Ambo acok maariak jo mambulalang urang nan manyarobot antrian. Panyakik maleh antri iyo ado di nagari mis-managed.
On 2/27/11, [email protected] <[email protected]> wrote: > Assalamualaikum wr wb > Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan, > Dibawah ini Ambo menulis pengalaman pribadi yang terjadi setiap hari. > Judulnyo Budaya Antri > Anda kesal diserobot ? Atau Diselak ?. Pastiiiiiiiiiii. Sakit hatiku > !. Mungkin itu yang ada di benak anda setiap kali anda diserobot atau > diselak, baik saat berbaris antri maupun saat menyetir > Mengapa budaya Antri merupakan barang langkah di Jakarta/Jabodetabek ? > Padahal penduduknya sebagian besar umat beragama!. Apakah menyerobot atau > menyelak yang pada dasarnya mengambil hak orang lain itu berdosa ?. > Entahlah….tanyakan pada rumput yang bergoyang. Kata Sepotong bait lagu Ebiet > G Ade > > Kurang lebih tujuh tahun, setiap pagi aku melalui Jalan Raya Jatiwaringin > menuju pintu Tol Pondok Gde, tepatnya di depan Kampus Assyafiah. Tak > terhitung berapa kali aku memfoto dan melambaikan tangan sambil mengacungkan > jempol sebagai sindiran kepada setiap mobil yang menyerobot. > > Tindakan eksterim yang pernah kulakukan adalah turun dari mobil menggedor > dan sengaja mengadu kaca spion mobil yang menyelakku. > > Kepada Bapak Polisi yang sedang bertugas, tak terhitung pula aku katakan : > Pak, Tilang donk orang-orang yang menyerobot itu !. Selama kesalahannya tak > dihukum, kelakuan menyerobat pasti akan diulangi, begitu statementku. Pak, > yang menyerobot itu banyak juga orang berpangkat, Bapak kan bisa liat, > mobilnya keren-keren atau mewah : Mercy, BMW, Honda Accord keluaran terbaru > dll. Jawab pak Polisi. > > Apa hasil dari semua tindakanku ?. Nihil, nihil, nihil. Sampai tulisan ini > kutulis, kelakuan serobot menyerobot masih tetap terjadi. Oh… bangsaku !. > Mungkinkah budaya ini salah satu penyebab yang membuat Negaraku paling Korup > di dunia ? > > Dari hasil pengamatan dan penerawanganku, sulitnya Antri menjadi Budaya > adalah : > 1. Hampir seluruh masyaratkat masa bodoh, tindakan yang aku sebutkan diatas > tidak ada yang mendukung. Sepertinya aku berteriak di padang pasir tak ada > yang mendengar. > 2. Tidak ada effect jerah kepada pelaku serobot menyerobot, terutama hukuman > social yang bisa membuat pelaku menjadi malu/jerah. > 3. Serobot menyerobot antara lain bukanlah kemauan si sopir, namun perintah > majikan yang duduk di belakang. > > Tak pikir-pikir, mungkin juga lagu Bang “Obbie Messakh” . > Malu aku malu pada semut merah. > Menatapku curiga seakan penuh tanya….Malu kok pada semut. Mungkin > Liriknya perlu diganti menjadi. > Malu aku malu pada manusia. > Menantapku marah karena aku menyerobot. > Catatan : Kejadian ini di Jabodetabek. Mudah2an budaya antri mendarah daging > di kampungku (Sumatera Barat). Aminnn. Jatiwaringin, 28 Pebruari 2011 > Wassalam : Reflus. L 53 tahun. Asal Nagari Tanjung Barulak, Kec. Tanjung > Emas. Kab. Tanah Datar. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ "menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi sebatang lidi" -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
