Pesawat Tempur Bombardir Pendemo Khadafi
*Nurul Hidayati* - detikNews

<http://www.detiknews.com/read/2011/02/22/174047/1576530/10/pesawat-tempur-bombardir-pendemo-khadafi#detikshare>
*Reuters*


*Tripoli* - Tak cuma masyarakat internasional, para anak buah Khadafi pun
mengecam kekerasan yang dilakukan bosnya itu. Maklum, rezim Khadafi
memberangus pendemo dengan mengerahkan pesawat tempur.

Kebijakan yang menewaskan ratusan warga Libya inilah yang membuat para
diplomat Libya di luar negeri, termasuk Dubes Libya di Jakarta, menarik
dukungan pada Khadafi alias mundur.

Para saksi mata di Tripoli kepada TV Al Jazeera, Selasa (22/2/2011)
menyatakan, jet tempur membombardir kota dalam serangan terbaru. Mereka
menyebut "tentara bayaran" menembaki warga sipil.

Warga di kawasan Tajura, timur Tripoli, menceritakan, jenazah masih
bergelimpangan di jalanan akibat kekerasan yang terjadi hari sebelumnya.
"Sedikitnya 61 orang tewas di ibukota pada hari Senin," kata sejumlah saksi.

Protes di negara kaya minyak di Afrika Utara menentang kekuasan Khadafi
selama 41 tahun itu, mulai terjadi pada 14 Februari, namun menemukan
momentum setelah pemerintah memberangus secara brutal aksi demo "Hari
Kemarahan" pada 17 Februari.

Para pendemo menyatakan, mereka telah menguasai sejumlah kota penting
termasuk Benghazi, yang berhari-hari terjadi bentrokan berdarah antara
pendemo dan aparat pemerintah. Benghazi merupakan kota kedua di Libya
setelah Tripoli.

Dalam aksi hari Senin (21/2), pemerintah Libya mencoba menghalangi pawai
pendemo dengan mengerahkan jet tempur dan peluru tajam.

"Apa yang kami saksikan hari ini sungguh tak terbayangkan. Pesawat tempur
dan helikopter tanpa pandang bulu memborbardir satu area ke area lainnya.
Banyak, banyak yang tewas," kata saksi Adel Mohamed Saleh dalam siaran
langsung.

"Mereka yang bergerak, meskipun di dalam mobil, mereka (aparat) akan memukul
kamu," ujarnya.

Ali al-Essawi, yang mundur sebagai Dubes Libya di India, kepada Al Jazeera
hari ini juga menyatakan pesawat tempur digunakan untuk membom pengunjuk
rasa.

Dia menuturkan, peluru tajam ditembakkan pada pendemo dan orang asing disewa
(tentara bayaran) untuk berjuang atas nama pemerintah.   Essawi menyebut
kekerasan itu sebagai "pembantaian" dan menyerukan PBB memblokade angkasa
Libya untuk melindungi rakyat.

Sementara itu, perintah agar menembaki rakyat dengan jet tempur membuat dua
pilot Mirage F1 kabur ke Malta. Mereka menolak menembaki teman-teman mereka
sendiri. Salah satu dari pilot itu meminta suaka politik di negeri pulau di
Mediteria ini.

*(nrl/nvt)*


*Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser
ponsel anda! *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke