Ma kasih bang nofend...
izin share ya..
arina

--- On Sun, 13/2/11, Nofendri T. Lare <[email protected]> wrote:

> From: Nofendri T. Lare <[email protected]>
> Subject: [R@ntau-Net] OPINI Buya di Haluan : TIDAK PERLU IKUT MERAYAKAN 
> VALENTINE'S DAY
> To: [email protected]
> Date: Sunday, 13 February, 2011, 7:07 AM
> Jika kita berbicara tentang cinta,
> maka secara hakikat kita akan berbicara
> tentang kasih sayang. Jika kita berbicara tentang kasih
> sayang, maka akan
> tergambar di dalam benak kita kepada satu hari yang setiap
> tahunnya
> dirayakan.
> 
> Hari yang selalu dinanti-nantikan oleh orang-orang yang
> dimabuk cinta, dan
> hari yang merupakan momen terpenting bagi para pemuja
> nafsu. Sejenak membuka
> lembaran sejarah kehidupan manusia, maka di sana ada suatu
> kisah yang konon
> kabarnya adalah tonggak sejarah asal mula diadakannya hari
> yang
> dinanti-nantikan itu. Tentunya para pembaca sudah bisa
> menebak hari yang
> dimak-sud adalah "Valentine Days" (Hari Kasih Sayang?)
> 
> Bila kita membuka bebe-rapa ensiklopedia, maka kita akan
> menemukan difinisi
> Va-lentine pada tiga  tempat, an-tara lain : 1.
> Ensiklopedia Ame-rika
> (volume XIII/hal. 464) menya-takan, "Tanggal 14 Februari
> adalah hari
> perayaan modern yang berasal dari dihukum matinya seorang
> pahlawan kristen
> yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M".
> (2).
> 
> Sejarah Singkat Valentine Days
> 
> Konon kabarnya, sejak abad ke-4 SM, telah ada perayaan hari
> kasih sayang.
> Namun perayaan tersebut tidak dina-makan hari Valentine.
> Perayaan itu tidak
> memiliki hubungan sama sekali dangan hari Valen-tine, akan
> tetapi untuk
> meng-hormati dewa yang bernama Lupercus. Acara ini
> berbentuk upacara dan di
> dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan.
> De-ngan menarik
> gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan
> pasangan.
> 
> Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah
> itu mereka bisa
> diting-galkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka
> menulis namanya
> untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun
> berikutnya.
> Sementara itu, pada 14 Februari 269 M me-ning-galkan
> seorang pendeta
> Kris-ten yang bernama Valen-tine. Semasa hidupnya, selain
> sebagai pendeta ia
> juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan, baik
> hati dan me-miliki
> jiwa patriotisme yang mampu membangkitkan sema-ngat
> berjuang.
> 
> Dengan sifat-sifatnya terse-but, tampaknya mampu
> mem-bangkitkan kesadaran
> masya-rakat terhadap penderitaan yang mereka rasakan,
> karena keza-liman sang
> Kaisar. Kaisar ini sangat membenci orang-orang Nasrani dan
> mengejar pengikut
> ajaran Nabi Isa. Pendeta Valen-tine ini dibunuh karena
> melang-gar peraturan
> yang dibuat oleh sang Kaisar, yaitu melarang para pemuda
> untuk menikah,
> karena pemuda lajang dapat dijadikan tentara yang lebih
> baik daripada
> tentara yang telah menikah. Valentine sebagai pendeta,
> sedih melihat pemuda
> yang mabuk asmara. Akhirnya dengan penuh keberanian, ia
> melanggar perintah
> sang Kaisar. Dengan diam-diam ia menikah-kan sepasang anak
> muda. Pen-deta
> Valentine berusaha meno-long pasangan yang sedang jatuh
> cinta dan ingin
> membentuk ke-luarga. Pasangan yang ingin me-nikah lalu
> diberkati di tempat
> yang tersembunyi. Namun rupanya, sang Kaisar menge-tahui
> kegiatan yang
> dilakukan oleh pendeta tersebut, dan Kaisar sangat
> tersinggung hingga sang
> Pendeta diberi hukuman penggal oleh Kaisar Romawi yang
> bergelar Cladius II.
