JAKARTA, HALUAN - Sesepuh Sulit Air Sepakat (SAS) H. Rainal Rais Dt. Rajo
Nan Sati menilai Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) sudah
kehilangan orientasi. Karena itu, organisasi urang awak yang terilhami oleh
saran mantan Presiden Soeharto itu bisa dikembalikan kewujudnya semula,
yakni sebagai sebuah gerakan orang rantau untuk kampung halaman. 
"Saya pikir, Gebu Minang itu sudah menyimpang dari relnya dan harus
dikembalikan ke posisi semula sebagai sebuah gerakan orang rantau untuk ikut
membantu pembangunan kampung halaman," kata Rainal di kediamannya di
Pejaten, Jakarta.

Menurut mantan bos PT Rora Karya yang sekarang nampak santai menikmati hari
tuanya itu, ide awalnya Gebu Minang adalah gerakan seribu rupiah Minang.
Tetapi, jangan dilaksanakan secara global dengan cara menghimpun dana setiap
urang Minang. Pasti tak bisa.

Untuk itu, kegiatan ini harus ditempelkan ke organisasi nagari-nagari.
Sistem dan caranya-lah yang difasilitasi oleh pengurus Gebu Minang. "Jadi,
uangnya bukan Gebu Minang yang menghimpun. Biarkan saja masing-masing
organisasi nagari yang jalan, yang penting ada kepedulian perantau untuk
nagarinya,"ujar Rainal.

Ketika awal Gebu Minang berdiri, Rainal mengaku sudah memberikan usul
semacam itu. Namun sayangnya, dirinya dianggap mengada-ada. "Tapi, coba
buktikan sekarang, apa Gebu Minang itu berhasil. Kan tidak,"katanya.

Meskipun tidak tepat, bagi Rainal tak masalah kalau Gebu Minang itu
dilembagakan, dijadikan organisasi. Tetapi keberadaannya harus menjadi
lembaga pendampingan saja bagi organisasi kemasyarakat nagari-nagari agar
gerakan itu jalan. "Gebu Minang itu kan gerakan. Jadi, karena terlanjur
dijadikan organisasi dan sekarang malah seolah-olah menjadi induk organisasi
kemasyarakatan Minang, maka Gebu Minang malah menjadi tak jalan,"tuturnya
lagi.

Menurut dia, kalau Gebu Minang masih mau eksis, perlu direorientasi lagi
visi dan misinya. Kalau visi dan misinya sama saja dengan organisasi
kemasyarakatan nagari, kabupaten dan kota, Gebu Minang akan dianggap salah
satu dari organisasi serupa dengan organisasi nagari-nagari tersebut.

Figur Visioner

Menyambut rencana Mubes V Gebu Minang, Rainal melihat, yang penting
dilakukan dalam Mubes adalah merevitalisasi kembali visi Gebu Minang selama
ini. "Waktu 20 tahun lebih, sudah cukup bagi Gebu Minang untuk melihat
posisinya sendiri. Apa yang sudah diperbuat selama ini? Mengapa Gebu Minang
seperti ditinggalkan orang?,"katanya.

Karena itu, setelah direvitalisasi, Gebu Minang harus ditangani oleh
orang-orang yang visioner dan mapan. "Dari profesi manapun tak ada masalah,
yang penting energik," ujarnya.

Sejalan dengan pemikiran Rainal itu, Ketua Umum DPP Sulit Air Sepakat (SAS)
H. Zarkasyi Nurdin menyebutkan, perlu segera mengapungkan calon-calon Ketua
Umum Gebu Minang mendatang yang visioner dan energik tersebut.

Bagi dia, boleh-oleh saja figur seperti Mendagri Gamawan Fauzi, Ketua DPD
Irman Gusman dan Menkumham Patrialis Akbar yang dimunculkan untuk menjadi
Ketua Gebu Minang mendatang, sepanjang keberadaannya bukan disangkutkan
karena sedang menjadi pejabat publik.

Tetapi, dia sendiri juga punya calon unggulan untuk menempati posisi
tersebut, yaitu DR. H. Osman Sapta Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo. Selain mapan
secara ekonomi, mantan Ketua MPR Utusan Daerah itu juga orang yang memiliki
pandangan jauh ke depan.

Meski lahir di Kalimantan, kata Zarkasyi, Osman Sapta adalah orang Minang
asli. Ayahnya dari Sulit Air, sedang pihak ibunya dari Kota Padang. "Jadi,
sangat tepat kalau Pak Osman yang kita majukan menjadi Ketua Umum Gebu
Minang mendatang," tutur Zarkasyi saat ditemui Haluan di kediamannya di
kawasan Pasar Minggu, Jakarta, beberapa hari lalu.

Ia menambahkan, pada diri Osman sudah ada segalanya. Pengusaha mapan, orang
awak dan juga seorang pemangku adat. "Jadi, kalau kita ingin Gebu Minang ini
berjalan secara baik dan dinamis ke depan, maka Datuk Osman pantas kita
dukung menjadi Ketua Umum," imbaunya.(h/sal)
Epaper Harian Haluan, Minggu  27 February 2011
Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke