2011/2/15 Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]>
> Dengan kata lain, jangan sampai mengatakan bahwa pemahaman atau tafsiran > kita sebagai satu-satunya pemahaman atau tafsiran yang benar, dan yang > lainnya salah. > > Pak Saaf, justru saya melihat "tokoh-tokoh" itu yang mejajakan pendapat mereka sebagai pemahaman Islam pertengahan yang benar (tidak hanya dalam pertemuan itu). Rekam jejak beberapa mereka sudah cukup dikenal dalam konteks pluralisme. Analoginya adalah seperti orang kafir di Barat yang berlagak memperjuangkan kebebasan, tetapi mencibir muslimah yang sepenuh hati mengenakan jilbab atau cadar. > *Tanggapan : *seperti sudah saya jelaskan -- sebagai peserta -- walau > resminya nama konferensi itu adalah 'revitalisasi Islam', namun yang dibahas > memang 'revitalisasi umat Islam', yang terwujud dalam wacana tentang dimensi > kultural dari umat Islam, yang kini sudah tersebar luas di dunia. Dalam > hubungan ini, secara pribadi saya dapat menerima -- dan menghargai -- tesis > Prof Azyumardi tentang sembilan 'Islamic cultural spheres', oleh karena > mampu menerangkan kemajemukan umat Islam di dunia. > > Jika tesis itu dipandang sebagai gambaran keadaan umat Islam sekarang, itu mungkin masih dapat saya pahami, Pak. Yang saya khawatirkan adalah jika tesis itu dijadikan patokan dalam ber-Islam yakni budaya mengubah tuntunan agama seperti saya contohkan sebelumnya. Beberapa contoh lainnya, apakah homoseksualitas dihalalkan di Amerika Serikat karena sudah tidak dianggap tabu di sana? Apakah penyembelihan bisa diganti dengan setrum atau suntik mati di Eropa karena bagi mereka penyembelihan adalah kekejaman terhadap hewan? Atau malah, apakah shalat Zhuhur dan 'Ashr akan digeser waktunya dengan bentrok dengan budaya kerja manusia sekarang? (sayangnya sekarang sudah banyak orang menyepelekan shalat). > Kalau saya tidak salah, Al Quran juga mengadakan klasifikasi ini, termasuk > dalam membedakan antara umat Islam dengan orang Arab. > > Mungkin kalau bisa dirujukkan ayatnya agar bisa saya baca tafsirnya, Pak. Terima kasih, Pak Saaf. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
