Iko berita nan pernah kito diskusikan minggu2 yl :

Sisakan Lingkungan yang Luluh-lantak

March 6th, 2011 by admin



Melihat Aktivitas PETI di Kuansing



MENARIKPOMPONG: Para pekerja penambang emas tampak sibuk menarik pompong milik 
mereka usai pelaksanaan penambangan di Kuantan Singingi.(Desriandi 
Candra/RIAUPOS)

Laporan Desriandi Candra, Teluk Kuantan 

[email protected]

Sisa-sisa kerusakan lingkungan itu terpampang jelas. Tak ada lagi air jernih 
yang mengalir, semuanya kotor bak air susu menggumpal bersama kotoran. Jangan 
ditanya ikan, jangankan untuk ditangkap, untuk dilihatpun tiada. Inikah yang 
harus diwariskan ke anak cucu kita kelak? Nestapa itu, bakal kita rajut bersama 
sisa-sisa waktu di penghujung waktu.

SIAPAKAH yang harus disalahkan. Siapakah yang harus bertanggung jawab atas 
kerusakan lingkungan alam yang luluh-lantak akibat Penambangan Emas Tanpa Izin 
(PETI) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Pertanyaan-pertanyaan ini kepada siapa hendak ditujukan. Aparat kepolisiankah, 
Polisi Pamong Praja (Pol PP) kah, tokoh adat, tokoh masyarakat ataukah para 
pelaku penambang-penambangan emas ilegal yang melakukan aksinya di wilayah 
Kuansing ini. Sebatas ini, semuanya masih menyisakan pertanyaan. Namun, 
aktivitas PETI, terus saja merajalela dan meluluh-lantakkan tebing dan 
dinding-dinding sungai.

Aparat kepolisian pun seperti habis ‘’akal’’ menghentikan aktivitas yang 
jelas-jelas di larang pemerintah ini. Begitu juga ninik mamak, pemangku adat, 
tokoh masyarakat, sepertinya semua lepas tangan dan menutup mata dengan PETI 
ini. Bahkan sebagian di antaranya ada yang justru ikut terlibat menjalankan 
aktivitas ilegal tersebut. Mereka ingin mencari keuntungan sendiri tanpa 
menghiraukan nasib orang banyak, tentang apa yang bakal ditimbulkan kelak di 
kemudian hari bagi cucu dan kemenakan mereka.

Apalagi, hampir seluruh kegiatan PETI di Kuansing ini dilakukan di pinggiran 
Sungai Kuantan, anak Sungai Singingi dan Lembu di wilayah Kecamatan Singingi 
dan Singingi Hilir, aliran sungai petapahan di Desa Petapahan Kecamatan Gunung 
Toar, Sungai Teso, serta beberapa lokasi lainnya. Padahal, masyarakat Kuansing 
yang tinggal di pinggiran Sungai Kuantan dan anak-anak sungai tersebut, sejak 
lama sudah memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas seperti mencuci, mandi, 
mencari ikan, bahkan untuk air minum.

Kini, semuanya sudah sirna. Masyarakat tak lagi bisa memanfaatkan sumber mata 
air alam itu untuk kebutuhan sehari-harinya. Bagi nelayan, beberapa sungai yang 
dulunya kaya akan ikan-ikan, seperti di kawasan Sungai Teso, Sungai Singingi 
dan Sungai Lembu, sekarang sudah sulit untuk bisa mencari ikan. Karena 
ikan-ikan tidak mampu lagi bertahan hidup di lingkungan yang sudah tercemar 
limbah aktivitas PETI dengan menggunakan mesin dompeng. Bahkan sebagian di 
antaranya menggunakan air raksa untuk mencuci atau membersihkan hasil emas yang 
diperoleh.



SISA PENAMBANGAN EMAS: Inilah sisa pasir dan daerah aliran sungai di Kabupaten 
Kuantan Singingi setelah dilakukan penambangan emas liar.(Desriandi 
Candra/RIAUPOS)

Sungai Singingi dan Sungai Lembu misalnya, dulu sebelum ada aktivitas PETI, 
terkenal dengan sungai yang amat jernih dan kaya dengan ikan. Alam yang sejuk 
dan menawan, menjadi tempat peristirahatan. Di wilayah Antau Singingi (Singingi 
dan Singingi Hilir red), memang memiliki potensi emas di kawasan sungai 
tersebut.

Namun tak ada masyarakat yang melakukan aktivitas PETI dengan menggunakan mesin 
dompeng dan alat berat. Mereka hanya menggunakan dulang, alat tradisional untuk 
mendulang emas. Tapi sejak medio Agustus 2006 lalu, Alam Antau Singingi pun 
berubah. Hutan yang porak-poranda, air sungai yang keruh seperti susu dan 
dataran yang lubang-lubang yang besar seperti palung. Mulai dari Desa Logas 
Kecamatan Singingi hingga Kecamatan Singingi Hilir perbatasan dengan Kabupaten 
kampar.

Kini di Desa Logas, sejak tidak lagi menjadi lokasi penambangan emas ilegal 
tersebut, mulai ditumbuhi semak belukar dan kayu. Tapi masih terlihat sebagian 
daratan yang berlubang besar bekas ditinggalkan. Begitu juga di Kecamatan 
Gunung Toar, air sungai Desa Petapahan yang dulu jernih sekarang tak pernah 
lagi terlihat seperti dulu.

Menjalar ke Berbagai Kecamatan

Sekarang,  aktivitas PETI telah menjalar lebih jauh. Seakan tak ada kecamatan 
di Kuansing yang tak ada aktivitas PETI-nya. Kecamatan Kuantan Tengah, Benai, 
Logas Tanah Darat, Inuman, Cerenti, Gunung Toar, Singingi, Singingi Hilir, 
Kuantan Mudik dan Hulu Kuantan, sudah menjadi ‘’sarang’’ PETI yang meresahkan 
warga.

Page 1 of 4 | N
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Hanifah Damanhuri <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 8 Mar 2011 14:36:58 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Sma<[email protected]>; Unand Dosen<[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Betapa spesialnya diri kita ! ‎
        ​.

Aku ingin jadi spesial tetapi orang katakan aku sombong dan egois, mau
menang sendiri. Aku ingin jadi spesial tetapi tukang fitnah dan ghibah
telah mematikan karakterku. Tetapi setelah aku renung2kan sesuai
janjiNYA akan menghukum tukang fitnah. Aku kembali merasa spesial.
Tentuku jiwaku lebih tenang dari tukang fitnah dan ghibah. Tentu aku
akan jadi pribadi yang tegar. Tentu aku akan jadi orang bijaksana.
Akhirnya jadi spesial. INSYA ALLAH. Wass. Hanifah

On 3/8/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
> . Kehadiran kita dibutuhkan dunia.
> 2. Kita adalah manusia unik.
>
> 3. Kehidupan kita, kitalah penentunya.
>
> 4. Nikmati hidup ini.
>
> 5. Hitung berkah & bukan masalah.
>
> 6. Semuanya tergantung diri kita.
>
> 7. Kita sumber solusi.
>
> 8. Mengerti, keberanian = kekuatan.
>
> 9. Jangan membatasi diri.
>
> 10. Banyak mimpi yg bisa direalisasikan.
>
> 11. Keputusan penting untuk mendapat peluang.
>
> 12. Raih puncak, sasaran & penghargaan.
>
> 13. Tidak akan hilang energi jika tanpa cemas.
>
> 14. Yang lalu, biarlah berlalu.
>
> 15. Jangan terlalu serius.
>
> 16. Hadapi realita hidup.
>
> 17. Cinta sejati bertahan selamanya.
>
> 18. Jangan mendendam.
>
> 19. Persahabatan investasi jangka panjang.
>
> 20. Harta kehidupan adalah persatuan.
>
> 21. Tidak ada yg namanya terlambat.
>
> 22. Selalulah berbuat yang terbaik.
>
> 23. Miliki harapan & kebahagiaan.
>
> 24. Optimalkan waktu yang dimiliki.
>
> Jangan pernah lupa….
>
> Setiap hari...
>
> Betapa spesialnya diri kita ! ‎​.
>
>
> Salam teriring do'a
> K Suheimi.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke