Iyo Angku Saaf, indak tacongang bana Nyit Sungut  mandanga pandangan 
nan bak kian  doh. Dalam babarapo minik nan lalu, dalam konteks nan lain
lah samo-samo  kito baco:

> "Tapi justru disiko bana latak masalah, karano kito indak nio baiyo
bana, tajarek dek 'mindset' angguak anggak, geleang amuah, dalam duo
tangah tigo, unjuak nan indak babarikan."

Salam,

--Nyit Sungut

--- In [email protected] <mailto:[email protected]> ,
"Dr Saafroedin Bahar" <saafroedin.bahar@...> wrote:
>
> Bana, Sanak Zulkarnain Kahar. Jadi kalau kito nak baiyo banak ka
mameloki kulikaik urang Indonesia, sabananyo indak sarik bana .....

> Tapi justru disiko bana latak masalah, karano kito indak nio baiyo
bana, tajarek dek 'mindset' angguak anggak, geleang amuah, dalam duo
tangah tigo, unjuak nan indak babarikan.

......
>
> Wassalam,

--- In [email protected], "Dr Saafroedin Bahar"
<saafroedin.bahar@...> wrote:
>
> Nyit Sungut dan para sanak sapalanta,
> Komnas HAM bekerja berdasar pengaduan, jadi kalau tak ada pengaduan
tidak akan diadakan pemantauan atau penyelidikan pro justicia.
> Kalau kasus terbunuhnya Kol Dahlan Djambek memang sungguh-sungguh
ingin diselesaikan, segeralah ajukan pengaduan ke Komnas HAM, dilengkapi
dgn bukti-bukti awal.
> Oleh karena peristiwanya sendiri terjadi sebelum th 2000, maka
berdasar UU no 26/2000, penyelesaiannya harus melalui pengadilan HAM ad
hoc, yg hanya dapat dibentuk berdasar keputusan DPR RI. Salah satu
hambatannya utk penyelidikan dan penuntutan kasus ini adalah karena
bukti dan para saksi mungkin sudah tidak ada lagi.
> Tapi masih ada cara lain, yaitu melalui Komisi Kebenaran dan
Rekonsiliasi (KKR) yg belum dapat terbentuk sampai sekarang. Prinsip yg
dianut oleh KKR dimanapun juga adalah "forgiven, but not forgotten".
Dimaafkan, tapi tak dilupakan.
> Nah, kalau mau 'berbenar-benar' untuk mengungkap misteri kematian Kol
DD, silakan lanjut mempersiapkan bukti-bukti awal, khususnya dari fihak
keluarga.
> Wassalam,
>
> -------Original Email-------
> Subject :Re: [R@ntau-Net] Catatan Rosihan Anwar mengenai akhir Dahlan
Djambek
> From :mailto:hambociek@...
> Date :Tue Mar 01 22:01:59 Asia/Bangkok 2011
>
>
> Ironiknya, walaupun setengqah abad telah berlalu, pembunuhan brutal
tidak berperi kemanusiaan itu, tidak pernah diusik-usik para Petinggi
HAM yang seru ...
> --Nyit Sungut
>
> --- In [email protected], andi ko andi.ko.ko@ wrote:
> >
> > Catatan Rosihan Anwar mengenai akhir Dahlan Djambek
> >
> > Mengenai matinya Dahlan Djambek, di jakarta di kalangan politisi
Islam tersiar fersi banhwa Dahlan Djambek pada tanggal 10 September lalu
mengirim surat kepada Kolonel Suryosumpeno. Disitu ia menerangkan
pendiriannya ia
> > tidak hendak menyerah. Ia berkeberatan sekali mengangkat sumpah
menyatakan setia kepada UUD 1945, kepada Manipol Usdek dan terutama
kepada Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. Sebagai seorang Islam ia
memegang pendirian ia hanya dapat bersumpah menyatakan setia hanya
kepada Tuhan dan tidak kepada manusia karena perbuatan itu "syirik".
Oleh karena itu, tulis Dahlan
> > Djambek, biarlah ia ditangkap saja oleh APRI lalu di bawa ke depan
Mahkamah Pengadilan kemudian kalau didapati bersalah kemudian dihukum
setimpal.
> > Pendirian Dahlan Djambek yang telah diberitahukannya kepada pihak
penguasa setempat tidak disukai oleh alat negara yang bertugas di
Sumatera Barat, maka guna tidak memperpanjang-panjang lagi persoalan,
maka dikirimlah satu peleton ketempat persembunyian Dahlan Djambek dan
ditempat itu dia ditembak mati.
>
> > Satu versi lain mengatakan dia ditembak oleh OPR dan OPR ini telah
di ilfiltrasi oleh orang-orang kumunis. Sampai dimana tingkat kebenaran
ini,
> > saya tidak dapat memastikannya. Toh saya mencatatnya siapa tahu ada
gunanya sebagai referensi bagi penyelidikan sejarah dimasa datang.
> >
> Rosihan Anwar, Sukarno, Tentara, PKI, Segitiga Kekuasaan Sebelum
Prahara Politik 1961-1965, Pengantar Salim Said, Yayasan Obor Indonesia,
Jakarta,
> > 2006, Halaman 68-69
> >


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke