Kebiasaan diriku bila terbangun pada tengah malam maka mata tak bisa tidur lagi
, jam menunjukan waktu 02.15 wib...setelah terbangun dari mimpi, tinggal
beberapa jam lagi taksi yang jemput mengantarkanku ke bandara Soekarno Hatta
akan menjemput,
tanggung buat tidur lagi, pas jam 03.00 wib operator taksi menelpon bahwa taksi
yang menjemput sedang
menuju perjalanan ke rumah , “lah mas bukannya aku minta di jemput jam 4.00
wib
? ” ....si mas diseberang sana menjawab.....” iya mba, kita Cuma konfirmasi dan
memberitahukan”,
tanpa babibu aku langsung berlari ke kamar mandi, punya satu jam untuk
persiapan
akhir menuju ke bandara.
Jam 4 .00 tepat dengan diiringi rintikan air hujan di subuh hari itu....aku
menuju ke bandara Soekarno – Hatta , wow....sudah terangan-angan menuju sebuah
pulau eksotik di belahan laut bagian dari provinsi Sumater
a Barat, Sikuai Island....sekarang waktunya aku tak cuma melihat dan
mendengarkan cerita tentang pulau ini, dan inilah waktunya yang tepat menepati
janji seseorang
(wuisshhhhhhhhhh....sirrrrrrrrr.....getaran dalam dadaku tak terbayangkan...) ,
Syukur alhamdullilah....aku tak sendirian ke sana, kami dari para aktifis
sebuah
mailist terbesar di
negara ini mengadakan silahturahmi ke pulau tersebut.......hehehehe hebatkan
? Dan kesempatan ini aku ditemani oleh “om dan tanteku” hehehe yang jauh dari
negara paman Sam ini yang melopori acara ini, Om Dut dan tante Lis itu nama
yang
biasa aku, dan Da Is yang sudah lama aku kenal ta
pi belum pernah aku bertemu akhirnya juga ikut ke penerbangan ini, tepat jam
06.10 wib First
flight to Padang with GIA 160 mulai menerbangkan kami menuju negri kelahiran
kami, Ranah Bundo .....Bandara International Minang Kabau, walau mataku masih
ngantukn tapi aku menikmati penerbangan ini alhamdulillah ga ada ada delay dari
Garuda-nya. Servisnya memuaskan pesawatnya baru ada TVnya lagi
(www.norak.com deh hehehe), dan menikmati
sarapan nasi goreng plus ayam yang rasanya yah lumayan lah tapi bukan nasi
goreng Padang he he he.
Om Dut dan tante selesai sarapan pagi menikmati tidurnya, dan aku sangat
bersyukur atas kapasitas pesawat ini yang menyediakan TV sehingga perjalananku
tak membosankan, ku pilih film Nasional
menemani perjalanan sampai ke bandara BIM.
Tepat jam 8.15 Wib, kami mendarat di Minangkabau International Airport, karna
om
Dut dan tante sudah ada yang menjemput mereka langsung menuju Dermaga AW Resto
dan aku menunggu seorang bunda dari komunitas Rantaunet ini yaitu bunda Nuráini
yang beda penerbangan dengan kami, Dijemput oleh sang Quide kami yang telah
membantu memberikan info tetang Sikuai Island ini , Da Armen Zulkarnaen
namanya, dengan semangat mengantarkan kami ke Dermaga AW resto . Setelah
sampai ke dermaga tersebut, sudah
menunggu beberapa anggota komunitas Rantaunet, ada yang sudah aku kenal dan
bertemu
dan ada yang sudah aku kenal tapi belum pernah ketemu dan ada juga yg sama
sekali belum aku kenal dan bertemu, heboh deh hehehhehe.....di ruangan sempit
tanpa pendingin (AC) dan tanpa Welcome Drink kami nikmati proses menuju pulau
yang kata orang surganya dunia di Sumatera Barat , lebih indah dibandingkan
Pulau Dewata Bali....yah sudahlah...kami nikmati keribetan dan keleletan para
pegawai Dermaga ini, dan sedikit ke
terkejutan soal harga yang berbeda dan ditentukan oleh pengelola....Oh My
God....sudahlah...apalah arti duit...asal nanti diriku menikmati Surga Dunia
tersebut.......Lanjutkan!!!!!...kataku dalam hati...
Setelah selesai pengurusan yang lelet dari pengurusan keberangkatan, sambil
menyicipi makanan kecil (cemilan khas Pariaman) “Sala lauak” yang enak banget
dipesen oleh Uni Dewi sedikit menghibur hati ini....tak berenti tangan ini
comot
mencomot bulat2an kuning tersebut apalagi rebutan dengan ponakan jauhku “Zidan
bin Jepe” hehehhe ini anak tak kalah juga dari bapaknya soal makan ...... tapi
memang enak kok ya Dan ?
Sebenarnya aku sudah tahu kalau untuk menyeberang ke pulau Sikuai akan
mengunakan perahu kecil, tapi setelah sampai di ujung dermaga ku lihat ada
terparkir kapal besar....wah...istimewah nih ? yah boleh lah mengobati hal2
yang
tadi dialami, sebelum memindahkan barang bawaan kami yang lumayan banyak karna
memang sebagian besar berasal dari luar kota so bawaannya tak kurang dari 1
koper hehehee seperti pergi haji, satu persatu tas atau koper bawaan berpindah
ke dermaga ke kapal.....tapi tunggu dulu..ternyata kapal besar itu cuma sebagai
transit...ssstttt ada perahu kecil disebelah kapal tersebut, yup betul
sekali.....dengan perahu motor tersebutlah kami akan berangkat menuju ke pulau
Sikuai, oh ternyata benar .....dalam hati sempat merasa seram juga .....di laut
gitu loh, mana aku tak bisa berenang dan tidak ada pelampungnya (ada sih hanya
3atau 4 gitu deh) tapi Cuma tergantung di pagar kapal yang besar tadi , karna
begitu leletnya pengurusan tadi sehingga yang rencananya nyeberang jam 09.00 eh
jadi jam 10.30an....ughhhhhfff....
Di perahu motor ini sudah kebayang akan lumayan basah...tapi untung aja
duduknya
di tengah sehingga tid
ak begitu kena cipratan air. Tapi melihat Zidan dan Regi yang duduk dibelakang
ku asyik bermain air sambil berteriak2 wah.......mereka menikmati sekali
perjalan ini, tanpa ada rasa takut untuk terjatuh ataupun
basah....Hebat....benar benar menikmatii perjalan membelah lautan ini yang
memakan waktu sekitar 45 menitan
Dengan cuaca yang cerah perjalanan kami cukup menyenangkan....walau panas dan
rasa was was tapi keindahan dite
ngah laut benar telah melupakan akan kekwatiran kami........semua terpaku pada
keindahan pemandangan disekitarnya pulau2nya benar-benar menakjubkan..air
lautnya berwarna biru jernih trus pantainya putih bangetdan masih
bersih......oh
benar benar berbeda dengan laut Ancol yang pernah aku lihat.....hai ini benar
benar surga dunia di tengah lautan ini.....
Setelah beberapa lama membelah laut ini dari kejauhan sudah terlihat pulau yang
akan kami kunjungi....semua mata tertuju kepada pulau tersebut, sungguh indah
kelihatannya....
wow....sungguh menakjubkan....Dermaga di pulau tersebut digerbangi oleh kayu
kelapa bercat merah (dalam hati aku berkata...wah Chinees banget neh? Yang
dikelola bermata sipit nih hehieheiehe ) tak ada sambutan atau apalah di
dermaga
tersebut yang ada cuma welcome drink ...jangan bayangkan WD tersebut akan
disuguhi oleh pengelola dengan gelas dan payung kecil sebagai penghias. Tapi
seperti tempat air minum kalau kita lagi mengikuti olah raga gitu dan gelasnya
kecil2 jgn harap itu berupa jus tapi cuma sirop , ah coba disediakan paling k
urang air jeruk di gelas dgn sepotong semangka tentu dahaga ini akan merasa
sejuk setelah berpanas2an selama ditengah lautan, setelah itu mesti Check in
dulu untuk menuju ke kamar, untung ada yang porter yang nganterin barang ke
kamar yang jauh danpanas.
Jangan mengharap rasa panas akan terbayar setelah kami sampai di kamar , bukan
kenapa kenapa, diinformasikan karena blom ada pasokan listrik dari PLN jadi
yang
namanya AC, TV dan sejenisnya hanya akan dinikmati 17.00 wib -10 00 wib esok
harinya . Jadi....setelah sampai kamar m
asih dalam keadaan panasssssssssss.......dan bundaku Nuráini dah uringan2
hehehhehe, Kamarnya lumayan, kalau untuk standar hotel/resort sih tidak
begitubersih tapi not bad lah ehhehehehe.
Karna sudah saatnya makan siang, setelah berberes2 dikamar, kami kembali ke
tempat chek in tadi untuk menikmati
lunch yang disediakan oleh pengelola, yah menu ala kadarnya ayam goreng balado
(asin bo), sayung kangkung (dikit banget) dan flet ikan , eh bener juga da Jepe
menyuruhku membawa rendang belut....yah thanks mom mereka sangat menikmati
rendang khas bikinanmu....sehingga sedikit ada senyuman di wajah mereka.
Untuk mengilangi bete dihati tak ajak bundaku ini berjalan2 mengelilingi pulau,
dan karna bundoku ini suka sekali jadi model dimana2 ada view yang menurut
beliau cantik dan indah harus difoto.....yah pasti dengan model diri beliau itu
hehhehe...........penuh suka cita, rasa capek, panas, bete dan sebagainya
seakan
ilang diantara keindahan yang terpampang didepan mata, tak berhenti mulut ini
berguman betapa sungguh indah dan betapa sayangnya tidak dikelola dengan baik,
disepanjang perjalanan mengelilingi pulau tersebut, aku,bunda Nur, dan ni Dewi
(sebenarnya ada 2 rombongan dan rombongan pertama om Dut dan kawan2 sudah
mendahului kami) merancang2 apabila pulau ini kami yang mengelola...tentu saja
dengan tetap hunting foto sana sini dengan gaya ini itu....sungguh
mengasyikan....sampai2 dua ibuk2 ini tak menyadari bahwa kami sudah jauh
perjalanan ini dan mereka ini merasa kecapeán , mo baliik lagi lumayan jauh,
mana mereka berdua ini membuat hatiku cemas cenat cenut setelah mereka
menceritakan penyakit yang mereka alami...alamakkkkkkkkkkkk mati aku...!!!
Tapi aku salut atas semagat mereka untuk meneruskan perjalanan ini , walau
sedikit ada kekwatiran yang akan terjadi tapi mereka tetap happy......apalagi
setelah bertemu kembali dengan rombongan pom Dut dan rombangan ketiga uda
Antony
.....kembali cerah ....tapi ada yang terlewatan oleh kita, kata om Dut ...tadi
liat telapak raksasa ngga Ren ? ha? Mang ada? Makanya kalau jalan2 tu liat kiri
kanan atas bawah........wah benar2 ngga tau yah namanya juga wanita om , asyik
ngombrolin gimana nih pulau bisa jadi milik kita dan
dikelola dengan baik dan benar hehehehhe. Karna hari mulai menjelang senja mak
mengelilingi pulau ini mesti buru2 karna akan meliat matahari terbenam diatas
bukit yang ada dibelakang restoran.
Salut diriku kepada om2ku dan bunda2ku ini, Om Duta, pak prof . Hilman yang
tetap semangat untuk menyelesaikan jalan jalan mengililingi pulau ini lumayan
jauh dan melelahkan,
mana tak bawa air minum .... sesuai dengan rencana selanjutnya mengejar
matahari
tenggelam diatas bukit, tanpa istirahat kami langsung menuju bukit
dibelakang restoran , ada tangga menuju ke atas sana, Uni Dewi tetap ikut
menuju
keatas sana, padahal aku dah wanti2 banget dan bunda Nur sudah tak menyanggupi
, tapi uni Dewi tak mau kalah dengan kedua om2ku tadi, masa yang tua ajah masih
kuat Ren, aku tak mau kalah....yo ngga apa2 un asal jangan maksain
ya....Seperti
dikejar waktu detik demi detik sinar kegelapan akan menutupi pulau ini dan
inilah yang kami kejar sampai keatas sana, melihat detik demi detik sang
matahari memasuki perut lautan, cahaya kuning , jingga seakan berpacu oleh
warna
si raja malam, “kegelapan” , wah betapa puas dan nikmatnya...rasa lelah mendaki
bukit ini tak terasakan...keindahan pulau ini benar sempurna dilihat menjelang
malam ini......wajah kami tersenyum, yah kami berhasil mendapatkan moment yang
tak terlupakan, dan kami berhasil melawan rasa lelah ,terbayar lunas dengan
keindahan yang maha indah dari sang pencipta yang menyimpan beribu2 rahasia
ciptaanNya, syukur alhamdullilah kami menikmatinya dalam kebersamaan, melupakan
segala rasa kekecewaan kami pada pengelola aset pariwisata lokal ini, coba
bayangkan kalau dikelolola dengan profesional tentu tak kalah dengan Bali, tak
kalah dengan kepulauan Maldives (sok tau deh mang udah kesana apa? Biasa lagi
ngetrend pada liburan kesana hauahauahua) Ini pulau kita, ini kekayaaan kita,
ini akan menjadi kebanggaan kita, janganlah Cuma mencari keuntungan sesaat dari
pulau ini, berikan suatu kenikmatan surgawi yang benar lahir dan bathin
diridhoi
oleh para pengunjungnya, jadikanlah pulau ini benar surga bagi para wisatawan
bukan sekedar bisnis pencetak uang bagi pengelola, Ada kesenambungan antara
pengunjung dan pengelola , sama2 merasa puas dan tentu dengan adanya kepuasan
lahir dan bahtin akan membuat pulau ini lebih ada dihati dan suatu hari nanti
pasti akan kembali,
Apakah sanggup mereka seperti yang kita impikan? Akan dibiarkan terus seperti
ini? Jangan tanyakan pada waktu....karna waktu akan terus berputar dan tak akan
pernah menjawab karna kita sudah tak sabar untuk menunggu, ayo Bund, Om, Uda,
Uni....jangan biarkan Surga kita dirampas oleh keserakahan...
Bersabung................
Renny.Depok
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/