Assalamualaikum wr wb
Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan, Dibawah
ini Ambo menulis pengalaman pribadi yang terjadi setiap hari. Judulnyo Budaya
Antri
Anda kesal diserobot ? Atau Diselak ?. Pastiiiiiiiiiii. Sakit hatiku !.
Mungkin itu yang ada di benak anda setiap kali anda diserobot atau diselak,
baik saat berbaris antri maupun saat menyetir
Mengapa budaya Antri merupakan barang langkah di Jakarta/Jabodetabek ? Padahal
penduduknya sebagian besar umat beragama!. Apakah menyerobot atau menyelak yang
pada dasarnya mengambil hak orang lain itu berdosa ?. Entahlah….tanyakan pada
rumput yang bergoyang. Kata Sepotong bait lagu Ebiet G Ade
Kurang lebih tujuh tahun, setiap pagi aku melalui Jalan Raya Jatiwaringin
menuju pintu Tol Pondok Gde, tepatnya di depan Kampus Assyafiah. Tak terhitung
berapa kali aku memfoto dan melambaikan tangan sambil mengacungkan jempol
sebagai sindiran kepada setiap mobil yang menyerobot.
Tindakan eksterim yang pernah kulakukan adalah turun dari mobil menggedor dan
sengaja mengadu kaca spion mobil yang menyelakku.
Kepada Bapak Polisi yang sedang bertugas, tak terhitung pula aku katakan : Pak,
Tilang donk orang-orang yang menyerobot itu !. Selama kesalahannya tak
dihukum, kelakuan menyerobat pasti akan diulangi, begitu statementku. Pak, yang
menyerobot itu banyak juga orang berpangkat, Bapak kan bisa liat, mobilnya
keren-keren atau mewah : Mercy, BMW, Honda Accord keluaran terbaru dll. Jawab
pak Polisi.
Apa hasil dari semua tindakanku ?. Nihil, nihil, nihil. Sampai tulisan ini
kutulis, kelakuan serobot menyerobot masih tetap terjadi. Oh… bangsaku !.
Mungkinkah budaya ini salah satu penyebab yang membuat Negaraku paling Korup di
dunia ?
Dari hasil pengamatan dan penerawanganku, sulitnya Antri menjadi Budaya adalah :
1. Hampir seluruh masyaratkat masa bodoh, tindakan yang aku sebutkan diatas
tidak ada yang mendukung. Sepertinya aku berteriak di padang pasir tak ada yang
mendengar.
2. Tidak ada effect jerah kepada pelaku serobot menyerobot, terutama hukuman
social yang bisa membuat pelaku menjadi malu/jerah.
3. Serobot menyerobot antara lain bukanlah kemauan si sopir, namun perintah
majikan yang duduk di belakang.
Tak pikir-pikir, mungkin juga lagu Bang “Obbie Messakh” .
Malu aku malu pada semut merah.
Menatapku curiga seakan penuh tanya….Malu kok pada semut. Mungkin
Liriknya perlu diganti menjadi.
Malu aku malu pada manusia.
Menantapku marah karena aku menyerobot.
Catatan : Kejadian ini di Jabodetabek. Mudah2an budaya antri mendarah daging
di kampungku (Sumatera Barat). Aminnn. Jatiwaringin, 28 Pebruari 2011 Wassalam
: Reflus. L 53 tahun. Asal Nagari Tanjung Barulak, Kec. Tanjung Emas. Kab.
Tanah Datar.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/