"Mariangik" adalah tingkah laku seseorang/kelompok yg tidak sesuai dengan adat 
kebiasaan di  Minangkabau

Salah satunyo lah ambo cubo sampaikan dipalanta iko babarapo hari nan lewat, 
dalam masalah LUMIH jo caro Duduak Urang Minang nan kadang balain jo suku lain 


---TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Lies Suryadi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 13 Feb 2011 09:28:29 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [R@ntau-Net] "MARIANGIK" YANG MEMBUAT KESAL

Apa kira2 arti sebenarnya dari MARIANGIK ini?
Yo...baa lai. Baitulah Padang. Baitu nan dapek dicapai baru dek 'Nangkodo Baha'.
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Ming, 13/2/11, Nofendri T. Lare <[email protected]> menulis:


Dari: Nofendri T. Lare <[email protected]>
Judul: [R@ntau-Net] "MARIANGIK" YANG MEMBUAT KESAL
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 13 Februari, 2011, 7:15 AM


Dalam satu rapat kaum, adik saya melaporkan kelakuan anaknya yang membuat
"mariangik" saja di kampung. Saya tidak akan menceritakan apa kelakuan
kemenakan yang membuat mariangik itu karena tentu akan makin membuat
mariangik. Lebih baik kita berbicara tentang apa saja yang bisa membuat
mariangik kita bersa-ma, mudah-mudahan bisa kita atasi secara bersama pula.

Kita punya bandara inter-nasional bernama Minangkabau sebagai pintu gerbang
tamu dan wisatawan, apakah bandara tersebut sudah menunjukkan ruang tamu
orang beradat, yang adatnya basandi syara', syara'nya basandi Kitabullah
(ABS-SBK)? Keluar dari ruang terminal, kita malah disambut para calo taxi
atau travel dengan tampang dan gaya seakan cari mangsa, bukan yang siap
melayani secara beradat. Azan memang berkumandang tiap waktu shalat, tetapi
dima-na/bagaimana tempat shalat-nya? Bandara Minangkabau yang berABS-SBK,
kok tempat salatnya begitu dan masjidnya jauh dari ruang tunggu penum-pang?

Memasuki Kota Padang, kita akan melalui jalan-jalan yang seperti tak
manyudah, menyempit tiap sebentar dan berlubang dimana-mana. Ang-kutan
kotanya seperti tak peduli dengan ketertiban lalu lintas ditambah musik yang
meme-kakkan telinga. Bulalang, tarik pinggang, garetak dan "caruik" adalah
bahasa tubuh khasnya para sopir dan stokar di daerah ini.

Pasar yang kumuh, teras toko, trotoir bahkan jalan penuh pedagang kaki lima
sudah menjadi pemandangan khas kota ini. Belum lagi teriakan-teriakan
pedagang penjual kaset/VCD yang memekakkan telinga dengan lagu-lagu Mi-nang
yang makin jorok syair-nya. Apa memang kita ingin menunjukkan Padang sebagai
kota asal PKL dan tempat training pencopet dan tukang palak di negeri ini?

Walikota bisa berbangga menjambangi Piala Tata Nug-raha hampir tiap tahun,
tetapi telusurilah jalan-jalan di kota ini tanpa patroli pengawal (PatWal)
sebagaiman yang dialami masyarakat sehari-hari, mulai dari jalan Bagindo
Aziz Chan, M Yamin, Hiligoo, Pasar Gadang  sampai Muara, jalan Permindo,
Pemuda, Veteran, Juanda sampai Air Tawar dan Tabing, Thamrin, Sawahan,
Simpang Haru, ke Andalas atau Indarung, apakah kita mene-mukan ketertiban
dan kenya-manan berlalu lintas? Padang mungkin satu-satunya kota di dunia
yang tidak punya termi-nal angkutan dalam dan antar-kota. Semua gentayangan
tak tentu dimana muaranya.

Hotel dan restoran mela-yani tamu bak pesakitan. Check-in di hotel kita akan
disuruh mengisi  formulir seakan tamu adalah orang yang butuh. Masuk
restoran disam-but pelayan yang meneriakkan pesanan pengunjung. Apakah tamu
hotel harus diperlakukan sebagai orang yang kemalaman dan pengunjung
restoran selalu dianggap orang kelaparan?

Kita bangga dengan segala macam makanan tradisional dan spesifik
Minangkabau, tetapi apakah kita sudah bisa menyajikan secara beradat? Betapa
banyaknya makanan yang dijajakan dengan "baci-lapuik", baik cara mengolah
dan memasaknya, maupun cara menyajikan dan mengemasnya.

Kita mungkin bangga mem-pertahankan cara-cara primitif seperti itu dengan
alasan begitulah yang asli tanpa mempertimbangkan apakah pembeli senang atau
tidak. Apa guna semua yang makin banyak diperdagangkan itu tanpa pembeli?

Katanya negeri ini negeri orang beradat dan beragama dan ingin mengembangkan
pariwisata sebagai salah satu potensi ekonomi dengan ke-indahan alam,
keunikan adat dan budayanya, tetapi apakah keindahan alam yang kita punyai
sudah ditata secara beradat dan adat apa pula yang kita tunjukkan di
tempat-tempat yang indah itu? Ja-ngankan bangsa lain, kita saja belum tentu
nyaman menikmati keindahan alam kita. Baru saja datang, kita akan langsung
berhadapan dengan tukang parkir liar yang main pakuak saja.

Restoran dan rumah makan yang enak dan nyaman atau souvenir yang unikpun
masih langka di tempat-tempat wisata negeri beradat ini, yang banyak justru
pondok goyoh bertenda plastik, warung-warung kelam-bu dan anak-anak
menjajakan souvenir murahan dari daerah lain. Tidak semua tempat wisata
tersedia WC yang bersih, pada hal dimana-mana terpam-pang billboard
bertuliskan "kebersihan itu sebagian dari iman". Apa lagi masjid dan
mushala, merupakan hal yang langka di tempat-tempat wisata negeri beradat
dan beragama ini. Bagaimana maksiat tak akan berkembang. Apakah
keunikan-keunikan yang mem-buat mariangik itu yang mau kita sajikan kepada
para penda-tang?

(HISY Dt Rangkayo Basa)

Ditulis oleh Teguh       
Minggu, 13 Februari 2011 00:40
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=154
0:mariangik-yang-membuat-kesal&catid=48:limpapeh&Itemid=162

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke