Mak Jepe jo adidunsanak Palanta,

 

Ambo lah batanyo jo Papa tentang Kapten Salamoni ko Mak, indak tau Papa doh.
Papa hanyo sampai  di lua Payakumbuah daerah  Suayan. Itupun hanyo sekitar 4
bulan batugas awal tahun 1960. 

 

Tentang kesepakatan Ahmad Husein dengan Tentara Pusat, hal inilah yang amat
disayangkan oleh Buya Moh. Natsir. Sebab Ahmad Husein tidak bersepakat dulu
dengan pimpinan PRRI lainnya sehingga jadi 'dulu kudian'.

 

Sakitu dulu

Wassalam

Rina

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of jupardi andi
Sent: Tuesday, February 15, 2011 5:35 PM
To: rantaunet rantaunet
Subject: [R@ntau-Net] Masih Seputar PRRI (Cerita Ringan dari Papa Saya)

 

Assalamualaikum wr wb

Ketika berwisata dengan KB RN ke Sikuai tentunya saya menyempatkan diri ke
rumah dan melihat orang tua saya, di hari Minggu sore setelah pulang dari
Sikuai Resort saja jumpa orang tua saya yang kami panggil Papa, diberanda
rumah tertarik juga saya sedikit mewawancarai atau menyakan keikutsertaan
dan suka duka papa saya yang juga bagian dari PRRI. Ini sekedar berbagi saja
saya sendiri tidak terlalu dalam pengetahuan, wawasan saya seputar PRRI tapi
setelah ikut menjadi anggota RN sungguh bertambah dalam wawasan saya apa dan
bagaimana seputar PRRI dengan berbagai cerita anggota RN semua baik itu
tulisan sejarah yang otentik, wawancara lansung dengan pelakunya atau
cerpen2 fiktif yang sekiranya mengambil setingan jaman bergolak tersebut.

Begini kisah Papa saya

Papa saya  H. M Djuli sejatinya lahir tanggal 21 Juli 1928 tapi secara legal
formal dalam catatan sipil terlahir tanggal 21 Juli 1933 dan itu tidak aneh
lagi pada jaman beliau "umur dimudakan" untuk alasan sekolah dan lain
sebagainya pada jaman beliau. Terakhir papa saya adalah pensiunan PNS di
Kantor (Dinas) urusan perumahan Kodya Padang (dulunya dibawah Dept Sosial),
tentunya usia beliau saat ini 82 Tahun ++, Alhamdulillah beliau masih sehat
untuk ukuran seusianya dalam arti belum pikun masih kuat berjalan kaki tanpa
tongkat ke mesjid dekat rumah, selera makannya masih mau walau makanan
tertentu harus dibatasi hanya ada gangguan mata yang mulai kabur dan itu
telah dilakukan operasi katarak serta upaya tersebut sudah maksimal tapi
alhamdulillah untuk melihat masih cukup jelas hanya membaca koran yang
kesulitan walau sudah dibantu kaca mata spesialis membaca.

Sekitar tahun 1956 Papa saya selepas tamat SMA 1 Padang kuliah di Unand
Fakultas Hukum seangkatan dengan dosen senior Fahukum yaitu Bpk Sofyan
Muchtar SH ketika masa PRRI tahun 1958 papa saya meninggalkan bangku kuliah
dan ikut bergabung dengan pasukan dibawah pimpinan Kapten ? Salamoni orang
Ambon mantan tentara KNIL yang bersimpati pada perjuangan PRRI, pasukan
mereka berjumlah sekitar 40 orang (termasuk waktu itu kata papa saya Syafei
pendiri INS ikut dalam rombongan ini) dan mengadakan latihan militer di
Ladang Laweh pinggiran kota Payakumbuh. Tentara pusat APRI datang satu kompi
mengepung mereka di ladang laweh, papa saya beserta regunya berhasil
melarikan diri dari kepungan tentara pusat, sementara 1 regu pasukan PRRI
lainnya berhasil ditangkap oleh tentara pusat berikut merampas senjata
seperi Kareben ? dan Basoka, menurut cerita papa saya ke 12 orang tersebut
dihabisi oleh tentara pusat yang masih diingat papa saya namanya Mahyuddin
komandan regu orang Batu kambing dan Budi CS orang Padang, kuburan ke 12
orang ini masih ada di Simpang Ampek jalan menuju ke Ladang Laweh Situjuah
Banda Dalam.

Papa saya dan kawan-kawan yang lainnya terus berlari diseputar hutan Gunung
Sago menghindar dari kepungan tentara pusat dengan kekuatan penuh bersenjata
lengkap boleh dikatakan tidak ada perlawanan tembak menembak lagi karena
senjata PRRI dibawah pimpinan Salamone telah dirampas oleh tentara pusat,
intinya hanya mencoba melarikan diri dari kepungan tentara pusat dari hutan
ke hutan dengan segala penderitaan dan kahirnya sampai ke wilayah hutan di
Lintau. dari jumlah awal sekitar 40 orang karena tekanan tentara pusat
membuat papa saya dan kawannya terpecah menjadi bagian kecil dan berusaha
menyelamatkan diri masing-masing karena secara mental psikologis
rasa-rasanya mereka tidak mampu mengadakan perlawanan dengan tentara pusat.
Akhirnya papa saya dalam pelariannya menghindari penangkapan tentara pusat
sampai diseputar kampung tanah kelahirannya Kota Tangah Tanjung Emas Tanah
Datar yaitu disekitar hutan Matobak Sungai Salak bergabung dengan pasukan
Malin Marajo.

Akhirnya di Tahun 1961 dicapai kesepakatan antara Ahmad Husen dengan tentara
pusat (APRI) di Kota Padang intinya para tentara PRRI yang masih bersembunyi
agar menyerahkan diri dan tidak akan ada proses hukum serta hal-hal lainnya
dan kondisi dinyatakan aman. Papa saya kembali lagi ke Padang untuk
menyerahkan diri dan didata dan diperiksa oleh Kolenel Surya Sumpeno di PLN
Simpang Haru. Setelah di data (screning) papa saya kembali kekampung dan
diserahkan ke wali nagari setempat bersama kawan-kawannya yang lain. Papa
saya hanya bertahan dikampung 4 bulan dan kembali lagi ke Padang saat itu
PKI mulai mengganas dan unjuk gigi. sampai di Padang merantau serta bekerja
di toko kue Tip Top (berada diseputaran RM Selamat Pasar Raya) yang terkenal
saat itu,  tahun 1962 papa saya  menikah dengan Ibu saya Rosna Mustafa yang
saat itu telah menajdi PNS sebagai guru PGA di Kota Padang. Tahun 1963
ketika lahir anak pertama (kakak saya) papa saya mencoba melamar menjadi PNS
di Departemen Sosial cq Kantor Urusan Perumahan Kodya Padang dan diterima
dengan golongan II A berbekal ijazah SMA serta pengalaman kuliah 1 Tahunan
di Fakultas Hukum, papa saya tidak menaruh minat lagi melanjutkan kuliah
karena jaman saat itu lagi kacau dengan PKI.

Itulah seputar kisah papa saya dijaman PRRI 

Wass_Jepe

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke