Terima kasih, Al.
Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: Syafruddin Ujang <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 19 Feb 2011 14:32:13 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] SAYA HAMPIR DIKERJAI PENIPU

Alhamdulillah, Bapak belum ditakdirkan untuk tertipu! Takdir di tangan
Allah, Nasib di tangan kita.

Syafruddin AL
L47/Bogor

Pada 11 Februari 2011 08:44, Dr. Saafroedin BAHAR <
[email protected]> menulis:

>  Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
>
> Mestinya saya tahu pembicaraan via tilpon itu suatu penipuan, namun karena
> diiming-imingi akan dapat ‘dividen’ sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun
> Sekneg yang ditempatkan di Taspen’, menyebabkan saya – sebagai pensiunan –
> cukup tergiur dan hampir masuk perangkap. Ceritanya begini.
>
> Kemarin hari Kemis tanggal 10 Februari siang sekitar jam 11.45 WIB saya
> ditilpon ke rumah oleh seseorang yang mengaku sebagai ‘kepala biro keuangan
> Sekneg’, memberitahukan   bahwa sebagai mantan pejabat di Sekneg saya akan
> mendapat ‘dividen’  sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun Sekneg yang
> diinvest di Taspen’. Cara bicaranya lumayan meyakinkan.
>
> Mulanya saya agak heran dengan pemberitahuan tersebut, oleh karena saya
> adalah pensiunan TNI-Angkatan Darat, bukan pensiunan pegawai negeri sipil,
> walau saya pernah berdinas di Sekneg selama sepuluh tahun. Pensiun saya
> dibayar melalui Asabri. Lagi pula saya teringat pada kasus dana pensiun
> Jamsostek yang diinvest oleh dirutnya pada sebuah usaha swasta, yang
> kemudian menipu dirut Jamsostek tersebut, seorang mayor jenderal TNI
> purnawirawan.
>
> Namun, maklum pensunan yang hidup pas-pasan, iming-iming jumlah uang
> sebesar tersebut tentu saja membuat saya tergiur. Dengan alasan menchek,
> saya diminta memberikan nomor rekening bank saya, oleh karena si penipu yang
> menyaru sebagai ‘kepala biro keuangan Sekneg’ ini menyatakan akan  menchecknya
> terlebih dahulu kepada Bank Mandiri, untuk dapat mentransfer ‘dividen’
> tersebut ke rekening saya. Ia juga tak lupa menanyakan berapa saldo rekening
> saya, yang entah mengapa saya sampaikan begitu saja.
>
> Secara wanti-wanti ia mengatakan bahwa ‘dividen’ tersebut akan ditranfer
> hari ini juga, oleh karena sudah terhubung secara ‘on line’ dengan PPATK.
> Hebat ndak tuh ?  Selanjutnya saya diminta untuk menghubungi seorang
> ‘pejabat Taspen’ dengan memberikan nomor HP-nya. Kedua penipu ini memakai
> nomor HP 081210332444 dan 081389447766.
>
> Yang saya agak heran adalah saya diminta untuk pergi ke ATM terdekat untuk
> kemudian akan dipandu untuk menerima ‘dividen’ tersebut, dengan memberikan
> “nomor registrasi pencairan dana dividen pensiunan Sekneg’ nomor
> 0199.887.29. Saya diminta untuk merahasiakan nomor ini, oleh karena
> merupakan ‘rahasia bank’.  Lazimnya kalau ada hak saya, langsung
> ditransfer ke rekening saya. Saya menyatakan akan mandi dan sholat dahulu.
> Dengan diantar putri saya, saya pergi ke ATM terdekat yang sering saya
> gunakan, di kantor Bank Mandiri.
>
> Sesuai dengan petunjuk, saya kemudian menghubungi ‘pejabat Taspen’  tersebut,
> menyampaikan bahwa saya sudah di ATM. Eh, ia menanya apakah ATM tersebut di
> dalam bank atau di luar bank, yang tentu saja saya sebut di dalam bank.
> Herannya lagi, ia mengatakan bahwa agar dapat dipandu untuk menerima
> ‘dividen’ tersebut, saya agar  segera pergi ke ATM yang di luar kantor
> Bank Mandiri, dengan alasan ia tak dapat mendengar suara saya, padahal saya
> dapat mendengar suaranya dengan jelas.  Sewaktu saya tanyakan kepada
> satpam Bank Mandiri, ia menyatakan bahwa tidak ada ATM Bank Mandiri yang
> berdekatan.
>
> Syukurnya, seorang satpam lain mengatakan agar saya jangan pergi, oleh
> karena itu adalah penipuan, yang sudah sering dialami oleh nasabah bank
> tersebut. Percakapan saya dengan dua satpam tersebut didengar oleh kepala
> cabang yang kebetulan ada di dekat saya. Saya diajak oleh kepala cabang itu
> untuk datang ke meja terdekat yang kebetulan pula sedang kosong. Kepada saya
> dijelaskan ‘modus operandi’ yang sering digunakan oleh para penipu.
>
> Sewaktu saya sedang berbicara dengan kepala cabang tersebut, si penipu
> tersebut menghubungi saya lagi liwat HP. Setelah saya jawab bahwa tidak ada
> ATM di luar kantor bank, saya memberikan HP saya kepada kepala kantor cabang
> agar ia berbicara langsung. Kepala kantor cabang bank dengan santun
> menyarankan agar ‘dividen’ tersebut langsung ditransfer saja, dipotong
> seluruh biaya. Tentu saja si penipu itu tidak mau.
>
> Oleh karena saya masih punya sahabat di Sekneg, beliau-beliau saya tilpun
> secara langsung, dan mendapat jawaban bahwa tidak ada ‘dividen’ tersebut.
> Jadi sudah ‘confirmed’ penipuan.
>
> Apa hikmah dari pengalaman hampir tertipu ini ? Begini: 1) si penipu telah
> mempelajari riwayat hidup saya, dengan cukup detail; 2) ia menawarkan
> sesuatu yang cukup menggiurkan bagi saya sebagai pensiunan; 3)  ia
> memberikan data yang dinyatakannya ‘rahasia’ dan agar tidak diberitahukan
> kepada orang lain; 4) ia meminta agar saya  pergi ke ATM di luar kantor
> bank , untuk kemudian ‘dipandu’ untuk menerima ‘dana’ melalui ‘nomor
> register’ yang dinyatakannya ‘rahasia bank’.
>
> Yang tidak diduganya adalah bahwa  1)  saya pergi ke ATM di dalam kantor
> bank, 2)  bahwa saya masih mempunyai komunikasi langsung dengan pejabat
> Sekneg, yang dengan cepat me nyatakan bahwa tidak ada ‘dividen’ seperti itu;
> 3) ia telah memberikan ‘nomor register’nya di Bank Mandiri – yaitu
> 0199.887.29 – yang bisa dilacak dengan mudah oleh bank dan reserse kriminal.
> [Kalau nomor HP, pastisudah tak akan digunakan lagi, oleh karena sudah
> ketahuan.]
>
> Ringkasnya, jika selama ini kita mengenal ‘Nigerian scam’, kini ternyata
> kita sudah  punya ‘Indonesian scam’, seratus  prosen kreativitas dalam
> negeri.
>
> Kepada Kabareskrim Polri, saya harapkan dapat melacak  ‘nomor register’
> 0199.887.29 di Bank Mandiri. Dari sana bisa ditelusuri nama lengkap dua
> orang sontoloyo ini.
>
> Kepada masyarakat, saya harapkan bersedia mencari – atau mengingat --  siapa
> yang mempunyai nomor HP 081210332444 dan 081389447766.
>
> Kepada kedua satpam dan kepala kantor cabang Bank Mandiri saya ucapkan
> terima kasih banyak.
>
>
>
>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
> (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta)
> Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
>
>
> ------------------------------
> 8:00? 8:25? 8:40? Find a 
> flick<http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/?fr=oni_on_mail&#news>in no time
> with theYahoo! Search movie showtime 
> shortcut.<http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/?fr=oni_on_mail&#news>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke