuk Alung ke Padang Panjang," kata Romeo kepada Haluan di kantornya, Rabu (9/2). Dihidupkannya kembali jalur kereta api tersebut sebagai salah satu upaya nyata untuk mensinergikan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan pemerintah daerah, yakni mengaktifkan semua jalur kereta api se Sumbar yang telah lama mati serta manambah jalur baru. Seperti jalur dari daerah Sijunjung ke Dhamasraya dan ke Pakanbaru. Ia juga mengatakan, dari sekian banyak jalur perlintasan kereta api yang ada, tidak cukup dari separuh jumlah jalur yang beroperasi. Diantaranya, Indarung-Teluk Bayur, Lubuk Alung-Pariaman, Padang Panjang-Sawahlunto. Sedangkan jalur perlintasan yang dilalui kereta api, yakni Padang Panjang-Bukittinggi yang mati sejak tahun 1982 lalu, Bukittinggi-Payakumbuh, dan Payakumbuh-Limbanang yang terhalang dengan adanya tambang emas. Selanjutnya, jalur yang ada di Muaro Kalaban, Logas, dan Lipek Kain arah ke Pakanbaru. "Kami dari pihak PT KAI hanya sebagai operator, sedangkan yang menentukan hidup atau tidaknya jalur tersebut tergantung dari sikap pemerintah setempat. Jika pemda respek untuk mengaktifkan atau menambah jalur kereta api, kami pun siap beroperasi," tuturnya. Ia juga menambahkan, pemerintah saat ini tengah berupaya untuk merealisasikan jalur Duku-Bandara Internasional Minang (BIM). "Informasi yang saya peroleh, pihak Pemprov Sumbar khususnya Dinas Perhubungan Sumbar sedang melakukan pembebasan lahan jalur kereta api," ujarnya lagi. Dana yang terserap untuk pembangunan jalur ini sekitar Rp5 miliar yang berasal dari APBN dan APBD Pemprov. (mce) Harian Haluan, 10 Feb 2010 Wassalam Nofend/34+/M-CKRG => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!! Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang, Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi Sumatera Barat. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