> 
> Sejak kematian Valentine, kisahnya menyebar dan meluas,
> hingga tidak satu
> pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup
> dan kematiannya.
> Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada
> anak dan cucu-nya
> sampai pada tingkat peng-kultusan!
> 
> Ketika agama Katolik mu-lai berkembang, para pemi-mipin
> gereja ingin turut
> andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka
> mencari tokoh baru
> sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya
> mereka menemukan
> pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine.
> 
> Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria
> yang
> dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi
> pihak gereja. Dua
> tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal pera-yaan
> tersebut menjadi 14
> Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo
> Valentine sebagai
> bentuk peng-hor-matan dan pengkultusan kepada Santo
> Valentine. Dengan
> demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan
> diganti dengan
> "Valentine Days".  Sesuai perkembangannya, Hari Kasih
> Sayang  tersebut
> menjadi semacam rutinitas ritual bagi kaum gereja untuk
> dirayakan. Biar
> tidak kelihatan formal, mereka membungkusnya de-ngan
> hiburan atau
> pesta-pesta.
> 
> Hukum Islam tentang Perayaan Valentine Days
> 
> Dalam Islam memang di-syari'atkan berkasih sayang kepada
> sesama muslim,
> namun semuanya berada dalam batas-batas dan ketentuan Allah
> -Ta'ala.  Betapa
> banyak kita dapatkan para pemuda dan pemudi dari kalangan
> kaum muslimin yang
> masih jahil (bodoh) tentang permasalahan ini. Lebih parah
> lagi, ada sebagian
> orang yang tidak mau peduli dan hanya menuruti hawa
> nafsunya. Padahal
> pera-yaan Hari Kasih Sayang (Va-len-tine Days) haram dari
> beberapa segi.
> 
> Pertama Tasyabbuh dengan Orang-orang Kafir. Hari Valen-tine
> Days merupakan
> ciri khas, dan manhaj (metode) orang-orang kafir yang harus
> dijauhi. Seorang
> muslim tak boleh menyerupai mereka dalam merayakan hari
> itu.  Syaikhul Islam
> Ibnu Taimiyyah Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata: "Tak
> ada bedanya antara
> mengikuti mereka dalam hari raya, dan mengikuti mereka
> dalam seluruh manhaj
> (metode beragama), karena mencocoki mereka dalam seluruh
> hari raya berarti
> men-cocoki mereka dalam keku-furan. Mencocoki mereka da-lam
> sebagaian hari
> raya berarti men-cocoki mereka dalam sebagian cabang-cabang
> kekufuran.
> Bahkan hari raya adalah ciri khas yang paling khusus di
> antara
> syari'at-syari'at (agama-agama), dan syi'ar yang paling
> nampak baginya. Maka
> mencocoki mereka dalam hari raya berarti mencocoki mereka
> dalam syari'at
> kekufuran yang paling khusus, dan syi'ar yang paling
> nampak. Tak ragu lagi
> bahwa mencocoki mereka dalam hal ini terkadang be-rakhir
> kepada kekufuran
> secara global".[Lihat Al-Iqtidho' (hal.186)].
> 
> Maka ikut merayakan Va-len-tine Days termasuk bentuk
> tasyabbuh (penyerupaan)
> de-ngan orang-orang kafir. Ra-sululllah -Shollallahu
> 'alaihi wasallam-
> bersabda: "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum 
> maka ia termasuk kaum
> tersebut".  [HR. Abu Daud dalam Sunan-nya (4031) 
> dan Ahmad dalam Al-Musnad
> (5114, 5115, & 5667), Ibnu Abi Syaibah dalam
> Al-Mus-honnaf (19401 & 33016),
> Al-Baihaqiy dalam Syu'ab Al-Iman (1199), Ath-Thobroniy
> dalam Musnad
> Asy-Syamiyyin (216), Al-Qudho'iy dalam Musnad Asy-Syihab
> (390), dan Abd bin
> Humaid dalam Al-Muntakhob (848). Hadits ini di-shohih-kan
> oleh Al-Albaniy
> dalam Takhrij Musykilah Al-Faqr (24)].
