Batu Pak Darwin ado ancaman riba di contoh tadi. Pak RR, Pak Darwin, dan sanak sapalanta NAH.
Ado caro lain nan ambo ambiak dari sabuah buku tantang caro bakabun ameh. Bagaimana caranya kita memiliki emas dengan uang lebih sedikti yaitu dengan cara beli lalu gadaikan. Berikut contohnya: Contoh waktu harga emas batangan Rp 350.000/g: Harga emas antam 25g Rp 8.750.000 Harga taksir gadai 93% = Rp 8.137.500 Nilai pinjaman maks 80%xRp 8.137.500 = Rp 6.510.000 Biaya gadai 1 th = 25xRp 3200 x 12 = Rp 960.000 Dana diterima = Rp 6.510.000 - 960.000 = Rp 5.550.000 Ambil uang sendiri senilai Rp 3.200.000 agar bisa beli 25g lg lalu gadaikan. Hasil gadai + uang sendiri = Rp 5.550.000 + Rp 3.200.000 = Rp 8.750.000 Uang ini untuk membeli 25g emas II. Gadaikan + uang sendiri --> beli 25g emas III. Uang ini untuk membeli 25g emas III. Gadaikan + uang sendiri --> beli 25g emas IV. Emas IV tidak digadaikan tapi disimpan sendiri. Jadi modal: Rp 8.750.000 + 3 x Rp 3.200.000 = Rp 18.350.000 (untuk 100g emas) Andai setelah setahun harga emas naik 30% (kecenderungannya memang naik) menjadi Rp 455.000/g Saat panen: Jual emas yg ditangan: 25 x Rp 455.000 = Rp 11.375.000 Tebus emas I: Rp 11.375.000 - 6.510.000 = Rp 4.865.000 (masuk kas) Jual emas I: Rp 11.375.000 Tebus emas II: Rp 6.510.000 sisa Rp 4.865.000 (masuk kas) Jual emas II: Rp 11.375.000 Tebus emas III: Rp 6.510.000 sisa Rp 4.865.000 (masuk kas) Jual emas III: Rp 11.375.000 Total Rp 11.375.000 + 3 x Rp 4.865.000 = Rp 25.970.000 Modal Rp 18.350.000 Laba Rp 7.620.000 ROI 41.5% Jika emas yg dibeli senilai modal Rp 18.350.000 (52.4g) lalu disimpan di lemari maka keuntungannya hanya = 30% x Rp 18.350.000 = Rp 5.505.000. Jadi selain aman (karena sebagian disimpan di pegadaian), dengan modal yg sama berkebun emas jauh lebih menguntungakan. Catatan: pegadaian dalam contoh ini adalah salah satu bank daerah syariah. Salam, Zultan, L, 50, Bogor "Give me a fish and you feed me for a day; teach me to fish and I'll eat forever, inshaallah." -----Original Message----- From: Darwin Chalidi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 8 Mar 2011 09:39:20 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Menabung Sato sakaki Sanak Reflus, kalau awak indak amuah pakai *"bunga bank"* nan tamasuak klasifikasi riba dan alah dianjurkan oleh Ulama supayo pindah ka Bank Syariah. Tantu metode iko indak bisa dipakai doh! Salam, Darwin Chalidi, Tangerang Selatan 2011/3/8 <[email protected]> > Rumus Sederhana untuk Menabung > > Oleh: Reflusmen | 12 August 2010 | 09:43 WIB > > Kemajuan Teknologi saat ini ditinjau dari sudut kepentingan Pribadi, bisa > bermanfaat dan juga bisa mencelakakan, tergantung bagaimana kita > menyikapinya. Contohnya : Kartu Kredit dan ATM. Kartu Kredit nggak punya > uang bisa belanja. Persoalan muncul waktu jatuh tempo. Kalau nggak bisa > bayar bunganya mencekik leher dan akhirnya berurusan dengan Debt Collector. > > Kalau ATM, menggoda kita untuk mengambil saking mudahnya sepanjang > Rekening Tabungan masih ada saldonya. Akhirnya Tabungan itu tidak lagi > berfungsi sebagai Tabungan tapi hanya numpang lewat saja. > > Untuk membuat kita jadi disiplin dan Menabung untuk keperluan masa depan, > saat ini terdapat beberapa jenis Tabungan dengan setoran wajib bulanan > selama jangka waktu tertentu yang dilengkapi dengan perlindungan asuransi. > Tabungan ini tidak boleh diambil sebelum sampai waktunya. Kalaupun mau, > dendanya lumayan besar. > > Mungkin cerita imajinatif di bawah ini bisa menggambarkan cara menabung > yang effektif. > > Begini kawan ! Anda pernah baca Buku atau ngobrol kiat Praktis perencanaan > keuangan keluarga ?. Buku itu mengingatkan kita bahwa terdapat kepastian > yang akan terjadi di masa depan. Contohnya ? Anak kita itu lho ! Umur 6 > tahun masuk SD, Umur 13 tahun masuk SMP, Umur 17 masuk SMA dan Umur 20 > Kuliah. > > Kalau yang itu semua orang tau bos !. Tapi tahukah anda cara membiayainya?. > Bagaimana nanti aja Bos. Disaat anak kita mau masuk sekolah, kalau ada uang > yang kita sekolahkan. Kalau nggak ada uang ? > > Nah…. Pola pikir seperti itu yang harus diubah kawan!. Apakah anda > menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, kehidupan yang lebih > baik dan lain sebagainya melebihi kita saat ini ?. Untuk mencapai itu, > tentunya harus kita persiapkan dari sekarang, bukan bagaimana nanti!. > Caranya ? Kita harus menabung dari sekarang secara disiplin setiap bulannya. > Tapi gaji saya kan kecil Bos! Mungkin ini salah satu solusinya. > > Y = C + S. Waktu saya kuliah, kalau nggak salah rumusnya bukan begitu ! > Tapi seperti ini. > > Y= C + S + I + (E-M) > > Kalau rumus itu adalah keuangan negara dalam mata kuliah Ekonomi Makro. > Masalah negara nggak usah kita pikirin, sudah banyak ahlinya yang ada di > Department Keuangan khan !, jadi cukup kita bahas : > > Y = C + S > > Y = Pendapatan/Gaji. C = Konsumsi dan S = Saving/Tabungan. Kalau rumus itu > di bolak balik jadinya seperti ini : Y – C = S atau Y – S = C > > Anda pilih yang mana ? Sama aja toh Boss!. Kan nggak ada bedanya. > > Memang tidak ada bedanya, tapi makna dari rumus itu kawan. > > Y – C = S, Artinya, pendapatan/gaji anda dikonsumsi atau dipergunakan untuk > membiayai kebutuhan dan keinginan terlebih dahulu, sisanya baru ditabung. > Biasanya kebiasaan ini membuat tabungan kita menjadi Nihil karena sudah > habis dipakai. Sebaliknya > > Y – S = C, Artinya, pendapatan/gaji anda disisihkan dulu untuk ditabung, > sisanya dipergunakan untuk membiayai kebutuhan dan keinginan. Betul juga ya! > > Kalau begitu saya harus menabung setiap bulan, tapi sering lupa karena > banyak kerjaan dan sebagainya, disamping itu malu kalau nabungnya sedikit. > > Permasalahan itu dapat diatasi oleh Tabungan Rencana karena setoran > perbulan minimal Rp 100.000,- yang langsung dipotong dari Tabungan > pembayaran Gaji. Hebatnya lagi, kita orang tua yang membuka tabungan ditutup > asuransi yang artinya bila kita meninggal dunia tabungan itu akan tetap > bertambah setiap bulannya. > > Kalau untuk masuk SD, karena biayanya nggak begitu besar, mungkin cukup > dari Bonus/THR atau Gaji ke 13 yang kita terima setiap tahun. Yang jadi > masalah untuk masuk kuliah karena uang pangkalnya sangat besar. Ya khan !. > Betul juga ya. > > Jika saya menabung sebesar Rp 200.000 perbulan dalam tempo 10 tahun berarti > terkumpul Rp 24 juta yaa ? > > Keliru…lebih dari itu kawan, karena tabungan kita mendapatkan bunga setiap > bulannya. > > Kira-kira bisa terkumpul sebesar Rp 29.548.000,00 dengan tingkat bunga 4% > setahun. > > Berarti ada bunganya sebesar Rp 5.548.000,00 > > Besar juga yaa…Kalau begitu saya mau nabung ah. > > Cepat sana, pergi aja ke Bank terdekat. Customer Servicenya cakep-cakep dan > ramah lho !. Yang itu saya juga tau. He he he. Note : Kalau anda mau > kotak-katik untuk mendapatkan hasil di akhir priode, Rumus memakai > Mixrosoft Excel sbb. : > > =FV(Persentase bunga pertahun/12,lamanya menabung (bulan),jumlah tabungan > perbulan,,1) > > =FV(4%/12,120,-200000,,1) Rp 29,548,127.48 > > Selamat mencoba. Wassalam : Reflus L 53 > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
