Sdr Syam Hidayat dkk, Sdr Syam dkk tidak harus risi atau tidak mau melihat permasalahan strip tease yang dikaitkan dengan kelompok non pri Cina di Indonesia ini. Pada hal semua ini adalah fakta yang tak bisa ditutup-tutupi. Asal bernama club malam dengan stripteasenya dsb, semua itu hampir tanpa kecuali adalah miliknya orang Cina di manapun. Cobalah lihat di kota2 di manapun di Indonesia ini, kecuali mungkin kota2 di Sumbar ini, praktis kalau tidak seluruhnya tapi sebagian terbesar hotel2 besar ukuran menengah ke atas dan seluruh night club adalah miliknya dan dagangannya orang Cina. Malah bukan saja itu, mayoritas terbesar dari kegiatan ekonomi di Indonesia ini, dari hulu sampai ke hilir dan di segala bidang usaha apapun, dimonopoli oleh para konglomerat Cina. Mereka bekerjasama dengan kelompok kapitalis multinasional dari segi pendanaan dan pemasaran serta teknologinya dan bekerjasama dengan para pejabat negara dalam melicinkan usaha mereka itu. Makanya seperti yang terungkapkan dengan kasus Bank Century dan kasus si Gayus, dsb, yang terjadi sejak Orde Baru ke mari ini adalah kerjasama yang saling menguntungkan antara para penguasa negara yang pribumi dan para penguasa ekonomi yang nonpri Cina. Korupsi yang merajalela itu hanyalah sebuah konsekuensi logis belaka. Ini adalah juga konsekuensi logis dari sistem ekonomi nasional yang kita terapkan yang didasarkan kepada ekonomi liberal kapitalistik pasar bebas. Sdr Syam, kalau kita bicara ttg striptease di hotel2 dan di club2 malam di kota Padang sekalipun tentu tidak sama dengan kita bicara tentang warung2 tenda remang2 di tepi laut di kota Padang itu. Yang itu jelas2 pribumi dengan budaya kebersahajaan dan kemiskinannya dan dengan keberanian mereka melanggar tata susila dan agama yang mereka anut dengan menyediakan tempat bagi para pengunjung untuk bermesum-mesuman karena hendak melakukan galas barang makanannya. Kendati dua2 titik singgungnya adalah pada pelanggaran susila alias porno, tetapi ruang lingkupnya jelas berbeda. Bagus kalau untuk analisa pertama kita bedakan dulu, apalagi dengan kasus striptease itu kaitannya adalah juga dengan penguasaan ekonomi nasional kita ini oleh kelompok non-pri Cina di seluruh Indonesia, bahkan di Asia Tenggara ini. Mari kita lanjutkan dengan tingkahan dari Anda pula dll. Mochtar Naim 030311 --- On Wed, 3/2/11, Syam Hidayat <[email protected]> wrote:
From: Syam Hidayat <[email protected]> Subject: Bls: [PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU] Striptease di Padang, Pemko Harus Berti... To: "Mochtar Naim" <[email protected]> Date: Wednesday, March 2, 2011, 7:24 AM #yiv715565636 a.yiv715565636thumb:link, #yiv715565636 a.yiv715565636thumb:visited {border:1px #CCCCCC solid !important;}#yiv715565636 a.yiv715565636thumb:active, #yiv715565636 a.yiv715565636thumb:hover {border:1px #3B5998 solid !important;} Syam Hidayat mengomentari kiriman Syam Hidayat di PERJALANAN ISLAM DALAM PENYEMPURNAAN ADAT MINANGKABAU. Syam Hidayat 02 Maret 22:24 lalu bagaimana dengan perangkat kontrol yang lain bang em....lembaga kontrol adat, lembaga kontrol agama...pada kemana.....apakah hanya "icak icak " juga sehingga payuang pendek tetap barkibar dengan amannnya....... Riwayat Komentar Emeraldy Chatra Temujin 02 Maret 7:21 Nagari kalau alah diuruih dek urang nan pangananyo pitih ka pitih sajo, alah batuanalah ka kepeang, indak ka pernah salasai do. Picayolah. Itu nan tajadi kini di sinan Syam Hidayat 02 Maret 7:20 ambo pernah batanyo ka tukang jaguang di taplau...tapi bukan nan bapayuang pendek da...., kesimpulannyo samo jo yang da em sabuikkan..." TEBANG PILIH " dan iko persis pulo sperti yang di lansir TV One...... Emeraldy Chatra Temujin 02 Maret 1:01 Kan batua kecek ambo....larangan tu icak2 nan banyak. Makin banyak larangan,makin sanang tukang razia krn disinan ado angpaw.Makonyo jan takajuik bana,jan pulo lai mamikiakan masalah tu Candra Shakhay 02 Maret 0:53 @ SH : Apo gunonyo spanduk ABS SBK nan kito cegekkan di pintu kamasuak kota tu, nan di tulih gadang-gadang..sanak Syam, bilo iyo lai batua nan di tulih wartawan ko (adrian) di BiNNews Online....Apo iko tamasuak untuak manarik..wisata nan bakunjuang ka Padang..!? Syam Hidayat 01 Maret 23:51 oh ya......berarti pembiaran ko alias icak icak indak tau ko lah lamo ko mah pak......,astagfirullah......... Lihat Semua Komentar Kiriman Asli Syam Hidayat 01 Maret 10:03 Striptease di Padang, Pemko Harus Bertindak Cepat Jumat, 18 Februari 2011 | 14:30:00 WIB Share Padang,BIO,-Mulai merasuknya striptease di berbagai tepat hiburan tertentu di Kota Padang, telah mengundang kecaman banyak pihak, Sekretaris PW NU Sumbar Husni Kamil Manik mendesak Pemko Padang mengambil tindakan cepat. "Kalau memang iya, itu sebuah tamparan bagi program pemerintah Padang yang menganggungkan kehidupan religi selama ini,"ujar Husni Kamil Manik, Jumat (18/2). Husni mendesak Pemko Padang bertindak cepat menanggapi soal striptease di Padang. "Jika tidak, ini akan mengancam kerusakan moral masyarakat Kota Padang khususnya dan masyarakat minang umumnya,"sebut Husni. Terungkapnya striptease di Padang berdasarkan investigasi tiga malam berturut-turut dilakukan wartawan portal ini. Bahkan diduga tansaksinya sangat rapi, dan atraksi tari telanjang (striptease) itu tidak untuk konsumsi umum, penikmat hiburan malam (party goes), tapi untuk kaum party goes terbatas. Pasalnya, selain mahal diduga pengelola sangat hati-hati sekali dalam memenuhi permintaan tamu mereka. Kalangan DPRD Padang berang adanya striptease di Padang. "Pemko harus melakukan operasi intelijend untuk membongkar praktek ilegal itu, kalau razia biasa, potong jari saya kalu ketemu,"ujar Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Padang, Ilham Maulana.(adrian) Share on: bookmark bookmark bookmark bookmark dikutip dari BiNNews Online......... Lihat Kiriman di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
