Alhamdulillah, Bapak belum ditakdirkan untuk tertipu! Takdir di tangan Allah, Nasib di tangan kita.
Syafruddin AL L47/Bogor Pada 11 Februari 2011 08:44, Dr. Saafroedin BAHAR < [email protected]> menulis: > Assalamualaikum ww para sanak sapalanta, > > Mestinya saya tahu pembicaraan via tilpon itu suatu penipuan, namun karena > diiming-imingi akan dapat ‘dividen’ sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun > Sekneg yang ditempatkan di Taspen’, menyebabkan saya – sebagai pensiunan – > cukup tergiur dan hampir masuk perangkap. Ceritanya begini. > > Kemarin hari Kemis tanggal 10 Februari siang sekitar jam 11.45 WIB saya > ditilpon ke rumah oleh seseorang yang mengaku sebagai ‘kepala biro keuangan > Sekneg’, memberitahukan bahwa sebagai mantan pejabat di Sekneg saya akan > mendapat ‘dividen’ sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun Sekneg yang > diinvest di Taspen’. Cara bicaranya lumayan meyakinkan. > > Mulanya saya agak heran dengan pemberitahuan tersebut, oleh karena saya > adalah pensiunan TNI-Angkatan Darat, bukan pensiunan pegawai negeri sipil, > walau saya pernah berdinas di Sekneg selama sepuluh tahun. Pensiun saya > dibayar melalui Asabri. Lagi pula saya teringat pada kasus dana pensiun > Jamsostek yang diinvest oleh dirutnya pada sebuah usaha swasta, yang > kemudian menipu dirut Jamsostek tersebut, seorang mayor jenderal TNI > purnawirawan. > > Namun, maklum pensunan yang hidup pas-pasan, iming-iming jumlah uang > sebesar tersebut tentu saja membuat saya tergiur. Dengan alasan menchek, > saya diminta memberikan nomor rekening bank saya, oleh karena si penipu yang > menyaru sebagai ‘kepala biro keuangan Sekneg’ ini menyatakan akan menchecknya > terlebih dahulu kepada Bank Mandiri, untuk dapat mentransfer ‘dividen’ > tersebut ke rekening saya. Ia juga tak lupa menanyakan berapa saldo rekening > saya, yang entah mengapa saya sampaikan begitu saja. > > Secara wanti-wanti ia mengatakan bahwa ‘dividen’ tersebut akan ditranfer > hari ini juga, oleh karena sudah terhubung secara ‘on line’ dengan PPATK. > Hebat ndak tuh ? Selanjutnya saya diminta untuk menghubungi seorang > ‘pejabat Taspen’ dengan memberikan nomor HP-nya. Kedua penipu ini memakai > nomor HP 081210332444 dan 081389447766. > > Yang saya agak heran adalah saya diminta untuk pergi ke ATM terdekat untuk > kemudian akan dipandu untuk menerima ‘dividen’ tersebut, dengan memberikan > “nomor registrasi pencairan dana dividen pensiunan Sekneg’ nomor > 0199.887.29. Saya diminta untuk merahasiakan nomor ini, oleh karena > merupakan ‘rahasia bank’. Lazimnya kalau ada hak saya, langsung > ditransfer ke rekening saya. Saya menyatakan akan mandi dan sholat dahulu. > Dengan diantar putri saya, saya pergi ke ATM terdekat yang sering saya > gunakan, di kantor Bank Mandiri. > > Sesuai dengan petunjuk, saya kemudian menghubungi ‘pejabat Taspen’ tersebut, > menyampaikan bahwa saya sudah di ATM. Eh, ia menanya apakah ATM tersebut di > dalam bank atau di luar bank, yang tentu saja saya sebut di dalam bank. > Herannya lagi, ia mengatakan bahwa agar dapat dipandu untuk menerima > ‘dividen’ tersebut, saya agar segera pergi ke ATM yang di luar kantor > Bank Mandiri, dengan alasan ia tak dapat mendengar suara saya, padahal saya > dapat mendengar suaranya dengan jelas. Sewaktu saya tanyakan kepada > satpam Bank Mandiri, ia menyatakan bahwa tidak ada ATM Bank Mandiri yang > berdekatan. > > Syukurnya, seorang satpam lain mengatakan agar saya jangan pergi, oleh > karena itu adalah penipuan, yang sudah sering dialami oleh nasabah bank > tersebut. Percakapan saya dengan dua satpam tersebut didengar oleh kepala > cabang yang kebetulan ada di dekat saya. Saya diajak oleh kepala cabang itu > untuk datang ke meja terdekat yang kebetulan pula sedang kosong. Kepada saya > dijelaskan ‘modus operandi’ yang sering digunakan oleh para penipu. > > Sewaktu saya sedang berbicara dengan kepala cabang tersebut, si penipu > tersebut menghubungi saya lagi liwat HP. Setelah saya jawab bahwa tidak ada > ATM di luar kantor bank, saya memberikan HP saya kepada kepala kantor cabang > agar ia berbicara langsung. Kepala kantor cabang bank dengan santun > menyarankan agar ‘dividen’ tersebut langsung ditransfer saja, dipotong > seluruh biaya. Tentu saja si penipu itu tidak mau. > > Oleh karena saya masih punya sahabat di Sekneg, beliau-beliau saya tilpun > secara langsung, dan mendapat jawaban bahwa tidak ada ‘dividen’ tersebut. > Jadi sudah ‘confirmed’ penipuan. > > Apa hikmah dari pengalaman hampir tertipu ini ? Begini: 1) si penipu telah > mempelajari riwayat hidup saya, dengan cukup detail; 2) ia menawarkan > sesuatu yang cukup menggiurkan bagi saya sebagai pensiunan; 3) ia > memberikan data yang dinyatakannya ‘rahasia’ dan agar tidak diberitahukan > kepada orang lain; 4) ia meminta agar saya pergi ke ATM di luar kantor > bank , untuk kemudian ‘dipandu’ untuk menerima ‘dana’ melalui ‘nomor > register’ yang dinyatakannya ‘rahasia bank’. > > Yang tidak diduganya adalah bahwa 1) saya pergi ke ATM di dalam kantor > bank, 2) bahwa saya masih mempunyai komunikasi langsung dengan pejabat > Sekneg, yang dengan cepat me nyatakan bahwa tidak ada ‘dividen’ seperti itu; > 3) ia telah memberikan ‘nomor register’nya di Bank Mandiri – yaitu > 0199.887.29 – yang bisa dilacak dengan mudah oleh bank dan reserse kriminal. > [Kalau nomor HP, pastisudah tak akan digunakan lagi, oleh karena sudah > ketahuan.] > > Ringkasnya, jika selama ini kita mengenal ‘Nigerian scam’, kini ternyata > kita sudah punya ‘Indonesian scam’, seratus prosen kreativitas dalam > negeri. > > Kepada Kabareskrim Polri, saya harapkan dapat melacak ‘nomor register’ > 0199.887.29 di Bank Mandiri. Dari sana bisa ditelusuri nama lengkap dua > orang sontoloyo ini. > > Kepada masyarakat, saya harapkan bersedia mencari – atau mengingat -- siapa > yang mempunyai nomor HP 081210332444 dan 081389447766. > > Kepada kedua satpam dan kepala kantor cabang Bank Mandiri saya ucapkan > terima kasih banyak. > > > > > Wassalam, > Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo > (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) > Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. > > > ------------------------------ > 8:00? 8:25? 8:40? Find a > flick<http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/?fr=oni_on_mail&#news>in no time > with theYahoo! Search movie showtime > shortcut.<http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/?fr=oni_on_mail&#news> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
