Di Solok Selatan, khususnya di Alam Surambi Sungai Pagu (ASSP) "Iciak dan Pak Osu" adalah suatu panggilan khas yang lazim dari daerah ini yang mungkin tidak ada di daerah/nagari lain di Ranah Minang serta mulai ditinggalkan untuk menyebut atau memanggilnya oleh generasi ABG saat ini, entah malu atau kurang modern panggilan ini sehingga sudah mulai kita dengarkan kecuali hanya orang2 tua tertentu saja, seandainya generasi ini sudah mendahului, saya yakin panggilan semacam ini akan hilang.
"Iciak dan Pak Osu" pengertiannya bukanlah sama dengan Uda dan Uni, namun panggilan ini adalah untuk sebutan kepada Tante/Etek dan Paman/Pak Etek (bukan Mamak), ya semisal kita panggil iciak kepada adik/sepupu ibu/bapak, maka kepada suaminya kita panggil Pak Osu, begitu juga sebaliknya. Melalui media2 sosial di Facebook, kami dari solok selatan berusaha kembali untuk menggunakan secara umum panggilan ini sebagai pengganti acara-acara wisata yang menampilkan model seperti halnya Uda dan Uni Sumbar atau kabupaten.kota di Ranah, semoga untuk daerah ini nantinya acara taunan pemilihan duta wisata bisa menggunakan sebutan ini untuk solok selatan. Hari ini satu halaman penuh di Harian Haluan, http://www.harianhaluan.com/ pada Kolom "Elok" halaman 13 dengan Judul "Pak Osu & Iciek di Jembatan Gantung Solok Selatan" foto hasil karya uda kita, Nofrin Napilus dimuat, mungkin sanak yang tidak sempat mencari korannya bisa lihat di edisi e-papernya dengan alamat http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1&I temid=90 Semoga dengan usaha seperti ini, semakin bisa mengenalkan ciri khas kampung halaman kita dan keindahannya kepada masyarakat banyak, kita setiap kesempatan dan dimanapun mungkin akan selalu berusaha untuk menampilkan daerah kita masing2, ya. bahkan ke media di selatan Afrika sekalipun dengan Kayaknyan dulu. Wassalam Nofend 34/M/Ckrg /Solok Selatan JEMBATAN gantung di Sungai Lambai, Muara Labuh, Solok Selatan ini, ternyata menyimpan pesona keindahan tersendiri. Lihatlah, betapa gagah dan cantiknya Uda dan Uni Solok Selatan ini di latar belakang alam yang indah. Di Solok Selatan, Uda dan Uni ini biasa dipanggil dengan istilah Pak Osu & Iciek. Coba tengok pakaian batik buat lelaki nya. Meski itu bukanlah khas Solok Selatan atau pun Sumatra Barat, namun kondisi ini adalah kala dahulu. Saat ini sudah merupakan keseharian di Ranah Minang, lelaki berpakaian batik dan wanita berbaju kurung batik merupakan pakaian yang sering ditemui sehari-hari mempercantik serta menambah gagah pemuda pemudi Sumbar termasuk Solok Selatan, sungguh sebuah toleransi budaya yang sangat manis dan indah sekali... Model : Riki, Wahyu, Gya dan Andani Busana : Koleksi Pribadi Foto-foto : Nofrins Napilus (West-Sumatra.com) Pengarah gaya : Nofrins Napilus Lokasi : Jembatan gantung Sungai Lambai, Solok Selatan -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