> 
> Perbuatan ini dan yang semisalnya merupakan bukti kebenaran
> sabda Nabi
> -Shalla-llahu 'alaihi wa sallam- dalam sebuah hadits
> shohih: "Kalian akan
> benar-benar mengikuti  jalan hidup orang-orang
> sebe-lum kalian, sejengkal
> demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga andai mereka
> mema-suki lubang
> biawak, maka kalian pun me-ngikuti mere-ka".  Kami
> (para sahabat) bertanya,
> "Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi,
> dan Nashrani".
> Beliau menjawab, "Siapa lagi kalau bukan me-reka". 
> [HR. Al-Bukhoriy (3456)
> dari Abu Sa'id Al-Khudriy -radhiyallahu 'anhu-]"... [Lihat
> Al-Ibda' fi
> Madhorril Ibtida' (hal. 254-255)].
> 
> Kedua pengantar menuju maksiat dan zina.  Acara
> Valentine Days mengantarkan
> seseorang kepada bentuk mak-siat dan yang paling besarnya
> adalah bentuk
> perzinaan. Bukankah momen seperti ini (Valentine Days)
> digunakan untuk
> meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan
> cara memberikan
> hadiah, menghabiskan waktu hanya berdua saja? Bahkan
> terkadang sampai kepada
> jenjang perzinaan. Allah SWT berfirman dalam melarang zina
> dan pengantarnya
> (seperti, pacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan
> lainnya). "Dan
> janganlah kamu men-dekati zina;  Sesungguhnya zina itu
> adalah suatu
> perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk". 
> (QS. Al-Isra' : 32).
> Rasulullah SAW bersabda, "Jangan sekali-sekali salah
> seorang kalian
> berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram". [HR.
> Al-Bukhoriy dalam
> Shohih-nya (4935), dan Muslim dalam Shohih-nya
> (1241)].  "Demi Allah,
> sung-guh jika kepala salah seorang dari kalian 
> ditusuk dengan jarum dari
> besi, maka itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang
> tidak halal
> baginya". [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (486) ... 
> Di-shahih-kan oleh
> syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah (226)]
> 
> Merayakan Velentine Days berarti menjadikan hari itu
> sebagai hari raya.
> Padahal di dalam menetapkan suatu hari sebagai hari raya,
> diperlukan dalil
> dari Alquran dan As-Sunnah. Karena menetapkan hari raya
> yang tidak ada
> dalil-nya merupakan perkara baru yang tercela.  Di
> dalam agama kita yang
> sempurna ini, hanya tercatat dua hari raya, yaitu: Idul
> Fitri dan Idul Adha.
> Karenanya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
> mengingkari dua hari raya
> yang pernah dilakukan oleh orang-orang Madinah.
> 
> Sungguh perkara yang sa-ngat menyedihkan, justru perayaan
> ini sudah menjadi
> hari yang dinanti-nanti oleh sebagian kaum muslimin
> terutama kawula muda.
> Parahnya lagi,  perayaan Valentine Days ini adalah
> untuk memperingati
> kematian orang kafir (yaitu Santo Valentine). Perkara
> seperti ini tidak
> boleh, karena menjadi sebab seorang muslim mencintai orang
> kafir.
> Na'udzubillah. Wallahu a'lamu bis-shawaab.
> 
> MASOED ABIDIN
> 
> Sabtu, 12 Februari 2011 01:39
> http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=152
> 3:tidak-perlu-ikut-merayakan-valentines-day&catid=11:opini&Itemid=83
> 
> Wassalam
> Nofend/34+/M-CKRG
> 
> => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
> Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email
> ini sangat
> dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan
> dengan Ranah Minang,
> Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau
> serta Provinsi
> Sumatera Barat.
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan
> di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta
> R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim
> melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata!
> Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan
> reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply
> email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke