Aww.
aaa) Menarik beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut dan seyogyanya 
peran serta pemerintah R.I. (Dep. AGama? Depdagri, Depkumham, dll?) kiitanya 
dapaeik mandudukkan pokok masalah tidak sajo secaro internasional akan tetapi 
seyogyanya masalah2 Indonesia sentris.
bbb) Kami hampir selalu mengikuti pandangan2 Angku Guru AA diberbagai 
kesempatan bahwa pandangan2 seorang ahli dibidang ugamo/sosbud paralu 
dibicarokan secaro intens mencari solusi nan lamak dek semua pihak.
ccc) Inward looking kemasyarakat (ISLAM) Indonesia paralu dikaji ulang terkait 
dengan Pedoman/JUKLAK dalam masyarakat Indonesia (Islam) itu sendiri dalam 
menjalankan ibadah sasuai jo ugamo ISLAM, Hanya Allah yang satu patut disembah, 
Nabi Muhammad satu2nya Rasul udamo Islam sebagaimana ucapan seseorang menjadi 
Muslim dengan kalimat Syahadat. Itu jaleih dan Clear pabila ado pihak2 lain 
baik terorganisir maupun sendiri2 diluar Pokok2 Ajaran Islam adolah bukan Ummat 
Islam, bukan? Mungkin alur pikir tasabuik paralu secaro taruih manaruih 
disosialiasasikan.
Semoga bermanfaat, Wass.,
Asmun A. Sju'eib, MA (Lk.66-Depok)

--- Pada Rab, 16/2/11, Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]> 
menulis:

Dari: Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Judul: Re: Fw: Fw: [R@ntau-Net] INTERNATIONAL CONFERENCE ON 
THEREVITALIZATIONOFISLAM, 12 FEBRUARI 2011.
Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]>
Cc: "Prof. Dr Azyumardi AZRA" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 16 Februari, 2011, 7:28 AM

Sanak Ahmad Ridha, dan para sanak sapalanta,
 
Di bawah ini saya sampaikan tanggapan saya, yang mudah-mudahan menjadi bagian 
penutup dari laporan saya tentang 'International Conference on the 
Revitalization pf Islam: Challenges and Opportunities" yang diadakan tanggal 12 
Februari 2011 yang lalu.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
[Lk, 74 tahun, Tanjung, Jakarta].
 
From: Ahmad Ridha <[email protected]> 


Sender: [email protected] 
Date: Tue, 15 Feb 2011 21:26:34 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: Fw: [R@ntau-Net] INTERNATIONAL CONFERENCE ON THE 
REVITALIZATIONOFISLAM, 12 FEBRUARI 2011.



2011/2/15 Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]>











 Tanggapan:  Rasanya belum pernah mereka meng-claim bahwa pendapat mereka itu 
satu-satunya pendapat yang benar. Artinya, pendapat mereka itu masih bisa 
dibantah dengan argumen yang lebih kuat. 

Pak Saaf, kalau kita lihat rekam jejak mereka, biasanya yang tidak sependapat 
dengan mereka dicap sebagai radikal, fundamentalis, tekstualis, ke-Arab-an, 
atau yang semacamnya.
 
Tanggapan : Stigmatisasi kelihatannya tidak berjalan searah, Sanak Ahmad Ridha. 
Mereka kan juga dihujat dengan istilah 'sepilis', kan ? Bagaimana kalau 
perlombaan hujat-menghujat ini dihentikan, dan mulai duduk bersama membahas 
masalah bersama yang demikian banyak dan ruwet ?
 








Yang kita inginkan adalah agar nilai-nilai teologi dan nilai-nilai moral agama 
itu yang meresapi budaya, bukan sebaliknya, 

Nah di sinilah, Pak Saaf, yang saya lihat bahwa gerakan mereka berarah 
berlawanan dengan keinginan kita.  Justru mereka ingin agar agama yang 
diadaptasi mengikuti budaya setempat.  Kemudian, beberapa hal dari Islam 
diupayakan agar dianggap budaya Arab sehingga tidak apa-apa untuk ditinggalkan.

Tanggapan : Saya kok belum melihat adanya indikasi ke arah itu, Sanak Ahmad 
Ridha, misalnya -- secara ekstrim - belum ada yang meluncurkan konsep 'sholat 
subuh Minangkabau', atau 'zakat model Mataram'. Dengan demikian, saya rasa 
perkembangan pemikiran mereka masih dalam batas-batas proporsional.
Secara pribadi saya memang merasa perlu untuk diadakannya  penjernihan tentang 
mana yang merupakan unsur budaya khas Arab yang cocok dengan bangsa Arab, dan 
mana yang merupakan -- katakanlah - 'budaya Islami' yang bersifat universal, 
yang memberikan peluang untuk budaya lokal. Dalam penglihatan saya, 'gamis' 
misalnya dalam soal pakaian adalah budaya khas Arab. Di kalangan orang kita, 
mungkin lebih cocok pakai sarung dan baju koko.Persamaannya adalah agar aurat 
ditutup. Tentang bentuknya silakan disesuaikan dengan selera dan kebutuhan.

 








Tanggapan : Saya menemukan substansi pembedaan antara umat Islam dan manusia 
secara umum, dengan orang Arab -- bukan secara umum, tetapi secara 
khusus -- dalam buku karangan Buya Fachruddin HS: "Petunjuk Al Quran dalam 
Berbagai Persoalan disusun Menurut Alfabet" (edisi kedua, Yayasan Sepuluh 
Agustus, Jakarta, 2010). 

Ayat-ayat Al Quran yang secara khusus mengeritik sifat-sifat buruk orang Arab 
sewaktu turunnya ayat-ayat Quran terdapat pada  Surah 9  Al Bara-ah/Surah 
Taubah  ayat 97, 120; Surah 33 Al Ahzab ayat 20; Surah 48 Al Fath ayat 11 
dan 16; serta Surah 49 Al Hujurat ayat 14.
Sudah barang tentu yang ditunjuk Al Quran adalah orang-orang Arab pada saat 
turunnya ayat-ayat Al Quran, walaupun secara substantif bisa diaplikasikan 
dengan kondisi serupa pada saat ini.ah

Setelah saya lihat ayat-ayat yang Bapak sebutkan, saya khawatir telah terjadi 
kesalahpahaman.  Yang pertama, ayat-ayat itu merujuk kepada kalangan A'rab, 
bukan 'Arab (perhatikan perbedaannya: الاعرهب  vs  العرب ). A'rab adalah 
suku-suku Arab Badui, dan ayat-ayat tersebut mendeskripsikan sifat sebagian di 
antara mereka, bukan secara mutlak.  Lebih tidak pas lagi kalau digeneralisasi 
ke seluruh orang Arab.

Sebagai contoh, kalau kita lanjutkan membaca surat at-Taubah, dapat kita baca 
firman Allah Ta'aala (yang artinya):

"Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah 
dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, 
sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh 
doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka 
untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke
 dalam rahmat (surga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang." (QS. at-Taubah 9.99)

Kalau kita lanjutkan lagi:

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara 
orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan 
baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah 
menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; 
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. 
at-Taubah 9.100)

Kita ketahui bersama bahwa mayoritas muhajirin dan anshar adalah orang-orang 
Arab dan mereka adalah orang-orang terbaik dalam umat ini.

Kesalahpahaman lainnya adalah jika ayat-ayat celaan itu terbatas bagi etnis 
tertentu.  Yang dicela adalah siapa pun yang memiliki sifat-sifat buruk 
tersebut.  Sama halnya ayat-ayat pujian tidak terbatas bagi etnis tertentu.  
Tentunya kita tidak terima jika
 dikatakan bahwa orang Minang tidak ada yang bertaqwa, karena orang Minang 
tidak disebut dalam al-Qur'an. Begitu pula, orang-orang di luar Arab Badui 
tidak mesti bebas dari sifat-sifat tercela dalam ayat-ayat untuk kalangan Arab 
Badui tersebut.

Tanggapan: Saya juga membaca terjemahan ayat-ayat Quran tersebut, Sanak Ridha. 
Seperti saya tulis sebelum ini, kritik atau celaan Al Quran memang ditujukan 
terhadap orang Arab Badui, tentunya pada saat turunnya ayat-ayat Al Quran. Saya 
juga tidak menggeneralisirnya pada seluruh orang Arab. [ Sekedar catatan : 
tentulah saya tidak senaif itu Sanak Ahmad Ridha, bahwa orang Minang tidak ada 
yang bertaqwa karena tidak disebut dalam Al Quran.]
Namun menurut penglihatan saya intinya tetap, yaitu Al Quran memang membedakan 
antara manusia pada umumnya, dengan orang beriman dan beramal saleh,  dan 
orang-orang yang fasik dan munafik. Sungguh menarik perhatian, bahwa Al Quran 
tidak mengistimewakan orang Arab ('Arab atau A'rab terserah saja) dari manusia 
lainnya.
Satu catatan kecil lagi dari saya: tentu saja yang paling tahu tentang arti dan 
makna sesungguhnya yang dikandung Al Quran sebagai Sabda Ilahi adalah Allah swt 
dan Rasulullah yang menjadi utusan-Nya. Syukurnya, Allah swt memberikan 
penghormatan kepada manusia, sebagai makhluk-Nya yang paling mulia, yang dengan 
akalnya mencoba memaham, menafsirkan, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam 
itu.Sudah barang tentu, dalam upayanya untuk memahami, menafsirkan dan 
mengamalkan ajaran-ajaran Islam itu, manusia yang dho'if tidak luput dari 
kesalahan dan kekeliruan, yang untuk mengoreksinya dibukakan pintu taubat.
Lebih dari itu, dosa dan pahala seorang muslim atau muslimat akan dipikulnya 
sendiri, tidak dapat ditolong oleh atau dibebankan kepada orang lain.
Seiring dengan itu, saya berharap kepada siapapun juga untuk tetap bersikap 
lebih rendah hati dalam memahami nash Al Quran, dan jangan pernah menempatkan 
diri --  baik sadar maupun secara secara tidak sadar -- sebagai penafsir 
tunggal dari Al Quran, yang sama artinya dengan mengangkat dirinya sendiri 
sebagai ''rasulullah baru'. Saya dengar, bahkan imam yang empat pun 
mempersilakan kaum muslimin dan muslimat untuk memilih sendiri tafsiran imam 
mana yang dirasanya lebih cocok. 
Inilah yang saya maksud sebagai sikap yang rendah hati. 


Demikian, Pak Saaf.  Allahu Ta'aala a'laam.

Terima kasih, Sanak Ahmad Ridha. Mari, bersama-sama dengan seluruh umat Islam 
Indonesia lainnya, kita lanjutkan upaya agar ajaran Islam yang demikian agung 
bisa difahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh kaum Muslimin Indonesia 
secara mendalam, sehingga sebagai ummatan wassa-an umat Islam dapat benar-benar 
menjadi rahmatan li'l alamin. Kita beruntung lahir sebagai orang Indonesia, 
yang secara kultural memang cenderung pada jalan tengah ini.
Wallahualambissawab.-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk
 topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



      



-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke