Jika kita berbicara tentang cinta, maka secara hakikat kita akan berbicara
tentang kasih sayang. Jika kita berbicara tentang kasih sayang, maka akan
tergambar di dalam benak kita kepada satu hari yang setiap tahunnya
dirayakan.

Hari yang selalu dinanti-nantikan oleh orang-orang yang dimabuk cinta, dan
hari yang merupakan momen terpenting bagi para pemuja nafsu. Sejenak membuka
lembaran sejarah kehidupan manusia, maka di sana ada suatu kisah yang konon
kabarnya adalah tonggak sejarah asal mula diadakannya hari yang
dinanti-nantikan itu. Tentunya para pembaca sudah bisa menebak hari yang
dimak-sud adalah "Valentine Days" (Hari Kasih Sayang?)

Bila kita membuka bebe-rapa ensiklopedia, maka kita akan menemukan difinisi
Va-lentine pada tiga  tempat, an-tara lain : 1. Ensiklopedia Ame-rika
(volume XIII/hal. 464) menya-takan, "Tanggal 14 Februari adalah hari
perayaan modern yang berasal dari dihukum matinya seorang pahlawan kristen
yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M". (2).

Sejarah Singkat Valentine Days

Konon kabarnya, sejak abad ke-4 SM, telah ada perayaan hari kasih sayang.
Namun perayaan tersebut tidak dina-makan hari Valentine. Perayaan itu tidak
memiliki hubungan sama sekali dangan hari Valen-tine, akan tetapi untuk
meng-hormati dewa yang bernama Lupercus. Acara ini berbentuk upacara dan di
dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. De-ngan menarik
gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan.

Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah itu mereka bisa
diting-galkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka menulis namanya
untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.
Sementara itu, pada 14 Februari 269 M me-ning-galkan seorang pendeta
Kris-ten yang bernama Valen-tine. Semasa hidupnya, selain sebagai pendeta ia
juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan, baik hati dan me-miliki
jiwa patriotisme yang mampu membangkitkan sema-ngat berjuang.

Dengan sifat-sifatnya terse-but, tampaknya mampu mem-bangkitkan kesadaran
masya-rakat terhadap penderitaan yang mereka rasakan, karena keza-liman sang
Kaisar. Kaisar ini sangat membenci orang-orang Nasrani dan mengejar pengikut
ajaran Nabi Isa. Pendeta Valen-tine ini dibunuh karena melang-gar peraturan
yang dibuat oleh sang Kaisar, yaitu melarang para pemuda untuk menikah,
karena pemuda lajang dapat dijadikan tentara yang lebih baik daripada
tentara yang telah menikah. Valentine sebagai pendeta, sedih melihat pemuda
yang mabuk asmara. Akhirnya dengan penuh keberanian, ia melanggar perintah
sang Kaisar. Dengan diam-diam ia menikah-kan sepasang anak muda. Pen-deta
Valentine berusaha meno-long pasangan yang sedang jatuh cinta dan ingin
membentuk ke-luarga. Pasangan yang ingin me-nikah lalu diberkati di tempat
yang tersembunyi. Namun rupanya, sang Kaisar menge-tahui kegiatan yang
dilakukan oleh pendeta tersebut, dan Kaisar sangat tersinggung hingga sang
Pendeta diberi hukuman penggal oleh Kaisar Romawi yang bergelar Cladius II.

Sejak kematian Valentine, kisahnya menyebar dan meluas, hingga tidak satu
pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya.
Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada anak dan cucu-nya
sampai pada tingkat peng-kultusan!

Ketika agama Katolik mu-lai berkembang, para pemi-mipin gereja ingin turut
andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru
sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya mereka menemukan
pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine.

Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria yang
dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua
tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal pera-yaan tersebut menjadi 14
Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai
bentuk peng-hor-matan dan pengkultusan kepada Santo Valentine. Dengan
demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan diganti dengan
"Valentine Days".  Sesuai perkembangannya, Hari Kasih Sayang  tersebut
menjadi semacam rutinitas ritual bagi kaum gereja untuk dirayakan. Biar
tidak kelihatan formal, mereka membungkusnya de-ngan hiburan atau
pesta-pesta.

Hukum Islam tentang Perayaan Valentine Days

Dalam Islam memang di-syari'atkan berkasih sayang kepada sesama muslim,
namun semuanya berada dalam batas-batas dan ketentuan Allah -Ta'ala.  Betapa
banyak kita dapatkan para pemuda dan pemudi dari kalangan kaum muslimin yang
masih jahil (bodoh) tentang permasalahan ini. Lebih parah lagi, ada sebagian
orang yang tidak mau peduli dan hanya menuruti hawa nafsunya. Padahal
pera-yaan Hari Kasih Sayang (Va-len-tine Days) haram dari beberapa segi.

Pertama Tasyabbuh dengan Orang-orang Kafir. Hari Valen-tine Days merupakan
ciri khas, dan manhaj (metode) orang-orang kafir yang harus dijauhi. Seorang
muslim tak boleh menyerupai mereka dalam merayakan hari itu.  Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyyah Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata: "Tak ada bedanya antara
mengikuti mereka dalam hari raya, dan mengikuti mereka dalam seluruh manhaj
(metode beragama), karena mencocoki mereka dalam seluruh hari raya berarti
men-cocoki mereka dalam keku-furan. Mencocoki mereka da-lam sebagaian hari
raya berarti men-cocoki mereka dalam sebagian cabang-cabang kekufuran.
Bahkan hari raya adalah ciri khas yang paling khusus di antara
syari'at-syari'at (agama-agama), dan syi'ar yang paling nampak baginya. Maka
mencocoki mereka dalam hari raya berarti mencocoki mereka dalam syari'at
kekufuran yang paling khusus, dan syi'ar yang paling nampak. Tak ragu lagi
bahwa mencocoki mereka dalam hal ini terkadang be-rakhir kepada kekufuran
secara global".[Lihat Al-Iqtidho' (hal.186)].

Maka ikut merayakan Va-len-tine Days termasuk bentuk tasyabbuh (penyerupaan)
de-ngan orang-orang kafir. Ra-sululllah -Shollallahu 'alaihi wasallam-
bersabda: "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum  maka ia termasuk kaum
tersebut".  [HR. Abu Daud dalam Sunan-nya (4031)  dan Ahmad dalam Al-Musnad
(5114, 5115, & 5667), Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mus-honnaf (19401 & 33016),
Al-Baihaqiy dalam Syu'ab Al-Iman (1199), Ath-Thobroniy dalam Musnad
Asy-Syamiyyin (216), Al-Qudho'iy dalam Musnad Asy-Syihab (390), dan Abd bin
Humaid dalam Al-Muntakhob (848). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy
dalam Takhrij Musykilah Al-Faqr (24)].

Perbuatan ini dan yang semisalnya merupakan bukti kebenaran sabda Nabi
-Shalla-llahu 'alaihi wa sallam- dalam sebuah hadits shohih: "Kalian akan
benar-benar mengikuti  jalan hidup orang-orang sebe-lum kalian, sejengkal
demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga andai mereka mema-suki lubang
biawak, maka kalian pun me-ngikuti mere-ka".  Kami (para sahabat) bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi, dan Nashrani".
Beliau menjawab, "Siapa lagi kalau bukan me-reka".  [HR. Al-Bukhoriy (3456)
dari Abu Sa'id Al-Khudriy -radhiyallahu 'anhu-]"... [Lihat Al-Ibda' fi
Madhorril Ibtida' (hal. 254-255)].

Kedua pengantar menuju maksiat dan zina.  Acara Valentine Days mengantarkan
seseorang kepada bentuk mak-siat dan yang paling besarnya adalah bentuk
perzinaan. Bukankah momen seperti ini (Valentine Days) digunakan untuk
meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan cara memberikan
hadiah, menghabiskan waktu hanya berdua saja? Bahkan terkadang sampai kepada
jenjang perzinaan. Allah SWT berfirman dalam melarang zina dan pengantarnya
(seperti, pacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan lainnya). "Dan
janganlah kamu men-dekati zina;  Sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk".  (QS. Al-Isra' : 32).
Rasulullah SAW bersabda, "Jangan sekali-sekali salah seorang kalian
berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram". [HR. Al-Bukhoriy dalam
Shohih-nya (4935), dan Muslim dalam Shohih-nya (1241)].  "Demi Allah,
sung-guh jika kepala salah seorang dari kalian  ditusuk dengan jarum dari
besi, maka itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal
baginya". [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (486) ...  Di-shahih-kan oleh
syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah (226)]

Merayakan Velentine Days berarti menjadikan hari itu sebagai hari raya.
Padahal di dalam menetapkan suatu hari sebagai hari raya, diperlukan dalil
dari Alquran dan As-Sunnah. Karena menetapkan hari raya yang tidak ada
dalil-nya merupakan perkara baru yang tercela.  Di dalam agama kita yang
sempurna ini, hanya tercatat dua hari raya, yaitu: Idul Fitri dan Idul Adha.
Karenanya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam  mengingkari dua hari raya
yang pernah dilakukan oleh orang-orang Madinah.

Sungguh perkara yang sa-ngat menyedihkan, justru perayaan ini sudah menjadi
hari yang dinanti-nanti oleh sebagian kaum muslimin terutama kawula muda.
Parahnya lagi,  perayaan Valentine Days ini adalah untuk memperingati
kematian orang kafir (yaitu Santo Valentine). Perkara seperti ini tidak
boleh, karena menjadi sebab seorang muslim mencintai orang kafir.
Na'udzubillah. Wallahu a'lamu bis-shawaab.

MASOED ABIDIN

Sabtu, 12 Februari 2011 01:39
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=152
3:tidak-perlu-ikut-merayakan-valentines-day&catid=11:opini&Itemid=83

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke