SOLOK, HALUAN - Sebagian masyarakat hanya mengenal keindahan Danau Diatas
Danau Dibawah atau disebut juga dengan danau kembar di  Kabupaten Solok.

Padahal di daerah itu ada sebuah pemandangan eksotis yang menyejukan mata.
Anda bisa melihatnya dengan menempuh perjalanan kaki sekitar dua kilometer
dari tempat pehentian mobil jika masuk melalui Sim-pang Polsek Danau Kembar.

Apalagi kalau bukan Danau Talang yang terletak di kaki Gunung Talang. Jika
anda  ber-diri di dekat danau itu, secara otomatis mata akan tertuju pada
puncak Gunung Talang.

Warna air danau itu pun sangat menggoda untuk mandi atau bermain air, karena
air yang jernih nampak hingga ke dasar danau. Ikan pun tidak terlalu banyak
dijumpai, terkesan danau sunyi tanpa penghuni (ekosistem danau).

Selain terletak di bawah kaki gunung, pinggir danau tersebut dikelilingi
oleh bebatuan besar yang tak jelas dari mana asalnya. Konon, kata masyarakat
setempat batu-batu besar itu datangnya dari semburan  Gunung Talang yang
memuntahkan isinya ketika gunung itu meletus.

Namun, jika berdiri tepat di pinggir danau yang menghadap ke badan gunung,
bukanlah batu besar yang anda sentuh, melainkan debu-debu semburan gunung
yang telah memadat dan menjadi tanah.

Lunaknya pun selunak tanah liat, hanya saja warna debu yang satu ini bersih
seperti warnah putih ke abu-abuan. Anda pun bisa membuat bermacam-macam
permainan pasir, seperti bola-bola.

Lokasi yang jauh dari kera-maian atau sepi dari rumah penduduk, hanya
sedikit sampan yang parkir, itu pun sampan yang telah lama ditinggal, bahkan
kelihatan sekali sampan yang terbenam karena padatan debu vulkanik.

Jika danau ini tak terawat  atau dikembangkan oleh peme-rintah,  wajar saja.
Karena lokasi yang jauh dan medan yang terjang untuk menempuhnya. Mungkin
akan lebih indah jika dijadikan tempat berkemah dan kemping bagi sejumlah
masyarakat yang berjiwa berpetualang.

Jika anda masuk dari dari simpang Polsek Danau Kembar, menempuh jarak
sekitar 3 km untuk  dilewati oleh mobil. Namun, perjalanan yang nyaman itu
hanya sekitar 1 km saja mesti ruas jalan yang hanya cukup untuk dilalui satu
unit mobil, karena  jangkauan tangan pihak dinas PU setempat untuk
mengas-palnya. Lewat dari itu, siap-siap badan anda terguncang oleh jalan
yang tak rata dan berlubang-lubang.

Sekitar dua kilometer men-jelang jalan buntu atau tempat berhentinya mobil,
sisi kiri kanan perjalanan hanya dihiasi oleh tanaman masyarakat seperti
sayur-sayuran.

Dari sinilah, sayur-sayuran yang ada di Sumbar atau ke provinsi tetangga
dihasilkan, karena daerah Solok yang dingin dan sejuk cocok untuk bertanam.
Wajar, jika Solok disebut-sebut sebagai salah satu daerah kontri-busi
terbesar dalam menghasilkan sayur-sayuran di Sumbar ini.

Jika anda suka berbelanja bahan masakan, anda pun bisa singgah dan
membelinya secara langsung kepada petani , yang pasti harganya jauh lebih
murah ketimbang harga dipasaran.

Dalam rentang jarak dua kilometer ini, rumah warga secara berangsur-angsur
semakin sedikit atau jarak yang semakin berjauhan dari rumah ke rumah yang
lainnya.

Begitu sampai ke jalan buntu, mobil diparkir karena medan yang buruk dan
jalan pendakian yang dipenuhi kerikil-kerikil halus.Jika hendak ingin
me-nempuhnya dengan mobil, akan lebih baik menggunakan mobil jenis artop
yang kuat dengan medan perbukitan.

Dari tempat parkir tersebut, disarankan anda  membawa air minum dan tongkat
penyangga yang kuat dari pepatahan kayu. Karena untuk bisa merasakan dingin
dan sejuknya air Danau Talang itu, menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk
berjalan atau sekitar dua km.

Sekitar 10 menit dari perjala-nan, masih bisa menemukan rumah warga.

Selanjutnya, jalan setapak yang dikelilingi rumput dan tanaman liar, namun
sekali-sekali Anda akan menjumpai tanaman sayur kembali milik masyarakkat
dan rumah-rumah kayu yang hanya dimanfaatkan tempat pesinggahan atau
istirahat sejenak setelah seharian diladang.

Mesti lahan tersebut telah berbentuk bidang miring, namun warga setetap bisa
meman-faatkannya untuk bercocok tanam. (h/miche anggela)

Ditulis oleh Teguh        
Minggu, 13 Februari 2011 00:54

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=154
5:danau-talang-keindahan-yang-menunggu-sentuhan&catid=39:lancong&Itemid=153

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke