Zultan dan Dunsanak RN Cita-citanya ingin menjadikan BKDI pusat referensi harga Emas dan CPO sedunia.
Cita2nya wajar karena : Indonesia dan Malaysia merupakan produsen CPO yang menguasai 85% CPO dunia dan sejak tahun 2007 Indonesia mengambil alih posisi produsen terbesar dunia, saat ini Indonesia menguasai 46% sedangkan Malaysia 39%. Pada tahun 2011 diperkirakan Areal Kebun sawit Indonesia meningkat dari 7.55 juta ha menjadi 7.90 juta ha dan produksinya meningkat dari 23 juta ton menjadi 24.90 juta ton. Apabila PT. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) bisa menjadi referensi harga perdagangan komoditas International menggantikan harga CPO yang berkiblat ke bursa berjangka di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Rotterdam (Belanda), tak terbayangkan keuntungan yang bisa di dapat karena Indonesia adalah produsen terbesar di dunia. Cuplikan tulisan Ambo di Kompasiana dengan judul : Tahun 2011, Ekonomi Bangkit. Silahkan baca selengkapnya http://m.kompasiana.com/post/4d1deed3ebacbe025a0c0000. Terima kasih atas tanggapannya : Wassalam : Reflus. Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
